Mabuk dan Mengantuk

Dulu, waktu masih SD dan SMP saya adalah pengidap “penyakit” mabuk perjalanan. Dan menurut saya sudah dalam kategori akut.

Bukannya tanpa usaha mencegah, Antimo, minuman bersoda, menghindari makanan amis, sampai pada usaha konyol : memplaster pusar. (mungkin logikanya : mabuk itu perut mules, perut mules karena masuk angin, salah satu pintu masuknya ngin ke perut adalah pusar. biar tidak masuk angin maka pusar  ditutup dengan plester.  Jangan tertawa. Wallahua’lam). Semua usaha dan eksperimen itu tidak pernah sukses menghindarkan saya dari mabuk. Namanya juga akut.

Pernah suatu ketika saya menjadi duta lomba sekolah, saat itu berhasil melenggang ke tingkat propinsi.  Maka saya harus melakukan perjalanan ke kota Surabaya.  Karena penyakit saya itu, wal hasil, selama lomba saya tidak bisa banyak membantu menjawab peryatanyaan. Karena energi  saya sudah habis bersama habis nya isi perut selama perjalanan 2,5 Jam. Dan kelompok kamipun, kalah.  Pengalaman paling parah adalah ketika studi wisata kelas 2 SMP. Rasio waktu di dalam bis jauh lebih lama dibanding dengan menikmati waktu diobjek wisata . Maka perjalanan satu hari dua malam ke beberapa objek wisata luar propinsi itu benar-benar sukses menjadi kegiatan penyiksa saya.

Ketika saya mengajukan permohonan kepada orang tua untuk melanjutkan SMA yang agak jauh dari rumah, maka salah satu pertimbangan keberatan orang tua saya adalah kasihan, karena nanti akan mabuk kalau naik angkutan.

Ternyata saya tidak pernah mabuk selama 3 tahun naik angkutan umum yang membawa saya menempuh jarak 15 KM PP setiap hari.  Walaupun pernah pusing karena terkadang harus duduk menghadap belakang, pada akhirnya saya lulus dengan predikat : tidak pernah mabuk dengan memuaskan.

Setelah latihan selama SMA itu, berangsur-angsur penyakit  mabuk saya berkurang. Saya merasakannya ketika menikmati perjalanan Bus Surabaya-Kertosono, selama 4 tahun, semasa kuliah.

Salah satu tips sukses untuk menghindari mabuk dari saya  adalah tidur. Logikanya sederhana, Ketika saya tidur maka saya tidak melakukan aktivitas lain, tak terkecuali mabuk.  Obat-obatan seperti antimo mengandung dimenhydirinate punya efek sedatif (mengantuk).  Dengan tidur saya tidak peduli dengan goncangan utrikulus dan sakulus dalam telinga, juga saya tidak dipusingkan dengan gerak semu pohon-pohon di pinggir jalan yang seakan-akan berlari cepat menjauh. dengan tidur saya tidak akan ada ketimpangan antara rasa dan gerakan.  Dengan tidur di dalam bus maka saya tidak mabuk. Luar biasa.

Bagaimana agar bisa tidur di dalam bus?  Antimo, atau obat tidur? No. Saya tidak suka obat.  Saya punya tips tersendiri agar bisa tertidur di dalam kendaran. Pada awalnya bentuk  usaha untuk bisa tidur di dalam bus adalah dengan melakukan ritual “begadang sampai pagi”. Hal ini bertujuan agar besok saya terpaksa mengantuk, dan secara ihlas tertidur. Dan itu di dalam bus.

Sekarang, bisa dikatakan saya jarang punya masalah dengan penyakit mabuk perjalanan. Tapi kemampuan saya tidur di dalam kendaraan terus mengalami perkembangan. Tidak hanya di dalam bus, dan kendaraan umum lain. Bahkan pada kendaraan pribadipun (sepeda motor) saya juga bisa  berkendara  dengan mengantuk dan (bahkan) sesekali tertidur.

Balyandra, Numpang Bahagia dan Solo

Fathi Balyandra Muhammad.

Tanggal 14 Juli 2011 kemarin adalah ulang tahun pertama pernikahan kami. Tiga hari sebelumnya kado luar biasa kami terima, seorang anak laki-laki yang sehat jiwa raga dan sempurna fisiknya.  Lengkaplah sudah kebahagiaan kami. Kebahagiaan yang pasti diidam-idamkan oleh setiap suami-istri. Continue reading ‘Balyandra, Numpang Bahagia dan Solo’

Demi

struggle

Kekuatan sebuah cinta dan cita-cita yg berpijar pada jiwa,
mampu membawa jasad yang ringkih menembus belantara hutan,
ditengah pekatnya halimun dan gelegar halilintar.

Wahai para sang pencinta.
Aku menyambut cinta kalian dengan cinta yang tak terpucatkan suhu minus,
ataupun mendidihnya otak yang tak henti disengat bertubi-tubi impuls.

Inilah hidup.
Aku sangat merasa, hidup.

Di atas SumberSelamat d.h.Sumber Kencono.
Nganjuk – Solo
November 24,2011 at 7:32pm

Ringkih

raga ini hanyalah saripati tanah.
dan cenderung mengajak mendekat kembali ke hamparan tanah.
apalagi saat jiwa terrampas lelah.
pergi.
raga yang tinggal jasad ini terkulai.
ambruk.

Tuhan,
-kalau boleh- aku belum ingin istirahat.

Shobirin Saerodji
Solo, November 18, 2011
 
ada sebuah kata-kata bijak :
ar-rohatu fii tabaadulil a’mal.
istirahat itu di pergantian aktivitas / pekerjaan.
Jadi sebenarnya dengan berpindah aktivitas kita sudah beristirahat.
Kadang kita merasa capek bekerja di depan komputer, kemudian kita melaksanakan istirahat dengan bermain dengan anak kita, atau dengan tidur. dan itu semua itu adalah aktivitas. Maka mari kita beristirahat dengan berpindah ke aktivitas lain yang juga bermutu dan produktif.
kita akan benar-benar beristirahat, mungkin setelah nanti ketika kita tidak memikirkan masa yang akan datang dan masa yang telah lalu.
 
wallahu a’lam bisshawab.

RIngkih

raga ini hanyalah saripati tanah.
dan cenderunh mengajak mendekat kembali ke hamparan tanah.
apalagi saat jiwa terrampas lelah.
pergi.
raga yg tinggal jasad ini terkulai.
ambruk.

Tuhan,
-kalau boleh- aku belum ingin istirahat.

Segitiga

Sudut satu/

kita bangga-banggakan diri
mematut kesucian diri di hadapan lantai kotor tak berdaya
menaikkan derajat perjuangan pribadi di tingkatan ihlas yang abstrak
menempatkan diri pada posisi kepuasan yang berdasar teori konsep syukur
sebenarnya ini nikmat anugerah ataukah hukuman yang sirri?

kita tertawa lepas
menikmati kata-kata ajaib: kita sukses!
dan dengan meyakinkan meyimpulkan : Tuhan Meridhoi langkah kita.

sudut dua/

Aku berdiri di sini kelihatannya hanya berdiri
tapi hakekatnya aku berputar-putar
mencari dimana jatuhnya butir tasbih yang katanya ruh itu
ruh semua tujuan bergerak
ruh semua dasar berpikir
ruh yang membuat kita bercengkerama di medan perjuangan ini.

Lihatlah,
lihatlah rantai tasbih ini
Tak beraturan, lunglai diuntai benang berujung
Ujung yang menggerogoti satu persatu komponen kita.

Lihatlah rantai tasbih ini,
Tergeletak tak berdaya, merasa tak ada arti
Hilang hakekat fungsi, mati.

Apakah kau masih membanggakan indahnya manik-manik rantai itu?
Apakah kau masih memuji-muji gemerlapnya mata tasbih yang memang berkilau itu ?
Apakah kau masih dengan berteori syukur dan menempatkan tasbih itu di tempat dzikirmu setiap waktu?
Apakah indah wajah di cerminmu telah memalingkanmu dari merasakan dan mendengarkan jeritan hati yang terdalam?
Kawan,mari kita merenung.

Sudut Tiga/

Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja dengan penuh kesungguhan menuju Tuhanmu dan pasti akan kamu menemui-Nya” (QS 84:6).

ar-rahmat-pada suatu petang.

Chord untuk September

Harmony

Harmony

September, mari kita lanjutkan awalan Am yang sederhana kemarin dengan Dm yang juga sederhana.
Karena dengan kesabaran, kesederhanaan itu akan mengantar pada awalan F yang menyenangkan.

Walaupun kadang Fm sebagai variasi hidup menggoda kesungguhan langkah.
Tapi yakinlah, jika kita bertahan, lompatan G yang spektakuler akan menyandingkan kita kepada maqam E yang damai.

Ini adalah harmoni hidup.
Mari kita nikmati sambil menyela dengan melodi-melodi ikhlas.
Sehingga lirik yang terbunyi adalah dzikir syukur yang sangatlah nikmat.

Sisa September, mari kita bernyanyi.

Atap Pondok Pinang Pada Sebuah Malam
Monday, September 19, 2011, at 2:06 Pm

Shobirin Saerodji

Merdeka, Pahlawanku!

pahlawan-bangsa

sumber gambar :

Nikmati doa-doa dari para penerusmu hari ini.
Semoga kau tak kecewa dg apa yg kami lakukan hari ini.

Selamat atas lakumu di masa lalu.
Nasib baikmu sulit ku samai
untuk menyerahkan segenap hidup dan keyakinan.
Demi kemapanan bangsa dan anak cucumu.

Bapak, kakek, dan nenek, salam buat kawan-kawan mu di sana.
Anak dan cucumu masih berusaha semampu diri melanjutkan perjuanganmu.

Allahuakbar!
Merdeka!

Bojonegoro, 16 Agustus 2011
Shobirin Saerodji

Lumrah

sumber gambar diambil tanpa ijin yang punya. Jika keberatan akan saya hapus.

Lumrah,

kalau memang harus naik dan turun

namanya juga jalan pulang

Sesekali menikung sesekali kali lurus

tergantung pilih rute mana yang dimau

 

Lumrah,

karena memang medan yang dipilih begini

kadang tarik gas penuh, kadang rem diinjak kuat

apalagi ini jalan raya, bukan milik pribadi

sesekali mendahului, kadang juga didahului

 

Gusti, lumrah kan jika sekarang aku teristirahat di tepi jalan

karena ada pohon rindang yang menyejukkan,

karena perjalanan ini cukuplah jauh?

 

Gusti, lumrah kan jika kemudian aku tergesa-gesa melanjutkan perjalanan sambil mengumpati diri sendiri, karena tersadar bahwa aku terlalu lama terlena dalam istirahatku itu?

 

Gusti, aku ini kan hanya manusia lumrah seperti yang Njenengan Kersaaken

Aku yakin Engkau Maha Memahami kondisi mahluk lumrahmu ini.

 

Ar-Rahmat-Bojonegoro
Ramadhan ke 9, 1432 H.
Agustus 9, 2011 M

 

Shobirin Saerodji

Pengumuman OSN SMP (Seleksi Provinsi) tahun 2011

Hasil seleksi peserta OSN tingkat propinsi tahun 2011 telah diumumkan. Alhamdulillah SMP  Plus Ar-rahmat melanjutkankan tradisinya untuk berpartisipasi menjadi Peserta OSN X 2011 di Manado. Dua siswa SMP Plus Ar-Rahmat itu adalah:

1. Muhammad Adi Mulia, bidang Biologi, dan

2. Mochammad Bagas Setya Rahman, bidang IPS.

Selamat buat Adi Mulia dan Bagas Setya, semoga perjuangan di Manado membawa berkah untuk pondok Ar-Rahmat tercinta.

Berikut link download pengumuman OSN X Manado, 2011.

1. Bidang Matematika

2. Bidang IPS

3. Bidang Fisika

4. Bidang Biologi

Selamat buat para siswa dan sekolah yang berhasil lolos. Semoga Manado bersahabat dengan kita di tahun 2011 ini.(choby)

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung


Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan


Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami


Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian


Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Usia Balya Sekarang!

Fathi Balyandra Muhammad Lilypie First Birthday tickers

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 142,137 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.