Maka Sekarang Bersabarlah!

Semua hampir sudah terlewati
Tengoklah lagi sejenak yang sudah terjadi

Apakah Aku selama ini menyuruh-gegaskan kamu
Apakah Aku selama ini Menyusah-tunggukan kamu

Kurang mudah yang bagaimanakah?
Kurang indah seperti apakah?
Kurang cepat seperti siapakah?
Kurang nikmat semisal disurgakah?

Sudahlah, biarkan Aku yang menata semua langkah
Maka sekarang belajarlah!
dan kemudian,
Maka sekarang bersabarlah!

Bojonegoro, 22 Januari 2010
Shobirin Saerodji
__________________

Fasbir Sabran Jamila
- Menuju Proyek Akhir Januari
- Menyusun Proyek Lanjutan

Refleksi dan Injeksi (part IV)

ADA salah satu komentar pada tulisanku terdahulu, bahwa sekarang kok banyak tulisan pendeknya. Memang Kawan, keinginan untuk menulis panjang dalam beberapa bulan ini tidak begitu tersalurkan. Bukan karena apa-apa, masih seperti yang pernah ku katakan dulu, aku masih belum bisa berkompromi dengan tugas-tugas (tambahan) baruku yang mendadak membuat schedule rutin selama ini kocar-kacir.

Hari ini aku ingin meneruskan tradisi yang sudah berjalan 2 tahun ini. Apa itu? menulis akhir-awal tahun. Ya, itung-itung muhasabah/introspeksi menengok ke belakang dan sedikit melongok beberapa langkah  ke depan untuk  mendapatkan nyawa (alasan hidup) ke depan.

Refleksi

Warning 4/5 tahun.

Sebenarnya hal ini sudah aku ceritakan dulu pada tulisan Flashback in CPNSLanjutkan membaca ‘Refleksi dan Injeksi (part IV)’

aku ingin tidur sebentar saja

lama aku tidak merasakan ini
4 tahun berselang paling tidak
padahal dulu, sebulan sekali hampir pasti
rasa ini menghampiri dan menyalak-nyalak

seperti jam pasir yang tunduk gravitasi
aku tergilas waktu dan tumpukan rutinitas yang mendesak-desak

tubuh tergeletak lemas,
kepala terbalik-balik,
jasadku kalah,
pikiranku terbang tak keruan,
bernostalgia dengan masa lalu,
melayang-layang dan tertidur,

aku capek..
aku ingin tidur…
sebentar saja…

Shobirin Saerodji
Bojonegoro, 26 Desember 2009
Maafkan aku Pengabdianku, Jasad (tanah)ku ternyata punya tuntutan tersendiri, yaitu mendekat bumi.

apa lagi ini?

Mata terpejam
telinga terbuka lebar
hati dingangakan
tapi, tak ada yang berkemirisik terdengar
tak ada sedesirpun rasa tergetar
yang ada hanya hentakan mulut dan lidah yang saling berpukul-pukul

kepala terlempar-lempar
otot terasa terbakar-bakar

tiba-tiba mata terbuka
aku mendapati diriku dalam keadaan terkapar

apa lagi ini?
aku tidak paham

Shobirin Saerodji
Balen, 16 Desember 2009

maka sekarang belajarlah

kau singkirkan satu duri dari jalan yang kau lewati,
tanpa sadar duri itu kau lempar ke jalan yang lain yang lebih lebar.

Sadarilah, jalan yang kau lewati sangatlah sempit.
’saking” sempitnya, membuat kau merasa meyelamatkan, padahal mencelakakan.

Ah, dunia …
segalanya serba relatif
karena hanya Tuhan Yang Mutlak

Tuhan hendak membuatmu mengerti
apakah kau benar-benar mengerti tentang apa yang akan kau jalani.
apakah benar kau ini sudah siap menempuhnya.
pengalaman kecil itu adalah trailer pengembaraanmu ke depan.

Tuhan juga hendak mengajak kebijakanmu untuk berbicara.
Bilamanakah sebuah kekuatan diri yang bernama ego bisa berkompromi dengan beratus-ratus ego yang seragam.

Dan Tuhan pastinya mengingatkan kamu,
tentang dulu yang kau sebut tawadhuk dan tawakkal.
nampaknya kau sudah mulai lupa

maka sekarang ingatlah.
maka sekarang belajarlah.

shobirin saerodji
setelah kepulangan dengan malam yang exiting
Senin, 14 Desember 2009

Harus Ringan

lagi, semua menjadi terasa berat.
padahal, semua bisa ditimbang ringan.

berat, karena tidak disandarkan pada sandaran Yang Sempurna
karena hati sedang tersandar pada sandaran yang tergoyah.

maka berat adalah hasil yang terasa
maka susah adalah rasa yang tercipta

ah, aku bisa menyelesaikan semuanya.
aku bisa.
ini belum seberapa.
ini belum apa-apa.
ini hanya urusan dunia.
yang jika kutinggal mati habis perkara.

(se)harus(nya) aku ringankan
(se)harus(nya) aku selesaikan

- Ar-Rahmat-
1/12/2009

A Complicated Change

Kawan, berikut ini adalah status Facebook saya kemarin (24/11/2009):

Kadang memang jalan panjang yang terbentang di depan itu terlihat menakutkan. Padahal, jalan yang sudah dan baru saja kita lewati mungkin [dulunya kita anggap] lebih menakutkan. Hakekatnya (menurutku), kita hanya dipaksa oleh Takdir (Allah) untuk melangkah dengan perubahan-perubahan. Dan untuk perubahan itu resikonya adalah pengorbanan yang [bisa jadi hanya seolah-olah] luar biasa berat.

Dan berikut adalah sebuah notes milik seseorang yang saya anggap relevan dengan tulisan saya di atas.  (catatan:  Sudah mendapat ijin dari Si Penulis).

Perubahan memang senantiasa dilakukan oleh sebagian besar orang.  Karena memang perubahan itu dibutuhkan oleh orang tersebut agar bisa memperbaiki kualitas hidupnya. Namun, seringkali di awal perubahan itu terjadi, akan terasa sangat berat dan seolah-olah tidak mungkin (akan) terjadi perubahan.

Terjadinya sebuah perubahan memang mutlak diperlukan niat tulus dari orang yang bersangkutan. Namun, tidak dapat dipungkiri, sebuah perubahan bisa terjadi juga memerlukan orang lain yang senantiasa memotivasi dan membimbing(nya) orang melakukan perubahan menuju ke arah lebih baik. Karena tak jarang orang yang sudah punya niat tulus untuk berubah (tersebut) belum dipertemukan dengan orang lain yang bisa mendukung, maka (menyebabkan) perubahan tersebut akhirnya urung dilakukan.

~ It’s all about change, a complicated change ~

Apakah benar-benar ada korelasi?

[...]

Manis-manis, Manis.

Matahari sepertinya sedang memandangku dengan seksama,
Ada keganjilan yang tidak biasa.

Sadar aku diperhatikan.
Kukatakan kepadanya bahwa aku sendiri juga heran mengapa aku begini. Lanjutkan membaca ‘Manis-manis, Manis.’

Flashback, mengenai CPNS.

Setelah lama tidak bercerita lewat posting blog, bingung juga memilih cerita yang akan ditulis. terlalu banyak yang ngendon di otak.

Biarlah tulisan kali ini mengalir seperti air sungai.

Flashback, mengenai CPNS.

Sejak pengumuman test CPNS bulan desember tahun lalu, aku merasakan beberapa hal yang luar biasa.

Entah sedikit ada kesombongan atau tidak (terselip dalam tulisanku kali ini) aku hanya ingin berbagi cerita.

Melalui sekuel tulisan ku Tetap Air I, II dan III sebenarnya aku telah menceritakannya.

Setelah anugerah Allah berupa lolos CPNS yang sulit untuk kuprediksikan, anugerah besar lagi yang kuterima adalah Lanjutkan membaca ‘Flashback, mengenai CPNS.’

Tak Cukup Dua Mata

di atas langit ada langit.
setelah laut ada lagi samudera.
dunia tak lagi kupandang hanya dengan dua mata.
karena ternyata kesempitan selama ini tercipta dari sana. Lanjutkan membaca ‘Tak Cukup Dua Mata’

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung


Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan


Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami


Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian


Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

cicak-lawan-buaya1.jpg

banner blogger Nganjuk orange

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 81,592 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos