Ya Amplop – ya amplop

PESTA pernikahan memang tidak bisa dipisahkan dengan angpaw pernikahan (dalam bahasa Jawa, kami biasa menyebutnya Duit Buwuh). Entah sudah berapa lama budaya buwuhan ini dimulai. Yang jelas dengan adanya budaya ini saya sering mendengar tetangga saya, -terutama ibu-ibu- mengeluh karena musim buwuh sudah datang. Artinya kocek harus dirogoh lebih dalam dalam bulan-bulan ini.

Saya tidak akan membahas mengenai adat buwuhan, ataupun memperbincangkan keluhan ibu-ibu mengenai nasib kocek mereka akibat buwuh. Saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya seputar buwuhan pada pernikahan teman-teman saya.

Awal mendapat undangan pernikahan atas nama saya sendiri, saya masih duduk di bangku kuliah. Sebagai mahasiswa tentu angpaw/buwuh bukanlah hal yang wajib dalam menghadiri pernikahan. Apalagi hadir ke acara pernikahan bareng-bareng sama teman-teman sekompi. Cukup datang, makan, ngobrol, lama…. dan pulang dapat jajan. Selesai, tanpa sungkan, karena temannya banyak. Atau, paling  banter patungan buat beli kado yang besar di atas namakan temen se kelas yang jumlahnya 40-an orang.

Tak ada amplop ….

Pernah suatu ketika,  ketika pulang kampung, saya diajak temen SMP saya, untuk menghadiri pernikahan salah satu teman SMP kami. Sampai di rumah Sang Pengantin, eh, ternyata ketemu temen-temen kami yang lain. Akhirnya reuni kecil-kecilan dan gratis. Ketika sinyal untuk pamitan di keluarkan dari salah satu temen, dan di sambut dengan aksi merogoh kocek, masing-masing. Semua pada mengeluarkan amplop putih. Waduh saya kelabakan, karena tidak siap amunisi. Sebenarnya isi sih siap, tapi amplopnya gak ready. Ide briliant terbersit… “aku numpang ke kamar kecil bisa?” ah, akhirnya sambil keluar, kusambar kotak kertas bungkus jajan di meja.  Masuk ke kamar mandi, buka dompet, dan sobek kotak bungkus jajan, dengan sedikit editing, jadilah Angpaw.

Walaupun di tangan terasa tebal, asal ditangan terasa kertasnya, salam tempel waktu pamitan pulang Sukses Tanpa Menanggung Ragu dan Malu.

Tak ada amplop tapi ada daun pisang ….

Kisah yang kedua, adalah menghadiri pernikahannya Nadi-ABSI di Lamongan. Nadi-ABSI adalah temen sekelas waktu kuliah. Ceritanya, saat itu saya sudah tidak berniat menghadiri pesta pernikahannya. Karena rombongan teman-teman terpecah menjadi dua kubu karena acara pernikahan Rima-ABSI di Trenggalek sana. Apalagi posisi saya di Nganjuk, pas mau balik ke Bojonegoro.

Tidak tahu (lupa) kenapa saat itu ba’dal isya’ akhirnya saya bisa sampai Lamongan Kota. Ketika menghubungi Toni-ABSI, ternyata dia dan Rino-ABSI sedang menghadiri pesta pernikahannya Nadi-ABSI. Karena saya belum tahu rumahnya maka saya nunggu di jemput ditempat yang kami sepakati. Sambil nunggu, saya mampir di sebuah counter pulsa, ngisi pulsa dan iseng-iseng ngambil brosur. Sambil nunggu Rino-ABSI dan Toni-ABSI, saya baca-baca brosur itu, isinya promo gila-gilaan. masak tarif nelpon ditulis tebal dan besar 0,00000000…01.

Setelah menunggu cukup lama juga, akhirnya Rino dan Toni muncul juga. Akhirnya kami bertiga menuju rumahnya Sang Pengantin. Ternyata rumahnya lumayan masuk jauh, sepanjang jalan bertepikan tambak.

Akhirnya sampai juga..trus ngobrol banyak sampai saat pulang pun, datang. Sinyal pertama, saya yang me-release, karena saya harus balik ke Bojonegoro. Tapi, respon kedua teman saya malah santai-santai. Dan guyonan ala ABSI semakin malam semakin gayeng.  Saya lupa waktu.

Malam semakin larut, akhirnya disepakati saya tidak langsung pulang melainkan nginep di rumahnya Toni-ABSI yang tidak begitu jauh dari rumahnya Nadi-ABSI.  Ketika mau pamitan, saya bisik-bisik ke Rino-ABSI, menanyakan apa dia punya amplop lebih. Karena seperti biasa saya tidak menyiapkan amplop. Rino menjawab dengan menggeleng. “Ah, ide lama terpaksa dipakai lagi” gumam saya dalam hati. Tapi, saya jadi bingung lagi, karena, tolah-toleh kiri-kanan, tidak ada kotak jajan, tidak ada kertas, tidak ada sesuatu yang bisa menjadi bungkus angpaw. Kemudian jurus lama dipakai, “Nad, aku numpang ke kamar kecil”.  Sambil berjalan ke kamar kecil, siapa tahu ada yang bisa disambar buat bungkus angpaw.

Tapi sial, sepanjang jalan menuju kamar kecil. melewati dapur yang isinya ibu-ibu dan daun pisang bekas tutup makanan. “ah…masak daun pisang, ntar tidak terasa kertasnya?” sambil menyambar satu sobekan helai daun pisang.

Akhirnya saya melangkah masuk kamar mandi dengan sobekan daun pisang.

Tetapi, Allah Swt. memang memberi rizki/karunia/ide dari jalan yang tidak disangka-sangka. Ketika mau mengambil duit, di saku celana saya, ada kertas bertuliskan angka hitam besar 0,00000000…01. Ah… Bintang Kejora!

Saya buang daun pisang, Brosur Kartu GSM itupun jadi bungkus uang. Allahuakbar!

Tak ada amplop, tapi … .

Cerita yang ketiga ini masih hangat, baru terjadi tadi sore. Di acara nikahannya Toni-ABSI, Lamongan. Kali ini kawan-kawan ABSI lumayan banyak. Sebelum berangkat ke rumahnya Toni-ABSI, kami ngumpul di rumahnya Rino-ABSI, yang lumayan dekat dari rumah sang pengantin dan aksesnya relatif mudah.

Rino-ABSI memang orang yang pintar belajar dari pengalaman (minimal urusan amplop angpaw-lah), tidak seperti aku. Ketika mau berangkat, Rino-ABSI menawarkan siapa yang butuh amplop. Beneran, ternyata yang tidak bawa cuman aku saja. Kali ini aku sukses mempersiapkan angpaw.  Saya tulisi amplop dengan nick name, Nomor Induk Mahasiswa (walopun sudah lulus), Nomor Urut Keanggotaan ABSI, dan tidak lupa tanda-narsis-tangan. berangkat!.

Sampai di rumah Toni, kami disambut oleh bapak-ibu, juga Sang Kedua Mempelai tentunya. Walaupun beberapa sudah punya anak, banyolan-banyolan khas ABSI masih terproduksi dengan sukses. Alhasil, kami, terutama saya, ngakak-gak-karu-karuan. sampe otot rahang saya capek, dan perut saya mules.

Setelah puas ngobrol, ngakak, dan foto-foto, kamipun pamit.
Semuanya sudah dipersiapkan dengan rapi, dan saya dengan sikap tenang memegangi kantong saya. Memastikan kalau angpaw siap disalam-tempelkan. mendapat urutan paling akhir, saya bersalaman dan berpelukan layaknya kami akan pergi jauh keluar pulau. kami senang dan bahagia hari ini. sampai Rino menuliskan dalam profil facebooknya :

“Senengnya reuni di acr nikahan TONI.. Ada cobirin.fiz.elga.puji.eko.agus.bokir.nadi serasa absiholic”

Kamipun pulang.  Saya memisahkan diri, karena arah tujuan berbeda. Bojonegoro.

Sekitar dua jam di perjalanan, akhirnya saya sampai di pondok. Badan capek, langsung mau mandi. Kulucuti baju dan celana. Sarung kupakai. Dompet ku ambil dari saku, HP dan Headsetnya tak keluarkan dari saku.

Kurogoh saku, “kok ada kertas?”

kuambil. “Lho kok amplop?”.

kulihat “Shobirin S, 013204038, ABSI-11” lengkap dengan tanda-narsis-tanganku

gubraks…Lhohhh….kok masih di saku? lha tadi yang tak kasihkan Toni- kertas apa?*&^%$#@+… .

Bojonegoro, 14 Juni 2009.
Sepurane, Toni&Ifa.
Semoga diberi Kemampuan Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah.

Tambah Kurus

Seharusnya, setelah menjadi calon pegawai yang diangkat pemerentah hidup saya semakin bertambah nyaman dan makmur. Dan salah satu indikatornya -biasanya- adalah tubuh bertambah subur dan tambun. Hal ini ternyata tidak berlaku bagi saya.

Dalam beberapa hari ini, sudah beberapa orang yang bilang kalau saya bertambah kurus.  Salah satunya adalah wali santri yang juga teman guru. Dan ternyata ketika hari ini ada alat timbang badan nganggur, iseng-iseng saya nimbang, Lanjutkan membaca ‘Tambah Kurus’

Pengumuman PSB SMP Plus Ar-Rahmat 2009

Walaupun telat posting, tapi saya kira tidak masalah. Karena setelah saya melirik  widget ]}teratas ternyata posting pengumuman PSB tahun kemarin banyak yang akses.

Maka walaupun telat semoga bermanfaat.

Silahkan bagi anda yang ingin download :
1. SK PSB 2009

2. Lampiran SK PSB 2009. Lanjutkan membaca ‘Pengumuman PSB SMP Plus Ar-Rahmat 2009′

Lima Siswa Ar-Rahmat mewakili Kabupaten Bojonegoro dalam OSN Propinsi

Alhamdulillah. Tahun 2009 ini sebanyak lima santri ar-rahmat berhasil lolos dalam seleksi peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan bulan April lalu.

Kelima santri tersebut adalah : Lanjutkan membaca ‘Lima Siswa Ar-Rahmat mewakili Kabupaten Bojonegoro dalam OSN Propinsi’

Hasil OSN SMP Kab/Kota 2009 Propinsi Jatim.

Setelah berminggu-minggu hanya mendengar kabar tanpa bukti, akhirnya keluar juga daftar peserta OSN SMP yang dinyatakan lolos tingkat kabupaten/kota dan berhak menjadi peserta OSN tingkat propinsi. Lanjutkan membaca ‘Hasil OSN SMP Kab/Kota 2009 Propinsi Jatim.’

Tetap Air III

kuserong ke kanan
kutabrak tembok cadas
aku terluka
aku ikuti lagi setapak jalan ini
kuserongkan ke kiri
kutubruk lagi dinding kegagalan
memaksa aku kembali melangkah ke depan
mengikuti anak tangga yang sempit ini
anak tangga yang terus mendaki dan sempit
tanpa cabang dan tikungan.
yang mengantarku sampai di sini
dengan cepat.

hebat..
aku air, hanya diam Lanjutkan membaca ‘Tetap Air III’

Tetap Air II

ku tahu, bagimu oksigen seakan menjadi zat hidup yang paling berjasa.

apakah bagimu air tidak seberjasa bagi hidup semisal oksigen?

aku tahu perjuanganmu adalah kesusahan yang bertubi-tubi,

melewati maqam akar, batang dan daun.

bagimu, apakah itu adalah suatu penyebab  kemutlakan untuk sebuah perubahan hakekat dan atau sebuah bentuk pemaksaan agar keinginanmu terpenuhi?

apakah bagimu semua daya usahamu adalah penentu proses perjalananmu?

kalau fotolisis adalah kepentingan bagimu yang kau ketahui

dan transpirasi adalah kepentingan bagimu yang tak kau ketahui

tahukah kau apa beda fotolisis dengan transpirasi?

yang membuatmu mulia dan hina bukan wujud air atau oksigen.

jika jadi air apa yang kau jasakan?

jika kau oksigen apa yang kau perhambakan?

jika Dia sudah menempatkanmu, itulah maqammu.

Bojonegoro, 19 April 2009

Tetap Air

Mengapa greget-motivasiku terekskresi?
Mengapa sumringahku delesi?
Bagai air yang sudah susah berjalan jauh dari dalam tanah ke akar,
terus ke batang pohon kelapa nan tinggi …..
tiba-tiba stomata membuka dan aku tertranspirasi…..
bukan terfotolisis.

aku tetap menjadi air….
bukan oksigen yang kucitakan
melainkan tetap menjadi air…

tetap hakekatnya, hanya berubah wujudnya

Bojonegoro, April 15 2009
at 5:19pm

Penerimaan Siswa Baru SMP Plus Ar-Rahmat 2009

Kawan, sekedar Info bagi yang punya keponakan, putra, adik, saudara, atau siapa saja lulusan SD dan yang penting berjenis kelamin Laki-laki. Info PSB dari SMP Plus Ar-Rahmat, Bojonegoro berikut ini mungkin berguna. Lanjutkan membaca ‘Penerimaan Siswa Baru SMP Plus Ar-Rahmat 2009′

SEPERTI BERMAIN GITAR

Seperti bermain gitar,
Dengan dawai berjajar diam yang tidak sama besar
kadang ku sentuh dengan lembut
kadang ku cabik dengan kasar

mengapa tidak hanya dengan kelembutan? Lanjutkan membaca ‘SEPERTI BERMAIN GITAR’

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...
Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan. banner blogger Nganjuk orange

]}Campaign

}} Kategori Tulisan

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 67,300 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos

Kalender

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031