Arsip untuk Agustus, 2007

Prestasi Baru Ar-Rahmat ~ Part II (lanjutan)

Prestasi Baru Ar-Rahmat ~ Part II (lanjutan)

Alhamdulillah Tuhan seru sekalian alam…

Berangkat pukul 05.30 WIB (Sabtu, 25 Agustus 2007) dari Bojonegoro menuju UNESA Kampus Ketintang Surabaya membawa harapan yang pas-pasan untuk pulang menjadi juara. Dengan perut yang masih keroncongan Hafidz Indra Bahtiar (9A) dan Adib Ghani Sila N.C. (8B) kami (Ustad Wahab, Ustad Insan dan saya) antar menuju medan laga semi final Olimpiade Fisika Se Jawa Timur yang diadakan oleh BEM J Fisika Unesa. Setelah kurang lebih 3 jam akhirnya kami sampai di Kampus FMIPA Unesa sebagai Tim yang paling akhir datang.

Babak semifinal ini di ikuti oleh 38 Semifinalis yang berasal dari 7 rayon kota di jawa-timur (SBY, Lamongan, Probolinggo, Jombang, Madiun, Tulung agung, dan Madura). Selama kurang lebih 2 Jam semua peserta mengerjakan 7 soal essay. Dari 38 semifinalis ini hanya diambil 4 Finalis saja yang akan di adu di babak final nanti. Pertarungan yang sangat menantang, karena para peserta dari Surabaya di dominasi oleh SMPK Petra, dan yang dari rayon Lamongan ada SMP N I Tuban.

Semifinal

Mengapit Cewek Tuban:: Adib Ghani SNC dan Hafidz Indra B (berbaju Pramuka) di babak Semifinal

Akhirnya setelah menunggu sampai habis dhuhur, tibalah juga pengumuman hasil semi final. Dan hasilnya Hafidz Indra Bahtiar lolos di peringkat 3 sementara Adib Ghani SNC diperingkat 16.

Bersaing dengan siswa SMPN I Ponorogo dan SMPN I Tuban, Hafidz pada babak Final yang berisi Uji Praktek dan cepat tepat itu dapat di akhiri dengan menunjukkan komulasi nilainya di peringkat kedua, dibawah SMPN I Ponorogo dan di atas dua finalis dari SMPN I Tuban

Juara II

Terima kasih Anakku,

SELAMAT ATAS PRESTASI MU semoga ini benar-benar anugerah untuk eksistensi Perjuangan PONDOK KITA, AR-RAHMAT tercinta!Amin. (Choby)

Prestasi Baru Ar-Rahmat

 

Alhamdulillah beberapa bulan ini sekolah kami berhasil meraih prestasi yang cukup memuaskan. Bukan untuk sombong-sombongan, tapi agar lebih bersyukur (barangkali) dengan menuliskannya di sini. Semoga kami tidak termasuk manusia yang sombong dan membanggakan diri.

1. Olimpiade Sains Nasional

Alhamdulillah, sebagai ajang tahunan yang cukup bergengsi, kami berhasil menembus tingkat kabupaten. Delegasi dari SMP PLUS AR-RAHMAT berjumlah 4 anak. Masing-masing yaitu :

 1. Fisika*               : Hafidz Indra Bahtiar (IX A) dan Abdullah Al-Hazmy (IX B)

2. Biologi                : Assayid Muh. Haqqi Annazili (IX B)

3. Matematika        : Abdul Fatih (IXA)

* khusus untuk fisika kami dapat kesempatan mengirim 2 delegasi, karena salah satu murid kami (Hafidz I.B) adalah siswa binaan Science Center ITS sehingga dapat surat sakti dari Science Center ITS.

Dari 3 bidang studi (Matematika, Fisika, dan Biologi) yang dipertarungkan, Alhamdulillah Fisika kami berhasil meraih peringkat I (Hafidz)dan III (al Hazmy), Biologi mendapat peringkat II (Assayid). Sedangkan untuk delegasi matematika masih belum berhasil. Dari 3 terbaik masing-masing bidang studi berhak mewakili kabupaten untuk mengikuti seleksi di tingkat propinsi. Dengan hasil tersebut, maka Ar-rahmat adalah sekolah yang mengirimkan delegasi terbanyak untuk mewakili Kab. Bojonegoro ke Propinsi pada bulan juli kemarin.

Hanya saja, tahun ini kami masih belum berhasil mengulang sukses seperti tahun lalu menembus Tingkat propinsi. Tetapi that is not big problem, kegagalan adalah sukses yang tertunda.

2. Siswa Berprestasi

Selama sekolah kami berdiri (4 tahun yang lalu), sudah 3 kali ini kami mengikuti event Kompetisi Siswa Berprestasi tingkat Kabupaten. Alhamdulillah selama 3 kali event tersebut kami selalu pulang dengan membawa kemenangan. Event siswa berprestasi tahun ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Agustus 2007 bertempat di SMPN 5 Bojonegoro. Tahun ini siswa yang mewakili siswa berprestasi dari SMP Plus Ar-rahmat adalah Hafidz Indra Bahtiar (IX A).

Alhamdulillah dengan persiapan yang serba terbatas, di bawah bimbingan Ustad Wahab, akhirnya mampu membawa pulang juara II.

Sehingga melengkapi prestasi di awal tahun pelajaran 2007-2008 ini.

Diskografi Hasil Kompetisi Siswa Berprestasi.

Tahun 2005 : Peringkat 3 (Arif Syaifurrisal)

Tahun 2006 : Peringkat 2 (A. Basshofi Habieb)

Tahun 2007 : Peringkat 2 (Hafidz Indra Bahtiar)

Walaupun masih belum Juara I, tetapi paling tidak kita masih mampu mempertahankan prestasi ini, karena Mempertahankan lebih sulit dari pada meraih :)

3. Olimpiade Fisika Se-Jawa Timur (BEM-J FMIPA UNESA)

Setelah mendapat ACC dari Kepala sekolah, akhirnya Ustad Wahab berani mengirimkan delegasi memenuhi undangan BEM J Fisika Unesa untuk mengikuti Olimpiade Fisika se- Jawa timur yang babak penyisihannya dilaksanakan di SMP N I Babat (untuk rayon Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban). “Kita ini hanya targetnya hanya jajak medan saja” kata ustad wahab, sebagai pembina tim Olimpiade Fisika. Kali ini yang kami di kirimkan adalah siswa kelas IX yaitu Hafidz Indra Bahtiar, yang sudah menjadi Langganan Juara Fisika di kabupaten, dan satu lagi dari siswa kelas VIII, Adib Ghani Sila Nur Cahya (VIIIB), sebagai bibit baru yang sudah terasah di tingkat Kabupaten sebagai Juara I Olimpiade Fisika yang diselenggarakan MGMP Fisika Kab Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Alhamdulillah, Target jajak medan kami berbuah yang lebih manis dari dugaan sebelumnya. Dari sekitar 100 peserta diambil 7 peserta untuk mengikuti semifinal di UNESA, kedua delegasi kami lolos; Hafidz Indra Bahtiar pada peringkat 3 dan Adib Ghani Sila Nur Cahya pada peringkat 7.

Walaupun baru babak penyisihan, kami tetap memberi applaus-penghargaan kepada para delegasi kami yang berhasil lolos ke babak final yang akan dilaksanakan pada sabtu mendatang (sabtu, 25 Agustus 2007) di UNESA. Apapun hasil akhir nanti, perjuangan kalian akan tetap akan berarti untuk Sekolah dan Pondok kita. SEMOGA BERHASIL!

4. MTQ Kabupaten

Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an yang diselengarakan DEPAG Kab. Bojonegoro beberapa bulan yang lalu dari dua orang yang kami delegasikan yaitu Rahmat Ali Hidayat (tilawah) dan M. Abdur Ro’uf (tartil), keduanya berhasil pulang membawa kemenangan sebagai Juara II.

Lomba yang sudah kami ikuti, dan masih menunggu informasi hasilnya adalah lomba dalam rangka 17 Agustus kemarin, yaitu lomba gerak jalan.

Sedangkan agenda lomba yang akan kami ikuti dalam beberapa waktu dekat ini adalah Science and Social Olympiade yang diselenggarakan oleh SMA Unggulan BPPT Darul Ulum, Jombang. Yang akan dilaksanakan awal september mendatang.

Semua Prestasi dan kegiatan tersebut adalah proses menuju kedewasaan lembaga SMP Plus Ar-Rahmat yang berdiri di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat yang masih baru seumur jagung.

Semoga perjuangan ini penuh dengan berkah dan ridloi Allah SWT.(choby)

 

 

Sang Presiden

Rino Kristiyarto:: Sang Presiden

Tulisan ini hasil editingnya Fiz-Jombang. Saya tulis untuk blognya ABSI.

Suatu ketika, di lorong yang menghubungkan dua gedung bertingkat kampus FMIPA UNESA (kemudian kami biasa menyebutnya koridor C3) terlihat sekelompok mahasiswa yang masih berseragam hitam-putih. Itulah tanda bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut masih berstatus maba atau mahasiswa baru. Hari itu adalah hari kedua para maba Biologi UNESA mengenal dunia kampus. Di antara mereka ada seorang maba yang baru pertama kali masuk. Maba itu tampak sibuk dengan jobdes-nya, berkenalan dengan teman-teman yang ada di sebelahnya. Maba itu adalah aku.
Sasaran pertama adalah….. anak yang paling aneh. Siapa?
“Fis, dari Jombang.” Katanya sambil menjabat tanganku.
“Oh, aku Shobirin dari Nganjuk” Jawabku sambil manggut-manggut.
Karena masih sangat katrok maka acara ngobrol pun masih belum tercipta. Aku memutuskan untuk hunting lagi. Kali ini aku bertemu dengan beberapa “makhluk baru” lainnya. Kalau dilihat dari cara ngobrolnya yang santai, mereka tampak sudah akrab sekali. Saat berkenalan dengan salah seorang dari mereka yang mengaku PP Surabaya-Gresik, tiba-tiba muncul sedikit uneg-uneg di benakku.
“Kalau melihat modelnya, kayaknya tipe mahasiswa seperti inilah yang nantinya lebih suka bolos, nongkrong, merokok atau pacaran daripada kuliah… heh… sudah kelihatan dari wajahnya.”
Itulah kesan pertamaku ketika berkenalan dengan seorang Rino Kristyarto (013204014). Setelah berkenalan lebih jauh dengan sosok Rino, ternyata banyak sekali “fitur unik” yang terlalu sulit diterjemahkan melalui apresiasi visual.

1. Wajah Mesum
Kenapa saya memanggil Sang Presiden, karena sebagaimana telah kita ketahui bersama (sebagai anggota ABSI atau Dharma Wanita ABSI), bahwa jabatan presiden terpaksa harus diraihnya karena di antara kami tidak ada yang dapat membawakan sifat-sifat khas ABSI hanya dengan mengandalkan visualisasi wajah.
Ingat saja pesan Nadi dalam CD cinderamata ABSI, “Jogoen nafsumu, No!” Itu bukanlah tanpa alasan, karena tanpa horny pun sebagian besar dari kami menganggap wajahnya itu sebagai “tampang mesum” (huehehe… No, ojo nesu yo…). Selain itu, karena cavital oris-nya sering merilis omongan-omongan yang agak “menjurus” maka predikat “tampang mesum” yang diusulkan oleh Dwi Fatmawati itu semakin diamini oleh teman-teman sekelas.

2. Otak Encer
Mengapa harus Rino yang didaulat menjadi Sang Presiden? Dari info yang berhasil kuperoleh menyebutkan bahwa waktu SMA dulu cowok ini pernah menjabat sebagai ketua sie Rohis (tapi sak iki koq koyo ngene?). Hmm, mungkin hal ini cukup menjadi “fitur plus” yang tidak perlu ditunjuk-tunjukkan. Ada lagi… selain kekhususan itu, ternyata Sang Presiden juga memiliki otak yang sangat encer. Di bidang akademis, sosok yang satu ini merupakan poros kutub yang tidak pernah sepi dari para pemburu tugas kuliah.

3. Berjiwa Pemimpin
Bagi kami, semester lima merupakan zona waktu yang penuh dengan mata kuliah berat. Pada periode ini Sang Presiden sempat terpilih menjadi wakil PK (PeKa = Pemimpin Kelas). Karena sebuah kendala teknis maka dengan penuh rasa tanggung jawab (atau keterpaksaan?) akhirnya Sang Presiden harus berganti peran menjadi seorang PK. Dari sinilah jiwa pemimpinnya mulai muncul menggantikan sang PK terpilih. Saat itu Sang Presiden mampu membawa kelas melewati masa-masa yang berat dengan sukses (khususnya untuk mata kuliah Mikrobiologi).

4. Tukang “Ngintip”
Sejak semester awal dia sudah mendaftarkan diri di UKM Fotografi. Katanya, “Aku kepingin daftar nang UKM AFO, hobiku jeprat-jepret.” (walaupun jiwa seninya minim sekali, bisikku dalam hati). Akhirnya hobi itu berhasil tersalurkan di UKM Aktifitas Fotografi. Banyak karya yang telah dihasilkan (No, pasangen ae nang blogmu…!). Cita-citanya ingin mempunyai studio foto sendiri di rumah. Itulah salah satu komunitas yang turut membesarkan karakter Sang Presiden.

5. Mendeklarasikan ABSI
Setelah lama kasak-kusuk tentang ABSI menyebar ke seluruh penjuru mata angin, secara tidak tertulis akhirnya ABSI memutuskan Rino menjadi yang pertama dalam komunitas ini. Berikutnya diikuti oleh sekjen, anggota, hingga dharma wanita. Tepat pada saat praktikum ekologi di pantai Parang Ireng, Alas Purwo (xx xx 2004), Sang Presiden bersama dengan semua anggota mendeklarasikan ABSI sebagai wadah komunikasi antar sesama penduduk kelas Pendidikan Biologi Reguler 2001.

6. Kisah Asmara
Setelah sekian lama hanya berani menggoda dan menggoda akhirnya klaim bahwa masa PPL merupakan masa pertaruhan untuk menentukan pilihan dianut juga oleh Sang Presiden. Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja di sebuah SMA seputaran Stadion Brawijaya Kediri sebuah kisah mulai terbentuk. Tapi sepertinya cerita indah itu harus kandas di tengah jalan karena kurang mendapat restu dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hiks…hiks…huks…hug…guk…gug… (lho, nangis opo njenggong?). Tapi live must go on. Makane No, ojo 100 %, 60 – 70 % ae…! Rino yang sukses ternyata adalah Rino yang sampai saat ini tetap stay jomblo. Ada yang mau bantu?

7. Sang Presiden yang PNS
Setelah lama bergulat dengan skripsi di bawah asuhan Dr. Yuni dan Bu Fida, akhirnya tepat di semester delapan Sang Presiden memutuskan untuk mengakhiri masa kuliah melalui prosesi wisuda purnawiyata. Gelar Sarjana Pendidikan rupanya telah menandai awal perjuangan Sang Presiden dalam melanjutkan trah guru dari kedua orang tuanya.
Melalui GTT di sebuah SMP yang berbatasan dengan gang selebar 2 meter dari tembok rumahnya, Sang Presiden mengawali karir di dunia Pendidikan. Selanjutnya, melalui tes CPNS 2006 Sang Presiden berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya memang layak menjadi seorang PNS. Jadi PNS yang bersih, tanpa campur tangan kantong kotor adalah prestasi tersendiri baginya. PNS adalah cita-cita (hampir) semua guru swasta, bahkan merupakan incaran empuk bagi calon ibu-ibu mertua. Di antara sesama anggota ABSI, Sang Presiden telah mampu menorehkan jejak keberuntungan dan perjuangan yang patut dicontoh.
Presiden ABSI bukanlah sekedar jabatan, tapi juga merupakan suatu bentuk penghargaan. Bolehlah Rino merasa telah mengundurkan diri, tapi kami semua masih menganggap bahwa engkaulah Sang Presiden! (choby)

Pilih Aku atau Roti Kering

PILIH AKU ATAU ROTI KERING

Cerita ini saya kutip (baca: jiplak) dari Kisah Syah bin Syuja’ dan Putra-Putrinya yang tertulis pada buku “Kisah Para Sufi” karya Wawan Susetya.

Syah bin Syuja’ adalah seorang sufi yang berasal dari keluarga bangsawan di kota Kirmani, sebuah kota di Persia, yaitu Abul Fawaris bin Syuja’ Al Kirmani yang biasa dipanggil Syah bin Syuja’. Ia memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Meskipun masih remaja keduanya mempunyai kecerdasan spiritual yang luar biasa. Ya barangkali memang mewarisi bakat ayahandanya itu.

Seorang putri Syah bin Syuja’ telah dipingitnya (tidak boleh keluar rumah) selama 20 tahun. Sesuai dengan usia putrinya tersebut. Kini, ketika usianya sudah 20 tahun para putra pejabat di kota Kirmani banyak yang datang untuk melamarnya. Sebagai orang tua, tentu saja Syah bin Syuja’ merasa senang banyak yang melamar putrinya. Tetapi, di sisi lain Syah bin Syuja’ merasa sedih dan bimbang, siapa jodoh putrinya itu yang sebenarnya? Maka kepada para putra pejabat yang melamar putrinya itu Syah bin Syuja’ meminta waktu 3 hari untuk memutuskannya.

Setelah Syah bin Syuja’ pergi menjelajah dari masjid ke masjid tibalah dia di salah satu masjid yang dipakai sholat salah seorang guru sufi. Syah bin Syuja’ kemudian segera menemui guru sufi tersebut.

“apakah engkau telah berkeluarga?”

“belum” jawab guru sufi tersebut

“maukah engkau seorang istri yang bisa membaca al-quran?” tanya Syah bin Syuja’

“ siapa yang mau menikahkan puterinya kepadaku? Harta kekayaanku hanya tiga dirham” jawab guru sufi tersebut.

“akan kuserahkan puteriku kepadamu” jawab Syah bin Syuja’

“dari tiga dirham yang engkau miliki itu, belanjakanlah satu dirham untuk roti, satu dirham untuk munyak mawar, dan satu dirham untuk pengikat tali perkawinan” lanjut Syah bin Syuja’.

Akhirnya mereka bersepakat. Malam itu juga Syah bin Syuja’ mengantarkan putrinya kerumah guru sufi itu. Keduanya pun di nikahkan. Kini keduanya telah menjadi suami isteri.

Ketika memasuki pojok rumah sang suami , putri Syah bin Syuja’ melihat sepotong roti kering di dekat sebuah kendi berisi air.

“roti apakah ini?” tanya nya kepada suaminya

“roti kemarin yang kusimpan untuk hari ini” jawab guru sufi

Mendengar jawaban itu, tiba-tiba si gadis hendak meninggalkan rumah guru sufi tersebut. Guru sufi pun pasrah seraya berkata:

“ sudah kusadari bahwa Syah bin Syuja’ tidak akan sanggup hidup bersamaku yang miskin ini”

Putri Syah bin Syuja’ menjawab “ aku meninggalkanmu bukan karena sedikit hartamu, tatapi karena sedikit iman dan kepercayaanmu sehingga engkau menyimpan roti kemarin dan tidak percaya bahwa Allah akan memberi kamu rezeki setiap hari” kata putri Syah bin Syuja’ dengan serius.

Guru sufi tersebut sangat terkejut mendengar jawaban isterinya. Ada seorang perempuan yang jauh lebih tinggi berserahdirinya kepada Allah.

Setelah terdiam sejenak ia melanjutkan perkataanya, “ aku jadi heran kepada ayahku, 20 tahun lamanya ia memingitku dan mengatakan akan kunikahkan engkau dengan orang yang bertakwa kepada Allah, tetapi nyatanya ia menyerahkanku kepada seseorang yang tidak pasrah kepada Allah untuk makanannya sehari-hari”

“apakah kesalahanku ini bisa diperbaiki?” guru sufi bertanya

“bisa” jawab putri Syah bin Syuja’. “pilihlah satu diantara dua, aku atau roti kering itu!”.

Apa yang bisa kita petik hikmah dari cerita tentang Puteri Syah bin Syuja’ di atas?

Mari kita pahami bersama-sama :

  1. Syah bin Syuja’ tidak mencari menantu yang kaya akan harta dan kedudukan tinggi, untuk keselamatan (iman) puterinya Dia berani memilih Jejaka yang hanya memiliki harta 3 dirham saja untuk menikahi puterinya.

`Saya tertarik dengan tulisan ini bukan karena saya juga jejaka yang tidak punya banyak harta, kemudian memuat cerita ini agar ada orang tua yang mau menerima saya sebagai menantu karena ketidakpunyaan harta. Bukan! Tetapi mari kita lihat, masa-masa sekarang sepertinya orang-orang tua memang perlu meluruskan lagi niat menikahkan putri ataupun putranya agar tidak hanya melihat status sosial dan ekonomi saja sebagai dasar penentu pencarian menantu. Tetapi juga Keimanan dan ketaqwaan seorang suami sebagai calon pemimpin keluarga ataupun kesalehahan istri sebagai calon pendidik anak-anaknya nanti.

  1. seorang wanita yang telah tertata hatinya menjadi hamba yang qanaah, tawakkal tingkat tinggi seperti puteri Syah bin Syuja’ pada zaman sekarang ini seakan-akan sudah langka. Kalau melihat penampakan luarnya saja (perempuan usia 20 tahunan), saya pribadi merasa saat ini sulit menemukan wanita yang mampu menjaga kehormatan diri sebagai seorang wanita. Jangankan di pingit untuk menghindari pandangan dengan pemuda lain, berpakaian saja seolah-olah perempuan-perempuan banyak yang seolah-olah menantang agar dirinya di lihat oleh para pemuda. Sehingga berlomba-lomba bagaimana agar kehormatan berupa kecantikan atau kemolekan seorang wanita bisa dilihat laki-laki sebanyak-banyaknya. naudzubillah.

`Memang kita bukanlah sufi semacam Syah bin Syuja’ ataupun putri dan menantunya, karena kadar keimanan kita masih jauh di bawahnya, tetapi, dengan melihat jalan lurus yang mereka contohkan dan seharusnya kita lewati maka kita akan tersadar, berapa derajat penyimpangan yang telah kita jalani. Sehingga walaupun -mungkin- saat ini kita masih terlalu berat untuk memutar setir kendali ke jalan yang benar, tetapi kita sadar dengan ketersesatan kita dan akhirnya kita akan memohon, berharap, menyerah, bertaubat, kepada Allah agar kita diarahkan ke jalan yang benar.

Wallohu a’lam bisshowab.

© shobirin~07

KEBAIKAN TAK KASAT MATA

SEGALA SESUATU JIKA BANYAK MAKA AKAN MENJADI MURAH

kecuali

BUDI PEKERTI

Apapun hasil yang kau peroleh, “baik” ataupun “menyakitkan”-Jangan pernah menyesal menjadi orang baik. Manusia tidak mempunyai parameter kebaikan yang valid. Kebaikan manusia akan terukur dengan hanya KASAT MATA-apa yang terlihat dengan mata telanjang. Padahal kebaikan/baik buruknya manusia tidak hanya kasat mata. Allah-lah yang punya parameter yang Haqqul Yaqin.

Kemampuan parameter manusia tentang kebaikan tergantung keilmuan yang dimiliki olehnya. Sehingga orang yang dangkal ilmunya maka makna kebaikan pun juga akan sedangkal ilmunya atau dalam kata lain -hanya sebatas yang dia tahu-. Akibatnya kebenaran seolah-olah hanyalah ruang sempit sebatas apa yang ada dihadapan matanya.

Padahal kalau mau berluas pandang, disamping kanan kita masih ada lorong untuk menuju cahaya di ujung gua yang gelap.. di sebelah kiri kita jalan lebar menuju cahaya, tetapi karena ilmu kita tidak mengajarkan bagaimana menoleh, menengok bahkan melirik, sehingga ketika ada orang lain yang berbelok ke kanan atau ke kiri SONTAK kita menjegalnya sampai tersungkur. Ironisnya (dengan kedangkalan ilmu kita) kita membanggakan diri seolah-olah kita menyelamatkannya. Padahal yang kita jegal itu sebenarnya juga tahu bahwa jalan yang lurus itu memang benar dan yang kekiri dan ke kanan itu juga benar. Hanya saja dia memilih jalan yang lain agar pengalaman ataupun apa yang diperoleh berbeda.

Misal dengan memilih jalan yang lurus dia akan melewati mata air, sehingga nantinya mampu membawa bekal air. Sedangkan yang kekanan akan memperoleh bekal makanan, dan yang kekiri memperoleh peta perjalanan selanjutnya. Jalan kebenaran tidak hanya satu, dan semuanya pantas untuk di lalui. Hanya saja nanti ketika sudah berhasil keluar dari kegelapan bersama-sama bertemu di terangnya cahaya masing-masing akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda,… dan merasakan hal yang berbeda-beda pula….tetapi hakekatnya ketiga jalan itu sama…jalan kebenaran menuju cahaya….

Sebelum kita menjegal saudara kita dengan kebodohan kita ayo kita menuntut ilmu, membuka cakrawala berpikir yang sehat, dalam dan luas. Menyadari bahwa kebenaran bukan hanya KASAT MATA.

Akan tetapi jangan pula kemudian kita takut menjegal kawan padahal dengan tujuan ingin menyelamatkan. yakinilah jika kita memang yakin bahwa dia berjalan ke arah yang sesat kewajiban kita adalah meluruskan. Karena sebagai sebuah kewajiban sebagai sesama manusia yakinlah sebuah niat baik mutlak dilaksanakan. Masalah bagaimana dengan hasilnya,,, bukan urusan kita…walaupun hasil niat baik kita kadang hasilnya tidak baik (menurut parameter kita), tapi percayalah…JANGAN MENYESAL MENJADI ORANG BAIK.(choby)

Yang Kurasakan di sini

apakah ini pembungkaman?

apakah ini penyoalan hidup?

apakah aku yang mengalah, harusnya?

tapi sepertinya aku yang sementara terjungkal, dulu!

lidah ku akan kelu!
mulutku seperti terkunci

hantaman, tangguhan, tarikan hati…

menahan luapan semuanya…sementara

untuk mengalah dengan perasaan, entah -nurani, atau

hanya ketakutan-ketakutan kemanusiaan yang kurasakan di sini.

Ar-rahmat

22 maret 2006

Lapor Ustad, Saya mengalami perlakuan yang sangat menggangu…

Seperti hari-hari biasa, setelah magrib ngaji bareng dengan anak-anak kelas 9 (kelas 3).  Beberapa anak mendekat padaku dan ada satu anak yang selama ini jarang gabung  kali ini dia ikutan ngrumpi, padahal dia terkenal hemat omongan.  Tiap hari memang saya usahakan menyempatkan ngobrol dengan mereka setiap habis magrib, karena mereka anak tertua jadi perhatian dari guru-guru yang lain sudah agak berkurang karena lebih fokus di kelas satu yang masih kekanak-kanakan. dan biasanya karena tingkat kenakalan mereka yang agak tinggi dibanding adik-adiknya, terutama masalah yang datang seiring perkembangan pubertas mereka.

Seperti dugaanku, setelah sedikit dipaksa sama teman-temannya akhirnya dia yang terkenal (dikalangan guru) sebagai anak pendiam itupun berkata:

“  Lapor Ustad, Saya mengalami perlakuan yang sangat mengganggu” katanya lirih, tetapi masih terdengar karena teman-teman yang lainnya dengan kompak membisu.

” perlakuan yang sangat mengganggu, maksudmu?”  aku mengernyitkan dahi.

setelah menunggu agak lama, karena dia harus di paksa sama teman temannya dulu akhirnya dia menjawab pertanyaanku.

“itu ustad…saya sudah beberapa kali kalau tidur diganggu” ceritanya agak terputus-putus

“diganggu siapa, temen se asrama, atau diganggu hantu?”  selorohku santai…

“itu ustad ada yang HOMO” jawabnya sambil di ketawain teman-teman nya…cekikikan…

“maksudmu?”..

“ya homo ustad, homoseks”,,,

“saya adalah salah satu korbannya”,,,

“salah satu?”..

“iya, selain itu ada 2 temen yang lain, dan yang melakukan itu…… adalah….**XX**”,,,

“pokoknya harus di tindak tegas ustad, hukum harus di tegakkan, kasihan temen-temen bahaya!!!” timpal seorang santri lain yang katanya siap menjadi saksi.

“sebentar-sebentar” aku masih belum percaya.., karena nama yang disebut anak tadi adalah anak yang Face nya sangat alim, baik, pinter, ndak neko-neko, tidak pernah terlibat kasus apapun, pokoknya bisa menjadi teladanlah sebenarnya.

“iya ustad dan temen-temen banyak yang jadi saksinya”,,,seorang anak yang lain lagi memberi penegasan.

“lho…koq ustad malah diam…?”,tanya anak yang siap jadi saksi itu, karena dia melihat saya hanya senyum-senyum sambil memandangi mereka satu-persatu.

“ustad pasti tidak percaya”,,,

sebenarnya saya masih kaget, belum bisa memberikan komentar kepada mereka, tapi mereka terus mendesak saya agar saya memberi tindakan. Akhirnya aku beri jawaban diplomatis kepada mereka,  “baiklah anak-anak saya hanya berhak menerima laporan, OK Laporan saya terima, nanti masalah tindakan itu akan ditindaklanjuti BP”…

“tapi sebentar, saya ingin bicara dengan para korban, setelah ini di ruang asrama saya”…

in a few minutes…

akhirnya saya berada dilorong asrama ruang tamu.

“sekarang ceritakan…apa yang terjadi pada kalian”…

“begini ustad…*****bla-bla-bla#####”,,,,

“oh…. hanya begitu….cuman dipeluk dari belakang…waktu tidur….gitu aja?”…

“ndak ustad…tangannya juga menggeranyangi dada saya”,,,

“oh…” aku mengangguk..

“kalau saya ustad korban kedua, sebenarnya sudah sejak kelas 8 dulu” tambah korban kedua

” kalo saya malah parah ustad, saya sampai di pegangin ****** saya”,,,

“tapi itu juga pas saya tidak sadar, pas tidur,…tahu-tahu dia ada di belakang saya dan saya kaget koq ada yang pegang ******  saya”,,,

“OK…saya terima laporan kalian….” agak lega saya, karena ternyata hanya sampai segitu saja. karena dibayangan saya sudah yang nggak-nggak… :) .

“saya tahu itu sangat mengganggu pikiran kalian, tapi perlu kalian tahu, menurut saya itu belum bisa kita simpulkan kalau dia HOMO”…

“lho koq bisa??” kompak mereka,,,

“menurut saya, itu bukan HOMO, tapi libido yang berlebihan…itu wajar bagi anak-anak seusia kalian” jawabku agar mereka agak tenang.

dengan sekuat tenaga saya jelaskan kepada mereka tentang HOMOseks dengan referensi sejarahnya Kaumnya Nabi Luth.  diskusi saya selesaikan karena adzan isya’ berkumandang dengan keras.

dan akhirnya lagi-lagi saya tutup dengan diplomatis…(terpaksa, karena belum bisa memberikan solusi konkret + masih belum bisa percaya, ketenggengen::)

“baiklah, saya akan melaporkan ini kepada BP, karena saya sendiri tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan tindakan, sekarang yang perlu kalian lakukan adalah, bagaimana agar kalian tidak merasa phobia dengan teman yang tidur disampingmu, dan bagaimana agar kalian merasa nyaman lagi saja.  karena kita tidak bisa mengubah dia secara langsung karena kita belum tahu ilmunya, jadi kalian mengobati perasaan kalian masing-masing, masalah dia yang agak ‘lain’ itu biarlah BP nanti yang mengatasinya…OK! ” ….

hhhh……hhhh…

Sampai malam aku berpikir tentang ;aporan anak-anak itu,. memang aku bisa meredam anak-anak, tapi sebenarnya aku sendiri masih khawatir, karena pernah ada penelitian yang hasilnya menunjukkan adanya kecenderungan HOMOSEKS di asrama-asrama khusus laki-laki..misalnya pondok atau barak…jika itu tidak segera ada tindakan, bisa jadi akan merugikan banyak pihak, terutama sebagai korbannya, walaupun tidak di apa-apakan, tapi rasa tidak nyaman itu akan menjadikan psikologinya menjadi tertekan, dan merasa minder juga ketakutan yang phobia….

beberapa artikel sudah aku coba download, tapi aku masih belum menemukan yang pas buat referensi kelainan anak semacam ini. semoga ketakuatan ku tidak benar dan BP segera bertindak dengan cekatan…(amin).


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

banner blogger Nganjuk orange

cicak-lawan-buaya1.jpg

]} Komentarmu

]} Tamuku

  • 78,767 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos