Arsip untuk Agustus, 2008

Ramadhan datang, Aku senang?

Rasanya baru kemarin ketemu bulan ramadhan. Besok sudah ketemu lagi. Berarti hari ini kesempatan terakhir makan siang dan minum es cingcau di bawah panas terik. Waduh, apalagi musim hujan belum tiba.

Ups! Apa ini berarti saya tidak bahagia ketemu lagi dengan bulan ramadhan?. Bukankah saya seharusnya tahu bahwa menurut salah satu hadits menyatakan bahwa orang yang merasa senang dengan datangnya bulan ramadhan maka diharamkan jasadnya disentuh api neraka.(?).

Memang, Saya tahu itu. Tapi senang dan tidak senang itu adalah perasaan. Dan kita tahu bahwa perasaan itu tidak bisa dibuat-buat. Naluriah atau lebih bisa dikatakan dari hati. Itu artinya mendekati sebuah kejujuran. Jadi senang dan tidak senang itu tidak bisa dibuat-buat. Terkadang kita memang bisa belajar senang dengan sering mengucapkan dengan mulut kita bahwa saya senang. Ternyata, kadang mulut kita -secara tidak kita sadari- tidak sinkron dengan perilaku refleks kita. Oleh karena itu saya tidak mau memaksakan diri untuk menyatakan bahwa saya senang dengan datangnya bulan ramadhan ini. Walaupun sebenarnya saya sangat ingin merasa senang, dan saya juga tidak tahu, apakah saya benar-benar tidak merasa senang. Karena sampai saat ini saya belum benar-benar paham dengan terjemah dari ucapan refleks saya di atas. kalau memang ucapan refleks itu menjadi “judge” perasaan saya, maka saya tidak ada keinginan untuk mengelak. Karena barangkali memang begitulah adanya.

Perasaan senang, suka dan cinta akan sesuatu seperti yang diketahui banyak orang bisa terjadi secara spontan ataupun bisa terjadi karena terbiasa. “witing trisno jalaran soko kulino” (wit: Pohon; jalaran: tumbuh/menjalar; kulino: Terbiasa). Begitu pepatah jawanya. Nah kalo dengan bulan ramadhan tahun ini, barang kali “kulino” yang bisa menumbuhkan “pohon” cinta saya terhadap bulan ramadhan adalah dengan “mengenalinya lebih jauh”. Dengan mengenali kehebatan, keunggulan, keluarbiasaan, atau kelebihan-kelebihannya. Dan mungkin saya akan berusaha mengenali lebih dekat bulan ramadhan dari sisi-sisi yang lain (apa ya?). Pokoknya saya akan berusaha Pe De Ka Te yang se De Ka Te – De Ka Te nya.

Semoga saja saya bisa jatuh cinta dengan Ramadhan tahun ini. Sehingga saya akan sedih dan merindukannya ketika dia akan berakhir nanti. Dan hal itu akan menyebabkan saya akan senantiasa menantikan kehadirannya ketika bulan syawal berlalu. Pada akhirnya saya akan bahagia dan senang ketika ramadhan menjelang tahun mendatang. Semoga Allah Swt meridhai dan mengijinkan.Amin.(Choby)

Selamat Menikmati Ibadah di Bulan Ramadhan

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Semoga Amal dan ibadah kita terasa Nikmat

Sehingga Keihlasan kita di terima Allah Swt. Amin.

Muh. Shobirin Saerodji
Bojonegoro, 31 Agustus 2008
17.05 WIB.

Ikutan Nyaleg

DALAM minggu-minggu ini ramai dibicarakan tentang pen-caleg-an baik di media elektronik maupun cetak. bahkan obrolan warung kopi-pun juga ikutan gayeng membahas tema ini. Saya tidak heran kalau kelas warung kopi dan cangkrukan angkring serta kelompok udut cethe tidak males membahas tentang dunia perpolitikan dalam hal ini pencalegan. Kelompok masyarakat yang biasanya hanya “nggedabrus, ngalor-ngidul” sekarang sudah tidak hanya berlevel politik Pilkades, tapi sudah berpikir wilayah politik tingkat lebih tinggi – Legislatif. Fenomena ini bukan semata-mata karena meningkatnya pengetahuan ketatanegaraan atau kesadaran pendidikan berpolitik masyarakat tapi karena banyak tetangga-tetangga dan teman karibnya yang ikutan menjadi mencalonkan diri menjadi caleg. Sehingga mendadak merasa naik derajat, karena menjadi orang yang dekat dengan calon anggota dewan yang terhormat. maka membahas dunia politik prapemilu 2009 kali ini akan sangat meriah walaupun di warung kopi, cangkrukan angkring, ataupun kelompok udut cethe.

Saya sediri juga demikian. Beberapa teman dekat Saya mulai teman cangkrukan, sampai teman chating pada pemilu mendatang ini akan ikutan nyaleg. Partainya pun beragam. Mulai dari partai terbaru sampai partai era orde baru. Rata-rata mereka masih muda dengan idealisme tinggi. Hanya, kebanyakan adalah seorang “greenhorn” politik yang pada wilayah imajinasipun mereka belum pernah mengunjungi padang kurusetranya Satria Kerah Putih.

Jaman sekarang menjadi caleg adalah jalan cepat meraih popularitas juga kantongtebalitas. Apalagi ditambah adanya kesempatan longgar tawaran dari partai-partai baru yang masih kesulitan mencari anggota. Tidak heran jika orang-orang di sekitar kita banyak yang ramai-ramai mencalegkan diri. Bagaimana sikap kita sebagai teman dan tetangga?. Kadang sebagai teman dekat yang tahu (versi saya) akan kotornya dunia politik merasa kasihan dengan langkah yang diambil oleh teman-teman saya.

Betapa mereka adalah orang-orang yang sudah cukup jujur dan baik. Sedangkan modal yang harus dimiliki agar bisa bertahan tetap menjadi orang baik di kursi dewan tidaklah cukup dengan “jujur”. kejujuran yang “loko-loko” juga tetap tidak akan menyelamatkan. karena pepatah Jujur=hancur itu lahirnya dari sana. Modal lain yang harus dimiliki oleh politikus adalah cerdas. Cerdas dalam hal ini mendekati pengertian cerdik. Artinya tahu dimana posisi aman dan menguntungkan. Tentunya aman dan menguntungkan ini sesuai dengan maqam ilmu masing-masing. Misalnya untuk maqam yang ahli agama, aman dan menguntungkan itu adalah yang tidak melanggar syar’i tapi yang “basah”, kalo syar’i tapi “kering” ya ogah. Kalau maqamnya setengah ahli agama misalnya; syubhat (bahkan haram) tidak apa-apa yang penting dimanfaatkan untuk kebaikan ummat banyak dan kepentingan agama. Kalau sudah begini betapa susahnya mempertahankan diri menjadi orang baik. Bisa dibayangkan pengetian “aman dan menguntungkan” versinya anggota dewan yang tidak mengenal (mengindahkan ajaran) agama?.

Meskipun begitu saya tidak pernah “nggembosi” mereka untuk terus melangkah ke dunia bintang (kalo versinya bang Iwan Fals :dunia para binatang). Karena kalau bukan mereka yang muda-muda yang berbicara, maka kapan dunia perpolitikan negeri ini akan berubah?. Walaupun, saya harus merelakan teman-teman saya yang jujur dan baik demi sebuah perubahan.

Saya ihlaskan teman-teman untuk berjuang di wilayah perpolitikan. Saya hanya mendoakan semoga kalian mampu menyumbangkan perubahan dunia perpolitikan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Saya masih tetap di sini, sambil mengamati.

Ar-Rahmat Juara Olimpiade Fisika SMP Unesa

Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Keberhasilan Tim Science SMP Plus Ar-Rahmat pada bulan Agustus 2008 ini semakin lengkap. Setelah mempersembahkan dua Medali Perunggu OSN untuk bidang Biologi, kemarin (23/8 ) Tim Science Fisika berhasil mempersembahkan tiga trophy kemenangan pada laga Olimpiade Fisika Se-Jawa Bali yang digelar oleh BEM J Fisika Unesa.

Tiga Trophy tersebut dipersembahkan oleh Anugrah Ugga Praceka (IV/9B) sebagai juara III. Sedangkan dua trophy lainnya dipersembahkan Adib Gani Sila N. sebagai Juara I Trophy Juara I dan sebuah Trophy bergilir dari Rektor UNESA.

Dalam laga yang dilaksanakan di Gedung FMIPA Kampus Unesa kemarin adalah laga semifinal dan final. Sedangkan babak penyisihan sudah dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus lalu di masing-masing rayon.

Pada babak final kemarin beradu 4 orang finalis, masing-masing dari SMPN 1 Ponorogo, SMPN 1 Mojoagung, Jombang, dan dua orang dari SMP Plus Ar-rahmat, Bojonegoro.

Dengan keberhasilan ini, jejak langkah keberhasilan Hafidz Indra Bahtiar (III) pada tahun lalu yang berhasil meraih juara II, berhasil dilanjutkan oleh adik-adiknya pada tahun ini. Semoga keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai ini menjadi tradisi yang akan terus dilestarikan oleh adik-adiknya. Mari mentradisikan untuk menjadi Sang Juara!.VIVA AR-RAHMAT!(choby)

Rotterdam

Pedangmu berkilat melengkung

tegas tebas menghabisi wajah pucat kumpeni

tanpa tertahan

kudamu meringkik hebat

surainya melambai-lambai tertiup angin perang

kencang dan lembut membawa panas dan dingin

Pangeran!

Saya masih hidup

Saya melihat kuda anda sekarat

Saya tanya kuda anda

“mengapa Yang Mulia Pangeran mau bermeja dengan kumpeni mukapucat?”

Kuda anda mengerang marah dan menyebutkan sebuah kata

Rotterdam.

Saya mengerti, karena Anda Pangeran Senopati ing Alaga.

Sang ksatria yang selalu mengangkat kejujuran dan kemanusiaan

dan saya paham bahwa Anda adalah Sayyidin Panatagama Khalifatullah,

sehingga tidak akan bisa

Rotterdam yang rapuh ini memenjarakan kewalianmu

karena hakekatnya Allah telah membebaskan ruhmu

untuk bercengkerama dengan kemerdekaan

yang sedang kami rayakan hari ini.

Shobirin Saerodji@Wisma Amanat
Makassar, 8 Agustus 2008

Hasil OSN VII SMP Makassar 2008

Hasil OSN VII di Makassar bisa kita lihat di sini: pelangi.dit-plp.go.id.

Untuk download Peraih medali OSN Makassar 2008 semua tingkat silahkan klik di sini :

Sementara rekap hasil perolehan medali juga bisa kita lihat di sini.

SELAMAT BAGI PARA PEMENANG.

2 Perunggu Untuk Pondok Ar-Rahmat

ALHAMDULILLAH, perjalanan panjang ke Makassar dalam rangka Olimpiade Sains Nasional tahun 2008 berhasil menorehkan prestasi baru. Untuk pertama kalinya medali dipersembahkahkan kepada SMP Plus Ar-Rahmat. Dua medali perunggu dipersembahkan oleh Apriliawan Hidayatullah dan Ryan Kharisma N.R.

Perunggu untuk Ar-Rahmat.

DOUBLE MEDALLION:: Perunggu untuk Ar-Rahmat.

Semoga membawa berkah buat Ar-Rahmat. VIVA AR-RAHMAT!.

Hari Kedua di Makassar

HARI ini anak anak tiba dari Surabaya. Mereka tiba dibandara Hasanuddin Makassar kira-kira pukul11.55 WITA dengan selamat setelah terjadi penundaan keberangkatan (istilahnya delay, saya baru tahu) kurang lebih satu setengah jam. Kabarnya, penundaan tersebut dikarenakan “parkiran” di Bandara Hasanuddin penuh, susah ternyata nyari parkiran pesawat.

Ba’da sholat Jumat, sambil menunggu kedatangan mereka di Hotel Sahid (base Camp Peserta OSN), saya jalan-jalan ke Mall yang berada di samping kanan hotel sahid persis. Rencananya mau jalan-jalan dan nyari pete kota Makassar. Berdasarkan pengalaman backpakcing ke Jakarta beberapa waktu lalu, bahwa peta cukup bermanfaat. Sampai lantai 3 di Mall akhirnya ketemu gramedia. Ada gramedia juga ya di makassar ( hihihihi). Masuk gramed seperti masuk goa yang penuh makanan. menemukan buku-buku jadi kepincut untuk baca-baca. Dapet inceran bukunya Gus Mus yang berjudul Membuka Pintu Langit. Dan berikutnya sampai hampir lupa waktu gara-gara ketemu bukunya Raditya si Kambing Jantan yang kocak habis. Sambil menyusuri rak demi rak akhirnya ketemu dengan tempat peta. Kebetulan ada turis asing yang juga lagi beli peta. Akhirnya aku ambil satu dengan judul besar Propinsi Sulawesi Selatan ku bawa dengan bukunya Gus Mus tadi. Kemudian keluar Mall mau mendatangi anak-anak. Belum sampai keluar Mall dapat Call dari Pak Fauzi YIMI, mengabarkan bahwa beliau sudah berada di Lobi Hotel Sahid. Pas sekali. akhirnya kami bertemu di lobi hotel. ternyata disana bertemu dengan Teman-teman guru yang lain (buDhe Yuli, Bu nurul, BU Lilis, Pak Gianto-TUban) dan tidak kusangka bertemu dengan Bapaknya Taufan anak SC tahun lalu. Alhamdulillah beliau masih ingat saya, malahan saya yang lupa (hihihi…, malu). Lanjutkan membaca ‘Hari Kedua di Makassar’

Makassar, I am Coming!

Alhamdulillah Puji Syukur Hanya Untuk Allah Yang Maha Pengatur Segala Sesuatu.Setelah melewati masa-masa penuh dengan kepanikan karena hampir ketinggalan pesawat. Akhirnya saya sudah bisa sampai di Kota Makassar – kota yang tidak lepas dari Tokoh yang pernah menanam pohon Sawo di belakang rumah saya Pangeran Diponegoro.

Saya coba pajangkan oleh-oleh sementara dari pengalaman pertama numpak kapal muluk ini.

Lanjutkan membaca ‘Makassar, I am Coming!’

15 Menit dan Nasi Goreng

NASI GORENG adalah makanan favoritku. Sepertinya selalu lezat disantap kapanpun walaupun siang hari, bagiku. Aku mempercayainya selama ini. dan aku menikmatinya. dan sepertinya tidak ada yang terganggu dengan itu.

Ketika penjual nasi goreng itu adalah diriku sendiri dan ketika setiap hari aku dijamu dengannya muakpun datang. Dan aku malah minta pecel, yang sebenarnya adalah makanan yang sudah puas kusantap sejak kecil. Tapi aneh, dumulutku yang sekarang pecel terasa lebih nikmat ketimbang nasi goreng yang my best fav food. Ketika pecel dinyatakan habis, aku malah cuma minta tempe goreng. Dan ternyata tempe goreng pun lebih enak daripada nasi goreng.

Kurasa hubungan asmarapun juga demikian. Ada titik jenuh jika diforsir. Sebenarnya jenuh itu akan tergeser ke skala yang mendekati nol, jika ada menegement tempe yang menggantikan dominansi nasi goreng.

Menjadi nikmat untuk mendengar suaramu yang hanya sebentar setelah kejenuhan seharian kerja yang mengungkung. Adalah nikmat setelah lama tak terdengar. Menjadi oase dalam perjalanan gurunku. Menjadi seberkas cahaya dalam goa yang ku jejaki. Aku bisa bayangkan tidak akan ada gunanya seberkas cahaya jika matahari diatas kepala berterik tanpa awan.

Aku bahagia walau hanya dalam hitungan menit kudengar suara tawamu menyejukkan.

Dua Siswa Ar Rahmat Wakili Jatim

BOJONEGORO – Dunia Pendidikan Bojonegoro patut berbangga. Pasalnya, dua siswa Kota Ledre ini berhasil menduduki ranking Jawa Timur pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi. Mereka adalah Ryan Kharisma Nurwahyu dan Apriliawan Hidayatullah. Keduanya siswa SMP Plus Ar Rahmat Bojonegoro.

”Karena menembus ranking provinsi, mereka berhak mewakili Jawa Timur dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Makassar,” kata Suwanto, Kasi Kurikulum Subdin Dikmen di kantor Disdikda Bojonegoro kepada wartawan koran ini kemarin (31/7).

Menurut dia, Ryan Kharisma Nurwahyu dan Apriliawan Hidayatullah adalah juara I dan II pada OSN tingkat kabupaten 26 April. Yakni untuk mata pelajaran (mapel) Biologi. Sehingga, pada OSN yang berlangsung pada 8-14 Agustus nanti mereka bakal bersaing dengan peserta dari provinsi lain untuk mapel tersebut.

Selain kedua siswa itu, menurut Wanto ada 16 siswa lainnya yang mewakili Jatim yang akan turun di mapel Biologi pada OSN tersebut. Seperti halnya Ryan dan Apriliawan, 16 peserta lainnya itu adalah siswa dari beberapa kabupaten/kota yang berhasil menembus ranking provinsi. ”Selain biologi, mapel lainnya yang dipertandingkan adalah matemmatika, fisika, dan astronomi,” terangnya.

Adapun mapel matematika, menurut Wanto Dinas P dan K Jatim bakal mengikut sertakan 16 siswa, fisika 15 siswa dan astronomi 9 siswa. Sehingga, total peserta yang akan diberangkan ke OSN tersebut berjumlah 58 siswa.

Untuk mematangkan persiapan peserta, lanjut dia, mereka akan diberikan pembekalan oleh tim khusus yang dibentuk Dinas P dan K Provinsi Jatim. Yakni mulai tanggal 3 hingga 7 Agustus di Asrama Haji Sukolilo, sebelum mereka bertolak ke Makassar. ”Kami memohon doa restu seluruh masyarakat Bojonegoro agar mereka dapat mengukir prestasi yang gemilang,” tutur wanto. (dim)

Sumber: http://jawapos.com/


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

banner blogger Nganjuk orange

cicak-lawan-buaya1.jpg

]} Tamuku

  • 79,264 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos