HARI ini anak anak tiba dari Surabaya. Mereka tiba dibandara Hasanuddin Makassar kira-kira pukul11.55 WITA dengan selamat setelah terjadi penundaan keberangkatan (istilahnya delay, saya baru tahu) kurang lebih satu setengah jam. Kabarnya, penundaan tersebut dikarenakan “parkiran” di Bandara Hasanuddin penuh, susah ternyata nyari parkiran pesawat.
Ba’da sholat Jumat, sambil menunggu kedatangan mereka di Hotel Sahid (base Camp Peserta OSN), saya jalan-jalan ke Mall yang berada di samping kanan hotel sahid persis. Rencananya mau jalan-jalan dan nyari pete kota Makassar. Berdasarkan pengalaman backpakcing ke Jakarta beberapa waktu lalu, bahwa peta cukup bermanfaat. Sampai lantai 3 di Mall akhirnya ketemu gramedia. Ada gramedia juga ya di makassar ( hihihihi). Masuk gramed seperti masuk goa yang penuh makanan. menemukan buku-buku jadi kepincut untuk baca-baca. Dapet inceran bukunya Gus Mus yang berjudul Membuka Pintu Langit. Dan berikutnya sampai hampir lupa waktu gara-gara ketemu bukunya Raditya si Kambing Jantan yang kocak habis. Sambil menyusuri rak demi rak akhirnya ketemu dengan tempat peta. Kebetulan ada turis asing yang juga lagi beli peta. Akhirnya aku ambil satu dengan judul besar Propinsi Sulawesi Selatan ku bawa dengan bukunya Gus Mus tadi. Kemudian keluar Mall mau mendatangi anak-anak. Belum sampai keluar Mall dapat Call dari Pak Fauzi YIMI, mengabarkan bahwa beliau sudah berada di Lobi Hotel Sahid. Pas sekali. akhirnya kami bertemu di lobi hotel. ternyata disana bertemu dengan Teman-teman guru yang lain (buDhe Yuli, Bu nurul, BU Lilis, Pak Gianto-TUban) dan tidak kusangka bertemu dengan Bapaknya Taufan anak SC tahun lalu. Alhamdulillah beliau masih ingat saya, malahan saya yang lupa (hihihi…, malu). Kemudian saya mengunjungi kamarnya anak-anak. Ternyata Wawan dan Ryan berbeda kamar. mereka di acak. Satu kamar 3 anak, dan masing-masing anak itu beda pelajaran dan beda propinsi. Wawan di Lantai 10, sedangkan Ryan di lantai 4. Karena yang menemani saya naik wawan, maka saya putuskan untuk ke kamar wawan. dan ryan menyusul beberapa waktu kemudian.
CAPEK- Tim Ar-Rahmat setibanya di hotel Sahid, Makassar.
Kawan-Bersama Faiz, anak Jogja
Kalau mau lihat jadwal OSN tadi sudah saya “Jepret” silahkan klik di sini Setelah Puas ngobrol, dan photo-photo Saya memutuskan untuk mengikuti Teman-teman guru ke Penginapan mereka di Guest House Copacabana. Jl Hassanudin. Akhirnya saya memutuskan besok akan bergabung dengan mereka dan meninggalkan Wisma yang sudah dua hari ini saya tempati. kemudian saya lanjutkan sholat ashar di Masjid komplek kantor pos yang kemarin sore saya sholat ashar di sana. Ba’da sholat perut terasa lapar. kemudian nyari Makan, Mie Ayam. ternyata penjualnya orang Jawa, terlihat dari Logatnya. Setelah kenyang, melanjutkan jalan jalan ke pantai Lovina yang kemarin juga sudah saya kunjungi. kali ini saya mau melihat sunset. akhirnya berhasil mendapatkan gambar yang lumayan.
Sunset Losari- Lumayan kan, bagusan mana atas atau bawah!
Kemudian Sholat magrib di Guest House. Mandi. Kemudian diajak Makan malam sama Pak Fauzi. Soto Ayam 15 Ribu. Memang di sini makanan sama mahalnya dengan Internet. kemarin saya beli Penyet Lele Lamongan + Teh Botol + Krupuk 2 berapa tebak ?. 22 ribu. (mantabz harganya!). Waktu menunjukkan pukul 20 WITA. Saya pamitan untuk kembali ke Wisma saya. smbil menikmati perjalanan saya tolah toleh siapa tahu ketemu warnet yang lebih murah daripada yang berada di depan penginapan saya. ternyata malah ketemu warung besar bergambar tidak asing, Kolonel Sanders. dan yang membuat tidak asing lagi ada tulisan Gelael. oh ternyata tidak hanya di Tunjungan saja ada Gelael, hehehehe.
Kaya di Tunjungan- Kolonel Sanders
Di simpang jalan saya ketemu dengan rombongan massa yang sedang melakukan aksi. Kalu melihat semua pada bawa obor, mungkin aksi tentang olimpiade beijing, soalnya sekarang pembukaannya di sana. Tapi ketika saya tanya orang -orang yang ada di pinggir jalan mereka bilang tidak tahu. bahkan saya tanya yang ikut aksi jawabnya juga tidak jelas “ini mahasiswa mahasiswa mas, ya aksi bawa obor” . Saya tidak melanjutkan pertanyaan.
Aksi Obor
Akhirnya, saya sudah sampai di depan penginapan, dan langsung menuju warnet. walaupun 6500 perjam. mau gimana lagi. waduh…. sudah menembus angka 11 ribu. ya posting saya akhiri di sini. Mohon Doa. semoga sukses.








Oleh-Oleh perjalananmu kok asyik tenan. dibukukan aja pak, napak tilas si bos jawa pos DAHLAN ISKAN
Ternyata punya bakat terpendam seputar sodrek-menyodrek ya??? Bisa pinjam kameranya lagi Bozz????