Lama hanya bersua lewat suara, kemarin siang saya menjemputnya di terminal kota. Hampir 4 tahun kami tidak ketemu setelah lepas kuliah sampai hari kemarin. Namanya Barok atau biar keren, sebut saja namanya Barrack, tapi tidak usah pakai Obama. Adik kelas kuliah, dan sedulur di HMJ waktu masih di Biologi Unesa.
Sebagaimana budaya yang kita bangun waktu di HMJ, bahwa diantara sesama anggota kita semua adalah saudara dan budaya itu -dijaman kami- ditanam dengan sungguh-sungguh sehingga sekarang kami masih terus memanen tanaman budaya perseduluran tersebut.
Akhir agustus lalu Barrack mengabarkan berita gembira bahwa dia mau menikah. Sebagai adik, dia mendahului saya. makanya dia sedikit minta maaf. Tapi tak apalah, karena memang bagiku hal itu bukan masalah yang serius. Dan sayapun juga minta maaf karena tidak bisa hadir dalam acara pernikahannya karena harus mendampingi murid Olimpiade di Makassar saat itu. Ketika saya tanya apakah calon istrinya adalah pacarnya yang dulu jaman kuliah?, dia menjawab : bukan Lanjutkan membaca ‘Jangan Paksa Cinta, Mas!’








]} Komentarmu