Mengapa greget-motivasiku terekskresi?
Mengapa sumringahku delesi?
Bagai air yang sudah susah berjalan jauh dari dalam tanah ke akar,
terus ke batang pohon kelapa nan tinggi …..
tiba-tiba stomata membuka dan aku tertranspirasi…..
bukan terfotolisis.
aku tetap menjadi air….
bukan oksigen yang kucitakan
melainkan tetap menjadi air…
tetap hakekatnya, hanya berubah wujudnya
Bojonegoro, April 15 2009
at 5:19pm









1 Tanggapan ke “Tetap Air”