ah,
aku ingat suara ini.
terasa lembut terdengar.
aku ingat tawa ini.
terasa renyah menyejukkan.
lembut dan sejuk seharusnya menentramkan.
tapi mengapa ini jadi meresahkan.
kesejukan yang malah terasa menggerahkan
keresahan yang terbungkus hal yang seharusnya menentramkan
keyakinan yang termayakan oleh kebimbangan
Ya Allah,
Engkau Sang Maha Pencipta Kedondong dan Rambutan
Sang Maha Menyembunyikan dan Menampakkan
After **** Call.









Suara dengarkanlah aku
Apa kabarnya…
(Hijau Daun Band)
BTW, sepi podo ngalih nang Fesbuk…!!!
Kenapa resah?
Kenapa hatimu resah?
birin, tertulis bait ketiga.bisa dijlskan ada kejadian apa?kok bait ke empat lucu jg.bs aq sharing mgkn ad kesamaan dg pengalamanq
# Phiz : Hijau Daun Advertising (iku hak cipta mu Fiz)! Hitsnya bukan “SUARA…..” tapi “SEPANDU…K” (didendangkan!).
# AL : Kenapa hatiku resah? hihihi, malu Bu Al untuk mejelaskannya.
# Opik : Did u still remember SITA? she call me again yesterday. aku senang, tapi “aku tidak senang”.
bait ke empat lucu?. Perhatikan betapa Allah pandai menyembunyikan dan menampakkan. Kedondong dan rambutan, dua buah yang berkebalikan.
Nambah Bicara:
Aq wingi sempat ditelpon Nit-not. De’e yo mbahas podo ambek isine omongane Opik. Berarti pancen ada sesuatu Jeh….!!
*kaburrr sambil nyangking sepasang sendal…
Fiz : tak kejar (gak pake sendal)!
Resah dan gelisah…
Menunggu tak ajak rabi…