Flashback, mengenai CPNS.

Setelah lama tidak bercerita lewat posting blog, bingung juga memilih cerita yang akan ditulis. terlalu banyak yang ngendon di otak.

Biarlah tulisan kali ini mengalir seperti air sungai.

Flashback, mengenai CPNS.

Sejak pengumuman test CPNS bulan desember tahun lalu, aku merasakan beberapa hal yang luar biasa.

Entah sedikit ada kesombongan atau tidak (terselip dalam tulisanku kali ini) aku hanya ingin berbagi cerita.

Melalui sekuel tulisan ku Tetap Air I, II dan III sebenarnya aku telah menceritakannya.

Setelah anugerah Allah berupa lolos CPNS yang sulit untuk kuprediksikan, anugerah besar lagi yang kuterima adalah Allah menempatkan tugas dinasku di SMA Negeri yang baru dan cukup dekat dengan kota tinggalku dan aksesnya sangat mudah. Sebuah SMA yang banyak meminatinya untuk tujuan pindah para guru-guru PNS yang lama. Dan ditambah sebuah tugas mulia yang terhormat kuperoleh terlalu dini bagiku.

Sedikit cerita ketika di rumah.

Saat itu, Kamis 18 Desember aku pulang. Dengan tujuan, aku ingin ikut jamaah shalat  lail yang rutin dilaksanakan rutin setiap malam jumat dan malam selasa yang diikuti orang-orang tua dan dipimpin oleh pamanku. di mushalla belakang rumah. Sebenarnya aku jarang ikut jamaah, bahkan kapan terakhir ikut aku sudah lupa. Saat itu yang ada di benakku adalah ”ini adalah malam jumat terakhir sebelum pengumuman CPNS, karena menurut radar bojonegoro, pengumuman CPNS akan diumumkan hari rabu tanggal 24 Desember”.

Sampai rumah mendekati magrib. Setelah magrib ternyata kabar pengumuman CPNS telah datang lewat sms. Pengumuman telah keluar petang itu, dan ternyata aku LULUS.

Sebuah kabar yang super. Sebuah kabar yang sangat membahagiakan ibuku. indahnya lagi, aku berkesempatan melihat langsung reaksi ibuku mendengar kabar itu.

Apa yang saat itu ada di pikiranku?.  Saat itu aku merenungkan …

padahal niat aku pulang adalah mau minta di doakan pamanku, dan niat ikut shalat malam berjaamaah di mushalla. Aku belum melakukan itu semua, doaku sudah dikabulkan Allah, Subhanallah”.

Dalam hati aku berkata. “Walaupun doa sudah dikabulkan, aku akan tetap melaksanakan niatku. niat yang ku bawa dari Bojonegoro”.

Ternyata euforia lulus tes CPNS itu tidak begitu lama. Isya’ selesai, muncul sebuah permasalahan dalam pikiranku. Aku kemudian bertanya dalam hati; ”bagaimana reaksi pamanku ketika aku nanti menyampaikan kabar tentang keberhasilanku lolos test cpns?. padahal;

1. Dulu aku mendapat ijin dari pamanku untuk tidak pulang setelah lulus kuliah, adalah karena aku di Bojonegoro mengajar di sebuah pondok pesantren. Yang di sana aku masih bisa berjuang untuk agama, tidak hanya untuk uang. Dulu pesan paman, agar aku belajar manajemen pondok selama kurang lebih 4 tahun. Setelah 4 tahun itu aku diminta untuk kembali pulang, ngopeni yayasan dan mushalla wakaf mbah-mbah ku sekaligus melanjutkan perjuangan beliau-beliau termasuk bapakku dan pamanku yang mendirikan lembaga itu. Sekarang tepat 4 tahun, malah aku lolos CPNS dan kecil kemungkinan untuk aku pulang kampung.

2. Bapakku dan pamanku, tidak diijinkan menjadi PNS oleh guru pondok mereka. Bapak dan pamanku percaya dan tidak pernah menjadi PNS dalam hidupnya, karena menurut mereka PNS itu mendapatkan gaji yang hukumnya syubhat. Dan menurut mereka lagi, nilai perjuangan pendidikan kalau sudah menjadi PNS itu akan mudah luntur oleh materi.

Dengan kedua alasan itu, aku bingung menceritakan kabar (gembira) ini kepada pamanku. Aku seakan tidak sanggup bercerita mengenai keberhasilanku (yang harusnya kubanggakan dan ku-euforiakan) lolos test CPNS ini.

Namun, Allah mengirimkan Abangku untuk menceritakan semuanya pada malam itu juga.

Secara tidak terorganisir, paman ikutan nimbrung dengan kami (aku dan abangku). Di depan toko kecil milik abang di samping rumah.

Abangku berkata kepada Paman

Abang        : ” Ini ada kabar mendadak, shobirin lolos test PNS di Bojonegoro”.

Paman       : ” owhh… syukur lah kalo gitu, kalau sudah dapat tempat”.

aku             : [diam, lega... kok cuman gitu reaksinya?]

Pamanku melanjutkan,

Paman        : ”lha terus ditempatkan dimana?

Aku            : [ini yang ku tunggu]  ”begini paman, ada tiga kemungkinan. kan menurut formasi ada 3 sekolah untuk guru biologi, 1. SMA Negeri 1 Balen, 2. SMA 1 Gondang, 3 SMA 1 Tambak rejo”. lha yang paling dekat kota itu Balen. kalau Kecamatan Tambakrejo kurang lebih 30 KM, itupun jauh pelosok desa. Saya saja belum pernah ke sana. Sedangkan Kecamatan Gondang itu dekat sama Nganjuk, sekitar 30 km dari Nganjuk dan 40 km Bojonegoro kota. Medannya pegunungan. Nah, kalau yang paling enak, ya di Kecamatan Balen. Dekat sama pondok. sekitar 15 KM.

panjang-lebar ku jelaskan.

Pamanku    : Ya, kalo bisa pondoknya jangan di tinggal. karena di situlah perjuanganmu bermula, dan kamu belum waktunya meninggalkan pondok.

Aku            : lha itu Paman. masalah penempatan kan urusan BKD, dan aku bisa lulus test aja itu sudah anugerah yang luar biasa. bagaimana caranya aku bisa minta di Balen.

Aku berharap dengan berkata seperti itu aku diberi amalan, doa atau bacaan-bacaan khusus agar doaku makbul. Karena dalam benakku saat itu berkata, ”aku baru niat ikut shalat lail saja, doaku [lolos cpns] sudah kesampean. mungkin aku juga akan mendapat amalan khusus agar doaku ditempatkan di SMA Balen juga terkabul”.

Tapi, alangkah kagetnya ketika pamanku menjawab yang tidak seperti kuinginkan

Pamanku    : ya, begini saja… kamu datangi orang yang bertugas mengatur penempatan itu. ceritakan mengenai keinginanmu, kalau kamu masih ingin berjuang untuk pondokmu. dan minta ditempatkan di balen. agar kamu tetap bisa pulang kepondok dan berjuang di sana. insyaallah kalo kamu  bilang seperti itu dia akan mengerti.

dalam hati aku berkata dan merenung : ”kok jawabannya gini ya. rasional banget. padahal prediksiku aku akan disuruh baca fatihah 313 kali, ayat kursi 1000 kali, dll. eh ternyata jawabannya usaha fisik/lahiriah.

aku             : oh… begitu ya Paman.

Walaupun dalam hati aku mengatakan

mana mungkin aku melakukan itu semua, siapa aku ini kok tiba-tiba menghadap kepala BKD.dan bercerita mengenai kehidupanku di pondok, terus menceritakan keinginanku tetap tinggal di pondok, terus ujung-ujungnya minta ditempatkan di SMA Balen…ah… gak mungkin. itu kulakukan”.

tapi, di mulutku aku tetap mengatakan dengan menunduk “iya Paman“.

Setelah aku kembali ke pondok,

Berbagai ucapan selamat, datang dari teman guru, sesama ustadz, dan wali santri, hanya santri-santriku yang tidak mengucapkan.

Setelah banyak berdiskusi dengan beberapa teman guru dan wali santri, aku disarankan untuk mengahadap ketua yayasanku agar aku dibantu diusahakan ditempatkan di Balen, karena ketua yayasanku adalah seorang PNS juga, yang mempunyai relasi yang cukup kuat untuk membantuku.

Akhirnya, setelah mencari moment yang tepat aku menghadap ketua yayasanku. untuk memohon maaf karena telah mengikuti test CPNS dan lolos. Sebenarnya tidak ada larangan bagi kami, para guru di pondok kami untuk mengikuti test CPNS. Tapi, aku tetap merasa tidak enak, karena merasa menomorduakan pondok.

Setelah minta maaf dan dimaafkan. Aku berkata kepada beliau.
Aku : ” Mohon maaf Ustadz. kalau diperbolehkan, saya ingin tetap tinggal di pondok. saya ingin terus melanjutkan perjuangan di pondok ini. Karena pesan Paman saya begitu. Saya tidak boleh meninggalkan pondok ini

Ketua Yayasan : ”Pondok ini terbuka untuk siapa saja, apalagi bagi yang ihlas berjuang untuk pendidikan, dan agama Islam”.

Aku : ”alhamdulillah, terimakasih ustadz….

diam sejenak … suasana menjadi haru.

Aku : ”dan saya juga mohon doanya, agar saya nanti dapat tempat di SMA Balen. karena kalau saya ditempatkan di tambakrejo atau gondang, mungkin saya akan kesulitan, bahkan saya tidak akan bisa melaksanakan amanat paman saya untuk tetap bisa berjuang di pondok ini

Ketua Yayasan : iya saya doakan semoga bisa di SMA Balen.

beberapa minggu kemudian… .

Radar bojonegoro mengabarkan bahwa hari ini bapak bupati melantik beberapa pejabat eselon 3 dan eselon 2. Telah terjadi mutasi pimpinan termasuk bapak kepala BKD.

Sementara itu kabar dari kepala sekolah dan teman-teman ustadz mengatakan bahwa Ketua Yayasan juga hadir ke pendopo kabupaten. Kabarnya beliau akan menduduki posisi baru. Sebelumnya beliau adalah kepala SMPN 7. Menurut kabar simpang siur; ada yang bilang beliau akan di pindah ke SMPN 1 karena prestasinya selama menjabat kepala sekolah selama ini. Ada juga yang bilang beliau ingin menjadi pengawas saja, agar banyak waktu longgar untuk mengurusi bisnis tembakaunya yang baru saja dimulai.

Malam harinya. Info paling valid dari kepala sekolahku mnengabarkan bahwa Bapak Ketua Yayasan kita mendapat tugas baru yang luar biasa, beliau langsung ditempatkan di Struktural Dinas Pendidikan Kabupaten, sebagai Kepala Bagian Ketenagaan. Artinya, beliau lah yang bertanggung jawab terhadap penempatan-penempatan pegawai negeri, termasuk beliaulah yang menyusun usulan formasi penempatan CPNS  ke BKD untuk tenaga pendidikan.

Allah maha mengatur segala sesuatu.

Menunggu SK dan Penempatan.

Kabar penempatan untuk CPNS di kabupaten lain sudah keluar. Teman ku yang lolos di Kab, Lamongan ditempatkan di sekolah yang terdekat dengan rumahnya. Itu adalah sinyal yang buruk bagiku.

Kalau penempatan nanti berdasarkan jarak rumah. maka kemungkinan 100 % aku akan ditempatkan di SMA Gondang. SMA terdekat dengan alamat KTP ku, Nganjuk.

Itu berarti, 40 KM dari pondok dengan medan naik turun bukit. Laa haulawalaa quwwata illaa billah. Tawakkaltu ’alallah.

SK Keluar …

Setelah lama berkonflik dengan DPR dan LSM akhirnya Bapak Bupati mengeluarkan SK CPNS kami yang ditunggu-tunggu.

Dengan Pidato yang sangat membakar, Bapak Bupati Suyoto memotivasi kami para CPNS dengan sukses. salah satu isinya yang paling ku ingat adalah :

”Anda sekarang adalah Abdi Negara, bukan abdi orang tua, atau abdi suami, isteri, anak ataupun keluarga. Sehingga saya tidak ingin mendengar, nanti ada yang baru sekian tahun meminta pindah tempat karena mengikuti suami, mengikuti keluarga atau yang lainnya. Katakan lah kepada orang tua, istri dan keluarga anda, Saya sekarang adalah abdi negara, harus banyak berkorban untuk negara, relakanlah aku berjuang untuk negaraku”.

Perasaanku terbakar motivasi dari Bapak Bupati. Aku malu kepada diriku sendiri. karena aku ingin mendapatkan tempat yang pertimbangannya adalah untuk kepentinganku sendiri. aku tidak sadar bahwa aku adalah abdi negara, yang harus siap berjuang untuk negara, dan siap ditempatkan dimana saja.

aku pasrah.

Mulai Nomor urut 1-110 semua dibacakan dengan lancar, tiba pada nomor urut 111, Petugas pembaca tiba-tiba diam, mungkin kecapekan dan menelan ludah. kemudian dilanjutkan dengan lantang,

Nomor 111, Muhammad Shobirin Saerodji, S.Pd. Unit Kerja : SMA Negeri 1 Balen.

Alhamdulillah, apa yang dikatakan pamanku, apa yang aku doakan, terkabul.

ini adalah anugerah yang kesekian kali yang sulit aku prediksikan.

Allah Maha Mengatur Segala Sesuatu.

Aku langsung mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasanku melalui ponsel. Saat itu juga. Live dari pendopo kabupaten.

Masuk Lembaga SMA Negeri.

SMA Balen adalah sekolah baru. Baru punya tiga ruang dan baru memiliki tiga kelas dalam satu angkatan. Baru ada 2 PNS dan 5 CPNS dari Guru bantu yang sudah masuk lebih dulu. Sedangkan bersama aku dari CPNS Umum ada 5 orang. Kami, lima-limanya berasal dari luar kota. 2 orang dari Nganjuk (termasuk aku), 2 orang dari Tuban, dan 1 orang dari Jogjakarta.

Ternyata, sekolah ini masih belum sempurna dari struktur, karena pejabat-pejabat pembantu kepala sekolah, hanya ada nama, tanpa ada orangnya. Nama-nama itu adalah guru-guru yang diperbantukan di sekolah ini dulunya. Mereka sekarang telah kembali ke sekolahnya masing-masing. Praktis, Kepala sekolah tidak memiliki wakil kepala sekolah.

Ketika aku baru masuk 2 hari, Bapak Kepala Sekolah memanggilku. Beliau mengajak ngobrol mengenai struktur-struktur sekolah dan bertanya pengalamanku di Ar-rahmat. Pada akhirnya beliau meminta aku untuk bersedia menjadi koordinator untuk ulangan kenaikan kelas tahun ini, karena Waka. Kurikulum yang seharusnya bertanggung jwab, sudah tidak mengurusi SMA Balen. Dia sudah kembali mengurusi sekolah tempat bertugas aslinya. Saya pun bersedia. Saya ingat, pesan Prof. Muslimin Ibrahim, dulu waktu kuliah Mikrobiologi, ”jangan pernah lewatkan lubang kesempatan”.

Dengan bermodal pengalaman menjadi sekretaris ulangan semester di Ar-rahmat. Aku laksanakan tugas pertama dari Kepala Sekolah selain mengajar.

Sebenarnya pelaksanaan ulangan kenaikan kelas sedikit amburadul. tetapi tetap berjalan dengan sukses. Setelah kenaikan kelas terlaksana. Bapak Kepala sekolah memanggilku, dan melanjutkan pembicaraan yang dulu, yaitu memintaku untuk sanggup menjadi wakil kepala sekolah urusan kurikulum.

Allahuakbar! sesuatu yang sangat berat (bagiku), dan aku tercekat.

Sebuah tugas yang biasanya dijalankan oleh guru yang sudah senior. Sedangkan aku sungguh sangat belia, bahkan anak-anak. Baru jadi guru 4 tahun di swasta. Sungguh berat.Walau terus terang aku merasa terhormat mendapat tugas ini. Entah ini anugerah ataukah ujian yang bagaimana lagi? [...]

____

belum selesai…

3 Tanggapan ke “Flashback, mengenai CPNS.”


  1. 1 Lilik 24 Oktober, 2009 pukul 9:35 am

    Dalem banget…
    Bagus.

    terima kasih, Mbak Lilik Kunjung dan koment nya.

  2. 2 Fiz 31 Oktober, 2009 pukul 5:04 am

    Perasaan mouseku tak sekrol-sekrol tapi gak entek-entek critane. Review yang menarik Rin…!!

  3. 3 datubolon 7 November, 2009 pukul 9:34 am

    Keren. Saya juga akan melamar.
    Semoga semuanya sesuai harapan. :D


Tinggalkan Balasan




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

banner blogger Nganjuk orange

cicak-lawan-buaya1.jpg

]} Tamuku

  • 77,574 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos