September, mari kita lanjutkan awalan Am yang sederhana kemarin dengan Dm yang juga sederhana.
Karena dengan kesabaran, kesederhanaan itu akan mengantar pada awalan F yang menyenangkan.
Walaupun kadang Fm sebagai variasi hidup menggoda kesungguhan langkah.
Tapi yakinlah, jika kita bertahan, lompatan G yang spektakuler akan menyandingkan kita kepada maqam E yang damai.
Ini adalah harmoni hidup.
Mari kita nikmati sambil menyela dengan melodi-melodi ikhlas.
Sehingga lirik yang terbunyi adalah dzikir syukur yang sangatlah nikmat.
Sisa September, mari kita bernyanyi.
Atap Pondok Pinang Pada Sebuah Malam
Monday, September 19, 2011, at 2:06 Pm
Shobirin Saerodji










Assalamu’alaikum Pak..
Lama tidak silaturahim kesini, semoga selalu dalam lindungan-Nya.
Ehm..Menikmati harmny hidup
Waalaikum salam.
Terima kasih Bu Ajeng atas silaturahmi dan doanya.
iya bu, harmoni hidup yang harusnya menyenangkan.
F itu identik dengan kesukaran, karena kombinasi bar dan senar yang memungkinkan jari ‘mlintir’
C#m itu identik dengan bunyi wajan penjual tahu tek yang dipukul dengan sutil, “Teng…”