Segitiga

Sudut satu/

kita bangga-banggakan diri
mematut kesucian diri di hadapan lantai kotor tak berdaya
menaikkan derajat perjuangan pribadi di tingkatan ihlas yang abstrak
menempatkan diri pada posisi kepuasan yang berdasar teori konsep syukur
sebenarnya ini nikmat anugerah ataukah hukuman yang sirri?

kita tertawa lepas
menikmati kata-kata ajaib: kita sukses!
dan dengan meyakinkan meyimpulkan : Tuhan Meridhoi langkah kita.

sudut dua/

Aku berdiri di sini kelihatannya hanya berdiri
tapi hakekatnya aku berputar-putar
mencari dimana jatuhnya butir tasbih yang katanya ruh itu
ruh semua tujuan bergerak
ruh semua dasar berpikir
ruh yang membuat kita bercengkerama di medan perjuangan ini.

Lihatlah,
lihatlah rantai tasbih ini
Tak beraturan, lunglai diuntai benang berujung
Ujung yang menggerogoti satu persatu komponen kita.

Lihatlah rantai tasbih ini,
Tergeletak tak berdaya, merasa tak ada arti
Hilang hakekat fungsi, mati.

Apakah kau masih membanggakan indahnya manik-manik rantai itu?
Apakah kau masih memuji-muji gemerlapnya mata tasbih yang memang berkilau itu ?
Apakah kau masih dengan berteori syukur dan menempatkan tasbih itu di tempat dzikirmu setiap waktu?
Apakah indah wajah di cerminmu telah memalingkanmu dari merasakan dan mendengarkan jeritan hati yang terdalam?
Kawan,mari kita merenung.

Sudut Tiga/

Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja dengan penuh kesungguhan menuju Tuhanmu dan pasti akan kamu menemui-Nya” (QS 84:6).

ar-rahmat-pada suatu petang.

0 Tanggapan ke “Segitiga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung


Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan


Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami


Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian


Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Usia Balya Sekarang!

Fathi Balyandra Muhammad Lilypie First Birthday tickers

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 151,683 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.