Balyandra, Numpang Bahagia dan Solo

Fathi Balyandra Muhammad.

Tanggal 14 Juli 2011 kemarin adalah ulang tahun pertama pernikahan kami. Tiga hari sebelumnya kado luar biasa kami terima, seorang anak laki-laki yang sehat jiwa raga dan sempurna fisiknya.  Lengkaplah sudah kebahagiaan kami. Kebahagiaan yang pasti diidam-idamkan oleh setiap suami-istri.

Kawan, ku ceritakan kepadamu sedikit tentang proses kehamilan sampai pada kelahiran anakku yang pertama ini.

Setelah tulisanku yang lalu, istriku telah terdeteksi hamil  oleh alat canggih yang bekerja berdasakan indikator HCG itu. Kebahagiaan kami bertambah karena niat kami untuk hidup mandiri, terpisah dari orang tua akhirnya terkabul. Walau dengan modal nekat, kami berdua berhasil memperoleh rumah kontrakan di sebuah perumahan lawas yang sederhana. Di rumah tipe 21 itu kami berdua (ehm, lebih tepat nya bertiga) melewati hari-hari belajar mandiri kami dengan menyenangkan. Banyak hal yang dapat kupelajari dari rumah ini.

Pada satu status facebook saya menuliskan :

” Bapak-bapak, nama saya Shobirin, and Iam not a teroris”.

Status itu bersetting sebuah pertemuan rutin RT di lingkungan perumahan. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya saya adalah kepala keluarga termuda. Dan sekali lagi, menjadi termuda, bukanlah hal yang baru.

Salah satu rutinitas kami adalah, berangkat jam 6.30 dan kembali masuk rumah sekitar magrib. Jarang sekali kami berada di rumah pada siang hari. Seperti kalian ketahui sebelumnya, istri saya mengajar di sekolah fullday sehingga rata-rata pukul 15.00 baru selesai tugas. Setelah itu dia langsung jalan kaki menuju rumah mertua. Dengan jalan kurang lebih 50 meter, sampailah dia di rumahnya. Sementara sekolah tempat saya mengabdi saat ini adalah sekolah yang bangunannya masih setengah jadi. Artinya, rasio jumlah ruang kelas dibanding siswa adalah 340 an siswa berbanding 5 ruang kelas. Sehingga terpaksa anak kelas X masuk sore.  Jam 17.00 adalah waktu bel pulang dari sekolah, artinya, saya bertemu istri di rumah mertua saya pukul 17.25. kurang lebih. Setelah itu, menunggu adzan magrib selesai kami berdua pulang ke rumah kontrakan. Setelah itu aktivitas di rumah kontrakan kami yang menyenangkan dan sederhana itu baru di mulai sekitar menjelang isyak. Setelah isyak kami kadang menonton TV, mengerjakan tugas sekolah, bercengkerama dan lainlain. Semuanya menyenangkan, tentunya juga kadang saya tinggal ke pondok, sampai larut malam. Intinya harmoni hidup kami berrumah tangga terjaga dengan seimbang. Kami bahagia. Bersama calon anak kami yang masih dalam kandungan ibunya.

Setelah 9 bulan akhirnya dengan selamat dan tentunya dengan proses yang menegangkan anak saya lahir ke dunia. Dan pada akhirnya, status ku telah berubah. Ada gelar terhormat yang sangat membanggakan tersemat pada diri saya. Yaitu : BAPAK. Ini adalah capaian hidup yang luar biasa.

Nanti akan saya ceritakan lagi kawan, mengenai hal-lain, termasuk mengenai nama anak saya. Saya ingin ke pokok cerita yang lain dulu.

Prestasi OSN, Numpang Rasa Bangga.

Di bulan Juli juga kawan, kabar dari Ustadz Zain, bahwa Adi Mulia dan tim telah berhasil lolos ke tingkat Nasional. Ini adalah capaian lagi kawan. Dan pada akhirnya Biologi Ar-Rahmat telah berhasil menempatkan capaian preastasi tertingginya dengan membawa Medali Emas ke Pondok tercinta. Walaupun saya bukan pembimbing utama, dan bahkan pembimbing sebagian pun tidak, tapi ada rasa memiliki keberhasilan yang dicapai oleh Adi Mulia dan Ust. Zain sebagai pembimbing.

Tangga perjuangan meraih puncak telah mulai di daki sejak tahun 2006 Wahid rizaluddin habibie gagal di seleksi kabuapten, 2007 Assayid Muhammad Haq gagal di Propinsi, 2008 Ryan Kharisma dan Apriliawan berhasi l membawa pulang 2 perunggu dari Makassar. 2009 Hendriyan YN gagal tembus propinsi, 2010 Maulana berhasil meraih medali perak dari Medan, dan 2011 Adi Mulia berhasil menapaki puncak pertama kali dengan membawa medali emas dari Manado.

Foto dari Fesbuk: Ust. Zain (Pendamping dan Pembimbing), Adi Mulia (tengah) dan Baga (Bidang IPS)

Melihat perjalanan mendaki yang telah terlewati, rasanya memang bukan sesuatu yang keterlaluan jika saya merasa ikut memiliki keberhasilan ini.  Tahun 2011, titik ekstrapolasi untuk OSN Biologi Ar-rahmat.

Solo, sebagai Kota ke 4.

Pada waktu kuliah S1 dulu saya secara tidak sengaja menemukan buku kumpulan esai karya Kang Sobary. Pada beberapa artikel dia berfilosof dengan latar cerita kuliahnya di luarnegeri. Dari cerita itu saya membayangkan  dan saya ingin seperti dia.

Suatu ketika saya juga menemukan buku kumpulan essai karya alm. Kuntowijoyo. Dalam beberapa ceritanya juga mempunyai latar kondisi flat nya ketika dia kuliah di luar negeri.  Hal ini membuat saya semakin sering membayangkan seandainya saya bisa seperti mereka. Dan menceritakan kehidupan saya dengan mengambil hikmah-hikmah kearifan dari kehidupan yang berlatar kultur dan sosial berbeda-beda.  Saya senang sekali, dan saya ingin.

Suatu ketika seorang wali santri chat dengan saya, dan menawari saya sebuah novel. Dari penulis nya saya merasa tidak mengenal. Tapi kata teman chat saya tadi, novel ini sangat inspiratif. Yang isinya adalah perjuangan pendidikan. Maka sayapun akhirnya bersedia membaca. Dan bahkan saya diberi gratisan novel tersebut oleh beliau. Pada beberapa bulan dan tahun kemudian novel itu di edit covernya ditambahi tulisan Best Seller. Novel itu adalah Laskar Pelangi nya Andrea Hirata. Dari novel yang banyak memakai istilah science terutama biologi itulah saya semakin suka dengan karya andrea yang sepertinya cocok dengan latar belakang sosial dan ekonomi saya. Dan keinginan saya belajar ke luar negeri semakin sering saya bayangkan.

Pada tahun yang sama kira-kira, dalam sebuah Pelatihan Pembina Olimpiade di ITS saya berkenalan dengan seorang dosen muda yang energik.  Beliau bercerita, bahwa pintu keberkahan rizki itu adalah menikah. Dia mencontohkan dirinya sendiri.  Saat itu saya belum menikah, sehingga mungkin dengan alasan itu beliau mengambil topik cerita terserbut.  Beliau melanjutkan cerita, bahwa setelah diterima dosen di kampus beliau menikah. Dan setelah menikah istrinya hamil.  Pada saat hamil tua , dia dapat tawaran kuliah di Perancis tanpa diduga, bukan dari kampus, tapi dari rekomendasi dosen perancis yang pernah dia bantu penelitiannya di jawa.  Padahal dia menginginkan S2 sejak sebelum menikah.  Jadi dia menyimpulkan setelah menikah, dia mendapat banyak anugerah, yang sebenarnya beberapa dia ingin kan ketika masih lajang dulu.

Lalu apa hubungannya denganku? Memang aku belum berhasil kuliah di luar negeri. Tapi keinginanku itu masih ada.

Setelah menikah, istriku mendorong untuk  saya melanjutkan S2. Awalnya saya tidak merespon. setelah beberapa bu;lan berikutnya, saya jadi terlecut juga. apalagi ibu saya memberikan motivasi serupa. Awalnya UNESA lagi atau UM Malang yang muncul di pilihan. Tapi dengan tiba-tiba Solo muncul tanpa di duga.

Keinginan kuliah lagi memang sudah terpantik, tapi aku berencana mendaftar tahun depan saja. Karena tahun ini anakku masih baru lahir. Rasanya tidak mungkin aku sering meninggalkan istriku dalam keadaan yang masih serba ribet.

Tetapi Tuhan berkehendak lain. Ust. Zain, guru Ar-rahmat yang awalnya menolak ajakan kuliah lagi, eh, malah berbalik mengajak, bahkan untuk tahun ini, bukan tahun depan seperti rencana saya.  Sontak saya kelabakan. Mau menolak, takutnya tahun depan gak ada temannya malah males. Karena jauh. Mau mengiyakan , dari segi biaya, kayaknya berat, karena mulai anakku lahir nanti aku aharus menyediakan uang susu dan lain2 yang sebelumnya tidak teralokasikan.

Tapi atas motivasi dan kebesaran jiwa istriku, akhirnya aku berangkat juga test menuju solo. Dan pada akhirnya saya sekarang  resmi menjadi mahasiswa program pascasarjana UNS. Memang sepertinya berat. Dari segi biaya, dan pikiran. Tapi Tuhan telah menata seperti inilah, kawan. Aku yakin Dia Pasti Akan Memudahkan.

Memang dari kuliah S2 kali ini aku belum banyak merasakan perubahan dalam keterampilan keilmuan ataupun riset-riset ilmiah. Tapi dalam dunia pemikiran sedikit banyak telah berkembang dan berevolusi sedikit demi sedikit.  Aku merasakan sepertinya aku telah menaiki tangga kehidupan selanjutnya, dengan tantangan yang jelas lebih berat dan besar. Setelah, Nganjuk kota kelahiran, Surabaya Kota bertumbuh, Bojonegoro kota Pendewasaan, sekarang Solo akan menjadi apakah?  Aku harus menyiapkan diri.

-sebuah tulisan di bulan Oktober, yang diposting di bulan Desember-
Shobirin Saerodji

1 Tanggapan ke “Balyandra, Numpang Bahagia dan Solo”


  1. 1 Fiz 13 Desember, 2011 pada 8:08 am

    Nderek bingah… :)
    - Cerita tentang keluarga buagus, tapi lebih bagus lagi jika dipisah dengan OSN dan kuliah. Berlaku juga untuk dua cerita terakhir.
    - Soal kepala keluarga termuda, nampaknya kita sama, dulur. Di organisasi kampung baru, aku termasuk dalam golongan bapak-bapak tapi masih harus aktif mendampingi Kartar berkarya. Profesi baru itu bernama, tukang soting.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung


Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan


Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami


Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian


Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Usia Balya Sekarang!

Fathi Balyandra Muhammad Lilypie First Birthday tickers

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 151,683 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.