Arsip untuk Kategori 'Puisi'

Susumu terbeli, leherku tertali.

Source Image : http://www.batamtoday.com/berita12515-Kenaikan-Harga-BBM-akan-Berdampak-Pada-Ekonomi-Masyarakat-.html

BBM naik tinggi, susu tak terbeli
Orang Pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi.
 
-Galang Rambu Anarki-
 Iwan Fals
 
Anakku, Kak Galang sudah lama tiada
Bang Iwan tidak akan lagi menyanyikan lagu Galang-nya
Walau sekarang BBM akan naik lagi
Membubung lebih dari sekedar naik tinggi.
 
Anakku, bukannya Bang Iwan telah letih menyanyikannya
Tapi percuma,  cabe dan bawang merah di pasar Jombatan sudah lebih dulu melaju
Daftar harga baru Mbah No Kopi, dan Ning Rum pecel pun telah terbit disahkan,
tepat dua minggu sebelum tanggal satu.
 
Anakku, aku yakin kamu tidak akan kurang gizi karena susu
Karena bundamu telah diposyandukan setiap empat  minggu
Koperasi dan bank-bank uangnya melimpah untuk dihutangkan kepadaku
 
Tapi, aku takut dengan paman-paman dan pakdhe-pakdhemu yang di luar sana
Mereka tiba-tiba jadi orang jahat, karena ingat BBM, BLT, kekuasaan, kesempatan menggibah, memfitnah, menghujat,  menjatuhkan kawan, menjegal teman, mengkhianati dan melupakan Tuhan.
 
Anakku, dunia ini hanya permainan dan senda gurau
Itu Kata Tuhan dalam firman-Nya
Permainan apa itu, aku pun tak tahu
Orang-orang pintar itu pun juga sedang bermain-main dan dipermainkan
Dan kita ini, adalah mainan dari permainan-permainan itu.
 
Anakku,  Kak Galang sudah lama pergi
Bang Iwan tak menyanyikan lagu itu lagi
BBM tetap dinaikkkan tinggi
Karena orang pintar tidak lagi peduli kita dan mereka seperti ini
 
Anakku
BBM tetap dinaikkan tinggi
bukan berarti kau boleh saling menyakiti.
 
Shobirin Saerodji
Rel Bengkong, 23 Maret 2012

Terbaik Anakku

Berbagai rupa takdir yang  terjalani adalah bentuk kasih sayang Allah SWT.

terhadap hamba-Nya. (dari sudut pandang si-hamba) bisa menyenangkan, juga menyedihkan.

 

pun juga kasih sayang orang tua, (pada sudut pandang anak) ada yang menyenangkan juga menyakitkan.

kadang, orang tua hanya memilih cara mengasih-sayangi anak dengan cara yang menyenangkan anaknya saja, atau sebaliknya

seperti ada siang, ada pula malam. panas katulistiwa pun diimbangi dengan dingin di dua kutub.

keteraturan ciptaan Tuhan akan jadi petaka bagi mahluk jika keseimbangan itu tak terlakoni.

 
Shobirin Saerodji
Bojonegoro- January 3, 2012

Tetaplah baik, anakku (II)!

Karena Tuhan sudah terlanjur menetapkan osmosis sebagai sunnatullahnya,

maka banyaklah meneguk, tapi kemudian ekskresikan sebanyak-banyaknya.

Karena duniamu sekarang sudah bukan air tawar lagi.

 

Sudahlah, mari kita berkarya lagi seperti kemarin-kemarin.

Biarlah mereka yg memeraninya. Kita ambil peran kita yg semestinya.

Jujur memang barang antik untuk ukuran dunia mereka yg sedang memasuki dunia kita.

 

Shobirin Saerodji
February 27/282012

Tetaplah baik, Anakku!

Maafkan aku, anak-anakku.
Jika kamu masuk jurang neraka,

itu juga karena salahku, sebagai orang tuamu.
Ampuni aku, Tuhanku. Jika dengan seciut-dangkalnya pengetahuan hamba ini,

aku memutuskan bahwa : inilah yang terbaik untuk aku lakukan

 

untuk mengekspresikan fenotip unggul melalui manipulasi genetik relatif lebih sulit, maka mari memanipulasi lingkungan saja, anakku.

karena kata seorang profesor, selain mempengaruhi fenotip, lingkungan dapat pula memaksa genetik kita termutasi.
 
Solo-Sobontoro, 17 Maret 2012
Shobirin Saerodji

Hanyalah anak-anak.

I
Bapak-bapak, kami ini masih anak-anak baru baligh.
memang kami sudah bisa mencari dan mendapatkan nutrisi.
tapi nutrisi kami kecil-kecil.
kalaupun besar, masih lebih besar kebutuhan kami untuk menyusun organ-organ tubuh kami.
dan dengan dasar apapun, memparasiti kami bukanlah kebenaran.
 
kami masih anak-anak baru baligh.
yang masih melekat kuat kaidah thaharah yang kalian ajarkan beberapa waktu lalu.
jangan samakan kami dengan para manula yang sudah pikun, dan mudah beser.
dan dengan dasar apapun, najis tetaplah najis.
 
II
Kawan, Tuhan sudah terlanjur menetapkan osmosis sebagai sunnatullahnya.
maka banyaklah meneguk,
tapi kemudian ekskresikan sebanyak-banyaknya.
Karena duniamu sekarang sudah bukan air tawar lagi.

 

Shobirin Saerodji
Sobontoro, Maret 2012

 

Kau isteri ku

Jika ditamanku itu jadi indah itu karena mu.
jika dipagiku itu harum dan segar itu karena wangi dan gairahmu yang memancar.
melatiku, teruslah di tamanku. kau ada, aku ada.
jika perjalanan jauh ini terasa indah, itu karena kau yang mendekatkan.
 
jika kedekatan itu menjauh,
kau mendekati kedekatan itu, dan kau dekatkan kepadaku.
kau pendekat, segala kedekatan.
janganlah menjauh, karena engkau pendekat.
 
jika aku sekarang telah bersama kesukacitaan, maka kau lah kesukacitaan itu.
jika aku sekarang telah menikah, tidaklah lain kaulah istriku.
jika aku sekarang menjadi bapak, kaulah yg melahirkan anakku.
 
saat aku dirumah, kau isteriku.
saat aku di sekolah, kau isteriku.
saat di jalan, kau isteriku.
di bus, kau isteriku.
di kampus, kau isteriku.
di KSK, isteriku,
di surat nikah, isteriku.
di form-form, isteriku,  di tulisan-tulisan, di amplop-amplop, di posting-posting blog, di status-status facebook, di dekatku, jauhku, kau lah isteriku.
 
Di atas Sumber Kencono, 5 Februari 2012
Untuk Isteriku di Bojonegoro, Selamat berulang Tahun.

Ringkih

raga ini hanyalah saripati tanah.
dan cenderung mengajak mendekat kembali ke hamparan tanah.
apalagi saat jiwa terrampas lelah.
pergi.
raga yang tinggal jasad ini terkulai.
ambruk.

Tuhan,
-kalau boleh- aku belum ingin istirahat.

Shobirin Saerodji
Solo, November 18, 2011
 
ada sebuah kata-kata bijak :
ar-rohatu fii tabaadulil a’mal.
istirahat itu di pergantian aktivitas / pekerjaan.
Jadi sebenarnya dengan berpindah aktivitas kita sudah beristirahat.
Kadang kita merasa capek bekerja di depan komputer, kemudian kita melaksanakan istirahat dengan bermain dengan anak kita, atau dengan tidur. dan itu semua itu adalah aktivitas. Maka mari kita beristirahat dengan berpindah ke aktivitas lain yang juga bermutu dan produktif.
kita akan benar-benar beristirahat, mungkin setelah nanti ketika kita tidak memikirkan masa yang akan datang dan masa yang telah lalu.
 
wallahu a’lam bisshawab.

Segitiga

Sudut satu/

kita bangga-banggakan diri
mematut kesucian diri di hadapan lantai kotor tak berdaya
menaikkan derajat perjuangan pribadi di tingkatan ihlas yang abstrak
menempatkan diri pada posisi kepuasan yang berdasar teori konsep syukur
sebenarnya ini nikmat anugerah ataukah hukuman yang sirri?

kita tertawa lepas
menikmati kata-kata ajaib: kita sukses!
dan dengan meyakinkan meyimpulkan : Tuhan Meridhoi langkah kita.

sudut dua/

Aku berdiri di sini kelihatannya hanya berdiri
tapi hakekatnya aku berputar-putar
mencari dimana jatuhnya butir tasbih yang katanya ruh itu
ruh semua tujuan bergerak
ruh semua dasar berpikir
ruh yang membuat kita bercengkerama di medan perjuangan ini.

Lihatlah,
lihatlah rantai tasbih ini
Tak beraturan, lunglai diuntai benang berujung
Ujung yang menggerogoti satu persatu komponen kita.

Lihatlah rantai tasbih ini,
Tergeletak tak berdaya, merasa tak ada arti
Hilang hakekat fungsi, mati.

Apakah kau masih membanggakan indahnya manik-manik rantai itu?
Apakah kau masih memuji-muji gemerlapnya mata tasbih yang memang berkilau itu ?
Apakah kau masih dengan berteori syukur dan menempatkan tasbih itu di tempat dzikirmu setiap waktu?
Apakah indah wajah di cerminmu telah memalingkanmu dari merasakan dan mendengarkan jeritan hati yang terdalam?
Kawan,mari kita merenung.

Sudut Tiga/

Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja dengan penuh kesungguhan menuju Tuhanmu dan pasti akan kamu menemui-Nya” (QS 84:6).

ar-rahmat-pada suatu petang.

Chord untuk September

Harmony

Harmony

September, mari kita lanjutkan awalan Am yang sederhana kemarin dengan Dm yang juga sederhana.
Karena dengan kesabaran, kesederhanaan itu akan mengantar pada awalan F yang menyenangkan.

Walaupun kadang Fm sebagai variasi hidup menggoda kesungguhan langkah.
Tapi yakinlah, jika kita bertahan, lompatan G yang spektakuler akan menyandingkan kita kepada maqam E yang damai.

Ini adalah harmoni hidup.
Mari kita nikmati sambil menyela dengan melodi-melodi ikhlas.
Sehingga lirik yang terbunyi adalah dzikir syukur yang sangatlah nikmat.

Sisa September, mari kita bernyanyi.

Atap Pondok Pinang Pada Sebuah Malam
Monday, September 19, 2011, at 2:06 Pm

Shobirin Saerodji

Merdeka, Pahlawanku!

pahlawan-bangsa

sumber gambar :

Nikmati doa-doa dari para penerusmu hari ini.
Semoga kau tak kecewa dg apa yg kami lakukan hari ini.

Selamat atas lakumu di masa lalu.
Nasib baikmu sulit ku samai
untuk menyerahkan segenap hidup dan keyakinan.
Demi kemapanan bangsa dan anak cucumu.

Bapak, kakek, dan nenek, salam buat kawan-kawan mu di sana.
Anak dan cucumu masih berusaha semampu diri melanjutkan perjuanganmu.

Allahuakbar!
Merdeka!

Bojonegoro, 16 Agustus 2011
Shobirin Saerodji

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung


Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan


Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami


Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian


Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Usia Balya Sekarang!

Fathi Balyandra Muhammad Lilypie First Birthday tickers

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 151,683 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.