Arsip untuk Kategori 'Puisi'

Balada Minggu Pertama di Bulan Oktober

Kawan, ku buka lembaran awal dibulan Oktober ini dengan banyak merenung. Allah Sedang Mengajakku Berbicara, dengan bahasa yang agak sulit kupahami, tapi dapat kurasakan. Allah Sedang Menegurku, karena aku ngengkel terhadap aturan-Nya.

Kuluapkan pada posting pendek di halaman Facebook, sekarang ku kumpulkan di sini, agar tidak berserakan, sekaligus sebagai oleh-oleh dari sebuah ketidakmanutan.

I.
Engkau Maha Mengatur Segala Sesuatu. Lanjutkan membaca ‘Balada Minggu Pertama di Bulan Oktober’

Kepompong, Kupu-kupu


Kepompong,  nanti kupu-kupu
sebuah proses, bukan ekses
memenjara, mengekang, menindas
menciutkan nyali, menghancurkan egosentris
.
kepompong, nanti kupu-kupu
diam, tenang, nrimo, legowo
taat, taqwa, tawakkal
sabar, kuat dan yakin
.
kepompong, nanti kupu-kupu
diam untuk bergerak
jeda untuk kerja
rehat untuk giat
sehat untuk manfaat Lanjutkan membaca ‘Kepompong, Kupu-kupu’

Merdeka

I
Tombak…
Senapan…
Bedil…
Keris…
Meriam…
Pedang…
Granat…
Badik…
Parang…
Ranjau…
Molotov…
BUMMM!!!
Meledak..
Melesat…
Melukai…
Membantai…
II
Doa-doa … Lanjutkan membaca ‘Merdeka’

SEPERTI BERMAIN GITAR

Seperti bermain gitar,
Dengan dawai berjajar diam yang tidak sama besar
kadang ku sentuh dengan lembut
kadang ku cabik dengan kasar

mengapa tidak hanya dengan kelembutan? Lanjutkan membaca ‘SEPERTI BERMAIN GITAR’

Sedari dulu

Apa yang aku minta, Kau turuti.
sedari dulu.
Apa yang aku hilang, Kau ganti.
sedari dulu.
Apa yang aku butuh, Kau cukupi.
sedari dulu.

apa yang aku angankan, Kau nyatakan.
sedari dulu.

Fa bi ayyi alaai robbikuma tukadziban?

Bojonegoro, 19 Desember 2008.
# Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Nikmat yang bagaimana lagi yang aku inginkan. semua sudah Kau wujudkan. Ya Allah beri aku kekuatan untuk selalu bisa bersyukur.

Melati

Melati,
Dunia memang tidak semua berisi wangi
maka tugasmu adalah mengharumi

Melati, Lanjutkan membaca ‘Melati’

Mantra: Ilmu Menghadirkan

Aku sedang makan

datanglah!

Aku mau kenyang

datanglah!

Aku bersendawa

datanglah!


Aku menulis proposal

datanglah!

Aku mengerjakan proyek

datanglah!

Aku menulis laporan

datanglah!


Aku berdoa

datanglah!

Aku sholat

datanglah!

Aku membaca Al-Quran

datanglah!


Aku berdzikir

datanglah!

Aku iktikaf

datanglah

Aku  merenung

datanglah!

Aku pingsan

datanglah!

Aku tidur lelap

datanglah!


hadirkanlahkehadiranmu

dengan rasa terawasi padaku

agar aku mampu menjamumu

dengan segenap penghormatan kehambaan

di setiap tingkah dan pikiran yang terbersit

Ngronggot, 11 Oktober 2008

terinspirasi dari tulisan : Ilmu Menghadirkan dalam Tuhan yang Terpenjara (Mohamad Nurfatoni)

Rotterdam

Pedangmu berkilat melengkung

tegas tebas menghabisi wajah pucat kumpeni

tanpa tertahan

kudamu meringkik hebat

surainya melambai-lambai tertiup angin perang

kencang dan lembut membawa panas dan dingin

Pangeran!

Saya masih hidup

Saya melihat kuda anda sekarat

Saya tanya kuda anda

“mengapa Yang Mulia Pangeran mau bermeja dengan kumpeni mukapucat?”

Kuda anda mengerang marah dan menyebutkan sebuah kata

Rotterdam.

Saya mengerti, karena Anda Pangeran Senopati ing Alaga.

Sang ksatria yang selalu mengangkat kejujuran dan kemanusiaan

dan saya paham bahwa Anda adalah Sayyidin Panatagama Khalifatullah,

sehingga tidak akan bisa

Rotterdam yang rapuh ini memenjarakan kewalianmu

karena hakekatnya Allah telah membebaskan ruhmu

untuk bercengkerama dengan kemerdekaan

yang sedang kami rayakan hari ini.

Shobirin Saerodji@Wisma Amanat
Makassar, 8 Agustus 2008

hanya untuk meyakinkan kamu

Pada saat semua yang terjadi kusadari

Bahwa yang menjungkirbalikkanku

adalah kekuatan auramu Lanjutkan membaca ‘hanya untuk meyakinkan kamu’

aku menikahimu karena dia yang menikahkan kita*

aku ingin menikah dengan mu

tapi tidak ingin menikah denganmu

aku ingin

tapi tidak ingin

aku ingin menikahku karena perintahnya

aku tidak ingin jika menikahku karena keinginanku

aku ingin inginku tidak ada

yang ada hanya inginnya

jadi menikahku bukan inginku

tapi inginnya

aku mencintaimu karena aku mencintainya

aku menikahimu karena dia yang menikahkan kita.

shobirin.saerodji
1 maret 08
* judul yang tepat, sebenarnya : aku [ingin] menikahimu karena Dia yang [akan] menikahkan kita.

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

banner blogger Nganjuk orange

cicak-lawan-buaya1.jpg

]} Tamuku

  • 77,296 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos