Arsip untuk Kategori 'Wisdom'

Flashback, mengenai CPNS.

Setelah lama tidak bercerita lewat posting blog, bingung juga memilih cerita yang akan ditulis. terlalu banyak yang ngendon di otak.

Biarlah tulisan kali ini mengalir seperti air sungai.

Flashback, mengenai CPNS.

Sejak pengumuman test CPNS bulan desember tahun lalu, aku merasakan beberapa hal yang luar biasa.

Entah sedikit ada kesombongan atau tidak (terselip dalam tulisanku kali ini) aku hanya ingin berbagi cerita.

Melalui sekuel tulisan ku Tetap Air I, II dan III sebenarnya aku telah menceritakannya.

Setelah anugerah Allah berupa lolos CPNS yang sulit untuk kuprediksikan, anugerah besar lagi yang kuterima adalah Lanjutkan membaca ‘Flashback, mengenai CPNS.’

Balada Minggu Pertama di Bulan Oktober

Kawan, ku buka lembaran awal dibulan Oktober ini dengan banyak merenung. Allah Sedang Mengajakku Berbicara, dengan bahasa yang agak sulit kupahami, tapi dapat kurasakan. Allah Sedang Menegurku, karena aku ngengkel terhadap aturan-Nya.

Kuluapkan pada posting pendek di halaman Facebook, sekarang ku kumpulkan di sini, agar tidak berserakan, sekaligus sebagai oleh-oleh dari sebuah ketidakmanutan.

I.
Engkau Maha Mengatur Segala Sesuatu. Lanjutkan membaca ‘Balada Minggu Pertama di Bulan Oktober’

Merdeka

I
Tombak…
Senapan…
Bedil…
Keris…
Meriam…
Pedang…
Granat…
Badik…
Parang…
Ranjau…
Molotov…
BUMMM!!!
Meledak..
Melesat…
Melukai…
Membantai…
II
Doa-doa … Lanjutkan membaca ‘Merdeka’

Sedari dulu

Apa yang aku minta, Kau turuti.
sedari dulu.
Apa yang aku hilang, Kau ganti.
sedari dulu.
Apa yang aku butuh, Kau cukupi.
sedari dulu.

apa yang aku angankan, Kau nyatakan.
sedari dulu.

Fa bi ayyi alaai robbikuma tukadziban?

Bojonegoro, 19 Desember 2008.
# Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Nikmat yang bagaimana lagi yang aku inginkan. semua sudah Kau wujudkan. Ya Allah beri aku kekuatan untuk selalu bisa bersyukur.

Maryamah Karpov Di Tangan

Surabaya hari senin (1/12) kemarin, Novel pamungkas dari Tetralogi Laskar Pelangi yang bertitel Mimpi-mimpi Lintang, Maryamah Karpov (MK) telah rilis secara resmi. Aku diiming-imingi seorang Kawan melalui email, bahwa dia sudah mendapatkan MK pada hari Sabtu, langsung dari kardus aselinya.

Aku jadi segera kepingin ke Surabaya besok hari senin. aku tidak mau ketinggalan buku yang dinanti-nanti oleh semua penggila tetralogi Laskar Pelangi. Tapi itu tidak mungkin, karena aku harus melaksanakan tugas kewajiban ke sekolah. Tak mungkin kutinggalkan sekolah hanya gara-gara ingin menjadi pembaca pertama MK. Malu aku sama Bu Mus, kalo sampai aku mbolos sekolah. Lanjutkan membaca ‘Maryamah Karpov Di Tangan’

Jangan Paksa Cinta, Mas!

Lama hanya bersua lewat suara, kemarin siang saya menjemputnya di terminal kota. Hampir 4 tahun kami tidak ketemu setelah lepas kuliah sampai hari kemarin. Namanya Barok atau biar keren, sebut saja namanya Barrack, tapi tidak usah pakai Obama. Adik kelas kuliah, dan sedulur di HMJ waktu masih di Biologi Unesa.

Sebagaimana budaya yang kita bangun waktu di HMJ, bahwa diantara sesama anggota kita semua adalah saudara dan budaya itu -dijaman kami- ditanam dengan sungguh-sungguh sehingga sekarang kami masih terus memanen tanaman budaya perseduluran tersebut.

Akhir agustus lalu Barrack mengabarkan berita gembira bahwa dia mau menikah. Sebagai adik, dia mendahului saya. makanya dia sedikit minta maaf. Tapi tak apalah, karena memang bagiku hal itu bukan masalah yang serius. Dan sayapun juga minta maaf karena tidak bisa hadir dalam acara pernikahannya karena harus mendampingi murid Olimpiade di Makassar saat itu. Ketika saya tanya apakah calon istrinya adalah pacarnya yang dulu jaman kuliah?, dia menjawab : bukan Lanjutkan membaca ‘Jangan Paksa Cinta, Mas!’

Efek Caleg dan Ulang tahun

Imbas dari rencana ikutnya nyaleg salah seorang teman guru di sekolah sampai ke meja kerja saya.

Bersamaan rapat rutin setiap rabu malam beliau menyampaikan kalau mungkin intensitas di pondok menjadi berkurang karena beliau ingin melebarkan sayap perjuangan. Tidak hanya berjuang untuk wilayah pondok tapi juga untuk seluruh kabupaten, termasuk pondok saya. diplomatis sekali. dan menjanjikan. Akhirnya teman-teman guru pun juga mengihlaskan beliau.

Beberapa hari berikutnya, suatu pagi, kepala sekolahku yang baru memanggil. Lanjutkan membaca ‘Efek Caleg dan Ulang tahun’

Konsul Sore Ramadhan: Siapa saja Muhrim?

Wa banaatul akhi, wa banaatul ukhti

Kalimat di atas adalah penggalan dari ayat alquran surat An-nisa 23. Ayat ini membahas tentang orang-orang yang haram dinikah (muhrim). Berdasarkan ayat tersebut ada 11 orang yang masuk kategori muhrim. Lanjutkan membaca ‘Konsul Sore Ramadhan: Siapa saja Muhrim?’

Rotterdam

Pedangmu berkilat melengkung

tegas tebas menghabisi wajah pucat kumpeni

tanpa tertahan

kudamu meringkik hebat

surainya melambai-lambai tertiup angin perang

kencang dan lembut membawa panas dan dingin

Pangeran!

Saya masih hidup

Saya melihat kuda anda sekarat

Saya tanya kuda anda

“mengapa Yang Mulia Pangeran mau bermeja dengan kumpeni mukapucat?”

Kuda anda mengerang marah dan menyebutkan sebuah kata

Rotterdam.

Saya mengerti, karena Anda Pangeran Senopati ing Alaga.

Sang ksatria yang selalu mengangkat kejujuran dan kemanusiaan

dan saya paham bahwa Anda adalah Sayyidin Panatagama Khalifatullah,

sehingga tidak akan bisa

Rotterdam yang rapuh ini memenjarakan kewalianmu

karena hakekatnya Allah telah membebaskan ruhmu

untuk bercengkerama dengan kemerdekaan

yang sedang kami rayakan hari ini.

Shobirin Saerodji@Wisma Amanat
Makassar, 8 Agustus 2008

15 Menit dan Nasi Goreng

NASI GORENG adalah makanan favoritku. Sepertinya selalu lezat disantap kapanpun walaupun siang hari, bagiku. Aku mempercayainya selama ini. dan aku menikmatinya. dan sepertinya tidak ada yang terganggu dengan itu.

Ketika penjual nasi goreng itu adalah diriku sendiri dan ketika setiap hari aku dijamu dengannya muakpun datang. Dan aku malah minta pecel, yang sebenarnya adalah makanan yang sudah puas kusantap sejak kecil. Tapi aneh, dumulutku yang sekarang pecel terasa lebih nikmat ketimbang nasi goreng yang my best fav food. Ketika pecel dinyatakan habis, aku malah cuma minta tempe goreng. Dan ternyata tempe goreng pun lebih enak daripada nasi goreng.

Kurasa hubungan asmarapun juga demikian. Ada titik jenuh jika diforsir. Sebenarnya jenuh itu akan tergeser ke skala yang mendekati nol, jika ada menegement tempe yang menggantikan dominansi nasi goreng.

Menjadi nikmat untuk mendengar suaramu yang hanya sebentar setelah kejenuhan seharian kerja yang mengungkung. Adalah nikmat setelah lama tak terdengar. Menjadi oase dalam perjalanan gurunku. Menjadi seberkas cahaya dalam goa yang ku jejaki. Aku bisa bayangkan tidak akan ada gunanya seberkas cahaya jika matahari diatas kepala berterik tanpa awan.

Aku bahagia walau hanya dalam hitungan menit kudengar suara tawamu menyejukkan.

Halaman Berikutnya »


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

banner blogger Nganjuk orange

cicak-lawan-buaya1.jpg

]} Tamuku

  • 79,274 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

More Photos