Dewiku-Dewimu

DEWIKU-DEWIMU

Dewi itu pergi meninggalkanmu

Dewiku marah karena kesibukan, dan kealphaanku

Memujanya, menyapanya..


Dewimu sekarang ke sebuah tempat sunyi

Kontemplasi sempurna abadi di sisinya

Dewiku sekarang ke sebuah tempat yang ramai

Tempat yang menyebabkan hidupnya menjadi hidup dewasa.

Sehingga aku di sini akan terpaksa sulit untuk memujinya

Dewimu adalah Dewimu yang sesungguhnya

Sedangkan dewiku hanya dewi untukku

Belum dewi ummat manusia

Yang ku punya adalah dewi, dewiku sendiri

Dewimu adalah dewi manusia yang lebih kau cintai

Aku mencintai dewiku

Dan mencintai dewimu

Dewiku masih belum seperti dewimu

Dan aku juga masih belum sepertimu

Selamat jalan dewiku

Selamat jalan juga dewimu

Semoga engkau mampu menjadi dewi selanjutnya

Di kehidupan selanjutnya

Dan dewi di waktu nanti.

Amiin.

@ rk_bio_its

7 April ‘07

Untuk dewiku/adhiku

Untuk dewimu/ambar’s mother.

1 Response to “Dewiku-Dewimu”


  1. 1 Fiz 4 Juni, 2007 pukul 3:56 pm

    ‘DEWI’ aku mohon beri kesempatan… tuk bisa menebus dosaku kepadamu. MAAFKANLAH aku yang menyakitimu…aq tidak pernah menyangka bisa begini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: