KEBAIKAN TAK KASAT MATA

SEGALA SESUATU JIKA BANYAK MAKA AKAN MENJADI MURAH

kecuali

BUDI PEKERTI

Apapun hasil yang kau peroleh, “baik” ataupun “menyakitkan”-Jangan pernah menyesal menjadi orang baik. Manusia tidak mempunyai parameter kebaikan yang valid. Kebaikan manusia akan terukur dengan hanya KASAT MATA-apa yang terlihat dengan mata telanjang. Padahal kebaikan/baik buruknya manusia tidak hanya kasat mata. Allah-lah yang punya parameter yang Haqqul Yaqin.

Kemampuan parameter manusia tentang kebaikan tergantung keilmuan yang dimiliki olehnya. Sehingga orang yang dangkal ilmunya maka makna kebaikan pun juga akan sedangkal ilmunya atau dalam kata lain -hanya sebatas yang dia tahu-. Akibatnya kebenaran seolah-olah hanyalah ruang sempit sebatas apa yang ada dihadapan matanya.

Padahal kalau mau berluas pandang, disamping kanan kita masih ada lorong untuk menuju cahaya di ujung gua yang gelap.. di sebelah kiri kita jalan lebar menuju cahaya, tetapi karena ilmu kita tidak mengajarkan bagaimana menoleh, menengok bahkan melirik, sehingga ketika ada orang lain yang berbelok ke kanan atau ke kiri SONTAK kita menjegalnya sampai tersungkur. Ironisnya (dengan kedangkalan ilmu kita) kita membanggakan diri seolah-olah kita menyelamatkannya. Padahal yang kita jegal itu sebenarnya juga tahu bahwa jalan yang lurus itu memang benar dan yang kekiri dan ke kanan itu juga benar. Hanya saja dia memilih jalan yang lain agar pengalaman ataupun apa yang diperoleh berbeda.

Misal dengan memilih jalan yang lurus dia akan melewati mata air, sehingga nantinya mampu membawa bekal air. Sedangkan yang kekanan akan memperoleh bekal makanan, dan yang kekiri memperoleh peta perjalanan selanjutnya. Jalan kebenaran tidak hanya satu, dan semuanya pantas untuk di lalui. Hanya saja nanti ketika sudah berhasil keluar dari kegelapan bersama-sama bertemu di terangnya cahaya masing-masing akan mempunyai pengalaman yang berbeda-beda,… dan merasakan hal yang berbeda-beda pula….tetapi hakekatnya ketiga jalan itu sama…jalan kebenaran menuju cahaya….

Sebelum kita menjegal saudara kita dengan kebodohan kita ayo kita menuntut ilmu, membuka cakrawala berpikir yang sehat, dalam dan luas. Menyadari bahwa kebenaran bukan hanya KASAT MATA.

Akan tetapi jangan pula kemudian kita takut menjegal kawan padahal dengan tujuan ingin menyelamatkan. yakinilah jika kita memang yakin bahwa dia berjalan ke arah yang sesat kewajiban kita adalah meluruskan. Karena sebagai sebuah kewajiban sebagai sesama manusia yakinlah sebuah niat baik mutlak dilaksanakan. Masalah bagaimana dengan hasilnya,,, bukan urusan kita…walaupun hasil niat baik kita kadang hasilnya tidak baik (menurut parameter kita), tapi percayalah…JANGAN MENYESAL MENJADI ORANG BAIK.(choby)

2 Responses to “KEBAIKAN TAK KASAT MATA”


  1. 1 aliya 24 Februari, 2009 pukul 2:16 am

    Ass.
    Saya sedang gundah mendengar fitnah yang disebarkan. Saya sama sekali tidak pernah melakukan perbuatan itu, dikatakan saya menyebarkan sebuah gosip dan melakukan tindakan yang sangat tidak menyenangkan. Bahkan teman-teman di sekitar saya juga merasa aneh dengan berita itu, setahu mereka saya termasuk orang yang menghindari gosip. Bahkan, orang-orang yang mengetahui gosip itu sudah menyatakan bahwa mereka mengetahui gosip itu bukan dari saya, tapi dari orang lain. Tapi, fitnah itu di sebarkan di luar kalangan saya. Tersebar di tengah orang-orang yang tidak mengenal saya. Saya ingin mengklarifikasi, tapi hati saya masih terlalu lemah. Saya khawatir ini hanya terlihat seperti pembelaan diri. Apakah panilaian Allah dipengaruhi oleh penilaian manusia kepada kita? Apakah kita cukup diam dan tak perlu klarifikasi, dan memasrahkan kepada Allah saja semua persoalan ini. Mohon tanggapannya. Terimakasih.
    Wss.

    • 2 chobynet 25 Februari, 2009 pukul 9:37 am

      waalaikum salam wr. wb.

      saya sangat terhormat dengan kunjungan Sdr. Aliya di blog saya ini.

      Sepertinya Aliya sebenarnya sudah sangat paham dengan apa yang harus dilakukan, karena Aliya pada dasarnya adalah orang yang suka berpikir tentang kebijakan dan hikmah. Tetapi karena saya dimohon untuk memberi tanggapan, maka saya akan mencoba untuk menuliskan tanggapan saya.

      Allah Maha Luas Pengetahuannya, sedangkan manusia sangat terbatas ilmunya. sudah barang tentu Penilaian Allah tidak tergantung penilaian manusia. bisa jadi penilaian manusia suatu saat sama dengan penilaian Allah, bisa jadi suatu saat berbeda.

      Fitnah adalah sebuah kedholiman. Allah tidak pernah mendholimi hambaNya, jadi jika ada kedholiman di muka bumi ini, itu adalah karena ulah manusia, adalah hasil kesalahan manusia. Sesama manusia, kita mempunyai kewajiban untuk saling nasehat menasehati dalam hal haq dan kesabaran, agar kita tidak termasuk orang yang merugi yang memperturutkan hawa nafsu, ego tinggi kita.

      Klarifikasi adalah bentuk dari menunjukkan yang haq, dan menyingkap kebathilan Sehingga klarifikasi bukanlah sebuah penunjukan ego bahwa “saya tidak salah”, melainkan sebuah perwujudan dari “Allahumma arinal haqqa-haqqan…” .

      Pasrah: Dalam setiap hal dan ihwal, kepasrahan adalah puncak dan ending dari usaha penyelesaian. Semua harus kita pasrahkan kepada Allah, setelah kita melaksanakan langkah ikhtiar lahir.

      Wallahua’lam bisshawab. wal afwu minkum.

      Wasasalamualaikum wr. wb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: