oleh-oleh dari ITS Surabaya (part II)

Oleh-oleh dari ITS Surabaya (part II)

Saya lanjutkan lagi obrolan kami yang kemarin (Oleh-oleh dari ITS I) yang ber-setting mobil kijang grand extra ’93 sepulang dari ITS.

Saya mengatakan bahwa semua ilmu itu muaranya hanya pada pengakuan bahwa ALLOHU AKBAR, itu saja. Baik mereka yang melalui Matematika, Kimia, biologi, fisika, geografi, filsafat, ekonomi, teknik, bahasa dan lain-lain.

“Setelah tahu keajaiban matematika Al Quran, apa yang bisa kita katakan selain SUBHANALLAAH!”

“Setelah tahu keajaiban alam semesta dan kejadiannya ucapan apa yang paling refleks dimulut dan hati kita selain ALLOHU AKBAR!”

“setelah tahu keajaiban penciptaan mahluk hidup yang sangat rumit dan detail apa yang sanggup kita ucapkan selain SUBHANALLAH WA ALHAMDULILLAH!”

dan seterusnya, dan seterusnya …………..

semua ilmu ujungnya adalah kepada pengakuan bahwa ALLOH MAHA BESAR, ALLOH MAHA SEGALANYA, ALLOH ADALAH TUHAN YANG MAHA MEMERINTAH terhadap semua apa yang ada di alam ini. Hanya cara-cara menempuhnya/ ilmunya saja yang berbeda.

Itulah yang membedakan ilmu sains dengan ilmu tasawuf. Kalau saintis akan mengucapkan ALLOHUAKBAR setelah membuktikan teori, menemukan keajaiban alam melalui proses yang panjang, rumit, berkelok-kelok, membutuhkan jiwa pantang putus asa. Maka seorang ahli filsafat langsung mempelajari sifat ALLOHUAKBAR, tanpa mempelajari proses yang panjang.

Mungkin kalau boleh saya visualisasikan adalah sebagai berikut,

 

skema-ilmu2.png

 

kita bisa melihat dari skema diatas bahwa muara dari masing-masing ilmu adalah sama; yaitu Allahuakbar. Yang membuat berbeda adalah cara menempuhnya atau jalan yang dilewati oleh masing-masing penuntut ilmu.

Jalan yang dilewati oleh saintis adalah jalan yang berundak-undak dia akan mempunyai banyak kepuasan ketika dia telah berhasil menaiki satu step. dan step yang paling akhir adalah ketika teori-teorinya membawa kepada pengakuan ALLOHUAKBAR. Jalan berundak yang dilalui saintis mengakibatkan waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak (ma’rifatullah) relatif lebih lama dibandingkan dengn jalan yang dilalui oleh seorang mistikus. tetapi jika terjadi kesalahan/kekeliuran perjalanan yang mengakibatkan tergelincirnya pemikiran, maka jalan saintis yang berundak akan menahannya untuk tidak jatuh ke dasar pemikiran (0) melainkan hanya jatuh di beberapa step di bawahnya. maka tergelincirnya akan mudah bangkit lagi untuk meneruskan perjalanan menuju puncak.

jalan ilmu mistik filsafat berupa bidang miring yang mempunyai gaya gesek kecil sekali, sehingga bersifat -licin-cenderung menggelincirkan para penempuhnya yang tidak berhati-hati dalam melangkah. Jalan ilmu pemikiran inilah yang membawa para penempuhnya menuju puncak yang relatif lebih cepat dari pada para penempuh sains, karena tidak lagi melalui jalan yang berstep-step, tetapi langsung menuju Sifat Allah. Jika penempuh jalan ini mengalami tergelincirnya pemikiran maka akan langsung membawanya ke dasar pikir (0) yang bisa membuatnya putus asa.

Satu lagi yang dari skema ini adalah jalan ilmu ladunni yang berupa garis vertikal menuju ALLAH. Yaitu jalan khusus yang diperuntukkan para kekasih Allah. Wilayah ini hampir-hampir steril dari campur tangan usaha manusia. karena mereka yang menempuh jalan ini langsung memperoleh ilmu yang diajarkan langsung oleh Sang Maha Pemilik Ilmu. Seperti ilmu yang di terima oleh Adam ketika akan “cerdas cermat” dengan malaikat tentang benda-benda surga (diceritakan dalam Al Quran surat Al Baqoroh : 31).


31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar

Penutup

Oleh-oleh ini adalah dari saya dan untuk saya. Sebenarnya sudah lama acara di ITS nya berakhir. Cuman kalau saya hanya mengingat ingat materi pelatihan saja mungkin saya agak merugi, karena file dari ITS sudah jadi 3 CD, jadi sudah cukup up grade ilmu biologi saya. maka saya rangkai ilmu itu dengan hasil obrolan singkat dalam perjalanan surabaya-bojonegoro yang saya lanjutkan dengan ngobrol dengan diri saya sendiri ini. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab, wal afwu minkum(Choby)

1 Response to “oleh-oleh dari ITS Surabaya (part II)”


  1. 1 EqhwyRezpectdigiest Margaluyu ZonkmaniezTouch 27 April, 2012 pukul 1:20 pm

    🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: