Mari Merenung dan Berpikir (part 2)

To: SAUDARAKU (bxxxx_nxx@yahoo.com)di JKTM

Assalamualaikum

Takdir manusia sudah ditulis sejak ruh nya ditiupkan ke jasad. Artinya semua yang sudah terjadi bukan untuk diratapi terus-menerus. Kesalahan diciptakan untuk memberikan hikmah pelajaran kepada manusia, bahwasanya manusia adalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya. Maka tidak ada hak sedikitpun manusia untuk sombong juga tidak diperbolehkan manusia berputus asa dari rahmat Allah.

Ibnu Atha’illah berkata dalam Al Hikam:

”Jangan engkau heran seandainya mengalami penderitaan selama hidup di dunia. Sesungguhnya dunia itu tidak diciptakan, melainkan telah menjadi hak atas sifatnya (yang penuh dengan cobaan) serta telah menjadi kepastian sifatnya”

Maka tak perlu heran jika engkau mendapati hal yang ”buruk” dan tidak menyenangkan hatimu. Karena di waktu lain kau menjumpai sesuatu yang ”menyenangkan”. Jangan jangan takjub ketika engkau menemui penderitaan, karena di waktu lain engkau menemui kesenangan. Semua itu watak duniawi.

Jikalau penyebab manusia di masukkan neraka adalah karena judge Allah bahwa kita bersalah, niscaya semua manusia akan masuk neraka dan di siksa. Karena Allah telah memberi nas (ketetapan) bahwa manusia diciptakan sebagi tempatnya salah dan lupa. Tetapi, jangan lupa Allah maha pengasih dan penyayang, pemaaf dan pengampun. Kasih sayang Allah tidak terbatas.

Allah Maha Rahim dan Rahman, menyayangi dan mengasihi siapa saja. Kasih sayang-Nya tidak terpengaruh oleh keadaan apakah yang dicintai-Nya melukai ataukah membalas cinta-nya. manusialah yang kadang lalai dengan kasih sayang dan cinta Allah. Manusia malah menduakan-Nya. Mencintai dan mengasihi ciptaan-Nya. Padahal ciptaanNya itu bersifat Fana (ada saat datang-dan- ada saat pergi). Sehingga ketika ADA dia senang, tetapi ketika DIA HARUS PERGI maka dia akan sedih. Itulah kesalahan manusia, menyandarkan hatinya kepada yang Fana. Maka jika kamu ingin mendapatkan sandaran hati yang selalu siap kau sandari carilah yang tidak fana, carilah yang Kekal. Dan tidak ada yang Maha Kekal selain Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Dia sudah berjanji :

“Kalau hamba-Ku berjalan satu langkah mendekati Ku, maka Aku akan mendekati seribu langkah. Kalau hamba-Ku berjalan mendekat, maka Aku akan berlari mendekat”

Maka Noey Letto menulis :

teringat ku teringatpada janji-Mu ku terikathanya sekejap ku berdiri

kulakukan sepenuh hati

peduli ku pedulisiang dan malam yang berganti

pedihku ini tak ada arti

jika Kaulah sandaran hati

Kaulah sandaran hati

sandaran hati

(dari Sandaran Hati by: Letto)

Mengenang masa lalu yang berlebihan, bagaikan memanggul beban berat di pundak, akhirnya hanya akan memperlambat perjalanan menuju ke (masa) depan.

Ala bidzikrillahi Tathmainnul quluub.

Wallahu A’lam Bishshawab, wal afwu minkum.

Wassalam.

Bojonegoro, 19 Nopember 2007

1 Response to “Mari Merenung dan Berpikir (part 2)”


  1. 1 R1sma 6 Desember, 2007 pukul 2:15 am

    “Mengenang masa lalu yang berlebihan, bagaikan memanggul beban berat di pundak, akhirnya hanya akan memperlambat perjalanan menuju ke (masa) depan.”

    Hmmm … segala kenangan atau peristiwa yang lalu tidak akan bisa kita lupakan/ kita hilangkan dari ingatan … yang harus kita lakukan adalah mengikhlaskan segala yang sudah terjadi

    Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ….
    Amin …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: