dari Tuban lho dèk…

Kisah ini terjadi pada saat pelatihan Tahap I SC ITS kemaren. Memang nasib menjadi guru muda nan bujang dimanapun tempat. Jika berkumpul dengan guru-guru tua senior, pasti menjadi objek yang lezat untuk digojlok.

Sama seperti tahun lalu. Saya tetap memegang rekor termuda di kelas yang hanya berisi 16 guru ini. cuman bedanya tahun ini yang bujang tinggal saya tok!. Sehingga objek penggojlokan tinggal saya satu-satunya.

mau jadi menantu orang mana tinggal milih, jadi orang Tuban, ada Bu Anik, Jombang, ada Bu Tatik, Madiun ada Pak Joko, Surabaya Bu wahyu, mau mana….. tinggal pilih sampean dek…“. Itu adalah kata-kata yang lumrah terdengar setiap saat baik di kelas ataupun di perjalanan.

alkisah. Ketika selesai materi, seperti biasa kami semua menunggu bus jemputan yang mengantar ke penginapan. Pak Makhrus Ali, guru dari Bangkalan tiba-tiba di salami oleh seorang mahasiswi. Ternyata mahasiswi itu adalah muridnya. Sekarang dia menjadi mahasiswa Statistik ITS. Sementara Pak Makhrus ngobrol dengan muridnya, Ibu-ibu nggojlok saya ” itu loh… muridnya pak makhrus cantik.. sudah dibukain jalannya.. tinggal nglanjutin”….kata ibu-ibu itu.

Untuk meredam kata-kata para ibu itu saya bilang ” ngga bu’ kaya’nya saya gak sreg -menikah- sama orang etnis selain Jawa” kata saya sekedarnya. “tapi coba dulu ta… apa salahnya berkenalan saja…” tambah Bu Wahyu yang guru SMPN I SBY itu.

Beberapa saat kemudian Pak Mahrus sudah tidak bersama mantan muridnya itu. Lega rasanya, karena acara gojlok-menggojlok kembali normal, tanpa ada objek yang konkrit maksudnya.

Tiba-tiba si Mahasiswi itu balik lagi menaiki sepeda onthel. Spontan Ibu Wahyu memanggilnya, dan dia berhenti. Aku dag dig dug… “wah…. nggak bener nih ibu-ibu nih, aku dibuat permainan ini”. Keringat dingin mengucur. Setelah si mahasiswi itu berhenti kemudian Ibu-ibu mendatanginya. Ada yang menggandeng dia, dan ada yang merebut sepeda onthelnya kemudian di parkir,  di samping aku berdiri. “wah…. makin nekat nih ibu-ibu niy” ….

Kemudian Bu Wahyu membuka pertanyaan ” Mbak-mbak kalo mau ke JMP naik bemo apa mbak ya?” ….?))((*&gluodaxs^&^$…. )))) Guru SMPN I Surabaya… nanya bemo ke JMP? ( hhhhh….bener-bener)  ,, untung Si Mahasiswi itu nggak tau kalo yang nanya itu Guru dari Surabaya. Kemudian beberapa pertanyaan basa-basi muncul, salah satunya dari Bu Anik SMP I Tuban. ” asalnya dari mana to dek?” padahal sudah tahu dia muridnya Pak Makhrus yang Bangkalan itu, (ya mesti Bangkalan lah, Bu) … geli saya melihat aksi drama para ibu guru itu.

ehm… saya aslinya tuban bu, kemudian pindah ke bangkalan” kata si Mahasiswi itu jujur…

Spontan saja… Bu Anik berteriak menghadap saya dan sepeda onthel yang membisu di samping saya

dari Tuban lho dèk…” tanpa ragu, kemudian dimantapkan lagi ” Jawa!!!” kepala beliau bergerak menukik dan bibirnya tersenyum.

Tiba-tiba wajah saya terasa tebal. Dengan gugup saya bilang ” maksudnya Bu?, trus kenapa???*&^%$%#@” sambil mencuri pandang, aku juga melihat dia bengong, bingung mungkin dalam hatinya bertanya ” apa mas ini petugas sensus penduduk kabupaten Tuban????”.

4 Responses to “dari Tuban lho dèk…”


  1. 1 Rain 26 Februari, 2008 pukul 3:42 pm

    Hehehe. . . . . Ceritanya. Lucu. . .aq bacanya sambil senyum2 sendiri. . . . !!

    awas ada Dokter RSJ lagi keliling….(kabur…)

  2. 2 Fiz 27 Februari, 2008 pukul 9:22 am

    Bukan….. bukan petugas sensus penduduk kabupaten Tuban…!!!! Kan sudah jelas penjaga parkir sepeda onthel…!!!! (mlayu….. :D)

    Semprit…..!!!!!!

  3. 3 firman93ers 9 Maret, 2008 pukul 5:49 am

    klo bisa ceritanya dilanjutin lagi

  4. 4 ainul 3 September, 2008 pukul 1:08 pm

    jangan cantik luarnya tok lo yo…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: