Maulid Nabi dan Keponakan Baru

Alhamdulillah Rabb al ‘alamin. Atas izin Allah SWT. Pada hari ini, Senin Legi 23 Maret 2008 / 16 Rabiul awal 1429 H, kakak perempuanku melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat, imut dan cakep seperti Ayahnya (pastinya). Keponakan ke-4 ini tercatat lahir dengan panjang 54 cm dan berat badan 3,3 kg.

Semoga menjadi anak yang shalih yang mampu menjadi tabungan akhirat bagi kedua orang tuanya. Amin.

***

Empat hari setelah maulid Nabi Muhammad Saw akhirnya keponakanku terlahir ke dunia. Bukannya mengkait-kaitkan tapi hanya sebuah harapan, semoga keponakanku yang belum punya nama ini lebih mampu meng-uswahhasanah-i Nabi Muhammad Saw.

Kabarnya, (karena saya baru dapat kabar) proses kelahiran keponakanku ini mempunyai kesamaan dengan proses kelahiranku. Sama-sama dilahirkan oleh ibu kita masing-masing dan dalam kondisi leher dilingkari (dikalungi) ari-ari. Menurut mitos, kalau lahirnya dikalungi ari-ari anaknya nanti jadi pantesan panganggone. Maksudnya adalah, kalau memakai pakaian atau assesoris yang berhubungan dengan morfologi tubuh, katanya serba pantas atau cocok. Misalkan jika mau beli baju, biasanya orang akan ribet dengan mencocok-cocokkan dengan warna kulit-lah, bentuk tubuh-lah, atau lain-lain. Nah, seseorang yang kalungan ari-ari akan pantas memakai yang bagaimana saja (tentunya yang wajar-wajar). Terbukti atau tidak, namanya juga mitos. Saya sendiri tidak begitu jeli memperhatikan penampilan diri Saya sendiri.

Sedangkan yang saya rasakan adalah, saya agak cuek dengan penampilan saya. Jadi saya jarang sekali berpikir apakah baju ini dengan celana ini match apa tidak. Seperti itu kayaknya saya tidak pernah (baca: jarang) berpikir. Mungkin itu wujudnya arti mitos : kalungan ari-ari. Subjektif.

Beda antara kelahiranku (berdasarkan penuturan sejarah yang selalu sering diceritakan Bu Dhe ku) dengan kelahiran keponakan #4 ku ini adalah: keponakanku lahir di atas matras rumah bersalin dengan bantuan 3 bidan, sedangkan saya lahir di atas tikar pandan yang melekat di lantai tanah rumah mbah saya dengan bantuan Mbah Dukun.

Bedanya lagi, keponakan #4 ku lahir pada saat matahari terik di atas kepala, kalau saya keluar dari rahim ibu pada saat matahari baru menampakkan fajar shadiqnya.

Kenapa jadi membicarakan persamaan dan perbedaan?. Ah, yang penting Saya hanya berharap agar keponakan #4 ini bisa seperti kedua orang tuanya yang shalih dan shalihah. Amin.[choby].

1 Response to “Maulid Nabi dan Keponakan Baru”


  1. 1 vietnamtravelhotels 8 Mei, 2008 pukul 8:49 am

    How are you from vietnam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: