Muda Di Jaman Tua

Kenapa kau heran kalau aku jomblo?

Kenapa kau heran kalau aku perjaka?

Padahal aku memang belum beristri.


Kenapa kau bangga dengan tubuh seksimu?

Kenapa kau suka mereka menelanjangimu?

Kenapa kau tidak malu ketika perawanmu terjual,

Saat mas kawin belum tereja jelas di akhir ijab-kabul sakral.


Aku heran,

Aku heran,

Apakah tidak ada jalan lain selain harus edan?

Apakah wong eling harus berlagak lupa

Apakah wong waspodo harus bereksyen sembrono


Ah…

Dunia sudah tua

Aku muda

Muda di jaman tua.

Sulit.

Dan semakin sulit.


Ya Allah,

Arinal haqqa, -clearly– Haqqan. Warzuqna ittiba’an

Arinal bathila, -clearly- Bathilan. Warzuqna ijtinaban

Sedayu Lawas
21:53:26
10-07-2008

2 Responses to “Muda Di Jaman Tua”


  1. 1 fizsaja 16 Juli, 2008 pukul 1:32 pm

    Yup, kata The Corrs, “Coz we are so young now…”
    (Lagi ngetes koneksi internet via hotspot WiFi gratisan nganggo lektope Habib… :D)

  2. 2 rino 24 Juli, 2008 pukul 3:09 pm

    beruntunglah aq yang lolos dari cobaan itu, demi masa , manussia dalam keadaan merugi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: