15 Menit dan Nasi Goreng

NASI GORENG adalah makanan favoritku. Sepertinya selalu lezat disantap kapanpun walaupun siang hari, bagiku. Aku mempercayainya selama ini. dan aku menikmatinya. dan sepertinya tidak ada yang terganggu dengan itu.

Ketika penjual nasi goreng itu adalah diriku sendiri dan ketika setiap hari aku dijamu dengannya muakpun datang. Dan aku malah minta pecel, yang sebenarnya adalah makanan yang sudah puas kusantap sejak kecil. Tapi aneh, dumulutku yang sekarang pecel terasa lebih nikmat ketimbang nasi goreng yang my best fav food. Ketika pecel dinyatakan habis, aku malah cuma minta tempe goreng. Dan ternyata tempe goreng pun lebih enak daripada nasi goreng.

Kurasa hubungan asmarapun juga demikian. Ada titik jenuh jika diforsir. Sebenarnya jenuh itu akan tergeser ke skala yang mendekati nol, jika ada menegement tempe yang menggantikan dominansi nasi goreng.

Menjadi nikmat untuk mendengar suaramu yang hanya sebentar setelah kejenuhan seharian kerja yang mengungkung. Adalah nikmat setelah lama tak terdengar. Menjadi oase dalam perjalanan gurunku. Menjadi seberkas cahaya dalam goa yang ku jejaki. Aku bisa bayangkan tidak akan ada gunanya seberkas cahaya jika matahari diatas kepala berterik tanpa awan.

Aku bahagia walau hanya dalam hitungan menit kudengar suara tawamu menyejukkan.

0 Responses to “15 Menit dan Nasi Goreng”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: