Kepompong, Kupu-kupu


Kepompong,  nanti kupu-kupu
sebuah proses, bukan ekses
memenjara, mengekang, menindas
menciutkan nyali, menghancurkan egosentris
.
kepompong, nanti kupu-kupu
diam, tenang, nrimo, legowo
taat, taqwa, tawakkal
sabar, kuat dan yakin
.
kepompong, nanti kupu-kupu
diam untuk bergerak
jeda untuk kerja
rehat untuk giat
sehat untuk manfaat
.
kepompong, sekarang kupu-kupu
siap berkarya dengan Panca Prasetya
mengabdi dengan setulus ihlas hati
demi kejayaan Ibu Pertiwi.
.
Muhammad Shobirin Saerodji
Angkatan / Nosis : 204/B-42

Taman Candra Wilwatikta-Pandaan 20 Agustus 2009.
Diklat Prajabatan Gol III
Angkatan 203, 204 dan 205 Pemprov Jatim Tahun 2009.

4 Responses to “Kepompong, Kupu-kupu”


  1. 1 Mr.T 1 September, 2009 pukul 1:34 am

    Klo puk ami2 belalang kupu2.siang mkn nasi klo malam mimi’ cucu.

  2. 2 Annejo 4 September, 2009 pukul 3:03 am

    halooo..puisi buatan sendiri?
    jadi inget lagu masa kecil…
    pok ame ame … belalang kupu – kupu…siang makan nasi kalo malam minum susu…
    hehehhe

  3. 3 Shobirin 4 September, 2009 pukul 7:01 am

    Mr. T dan Annejo : jgn dilanjutankan : cucian…deh lu..

  4. 4 Fiz 4 September, 2009 pukul 10:25 am

    Kupuuuuuuuuuuunya anjing kecil, kuberi nama Hely…😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: