Takbiran

Takbiran saya dulu, adalah membuat oncor bambu dengan eksperimentasi jenis kain yang disobek-sobek untuk sumbu pada sore harinya.
Tidak sekedar takbir, tahmid dan tahlil terucap di bibir dengan android khusyuk di tangan kanan.

Takbiran saya dulu, adalah berjalan berkeliling kampung dengan acapela fals dan sesekali menunggingkan oncor yang mulai meredup tertahan gravitasi.
Tidak sekedar takbir, tahmid dan tahlil yang menggegap gempita sepanjang jalan di atas kereta besi yang memenuhi jalan depan rumah ini.

Takbiran dulu, adalah bersahutannya dua kelompok beda mikropon di bawah atap Langgar yang sama, sampai kantuk bosan membujuk mata yang sudah lelah terjaga
Tidak sekedar takbir, tahmid dan tahlil yang terbunyikan oleh mp3 player, amplifier dan corong TOA.

Takbiranku sekarang, piye kabarmu?

 

Ngronggot, IdulFitri2016
#status fesbuk

0 Responses to “Takbiran”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 194.594 Pengunjung

Flickr Photos


%d blogger menyukai ini: