Archive for the 'OSN' Category

Makassar Semakin Dekat (2008)

Preface:Maaf sekali lagi ini repost tulisan lama (2008) dari blog saya yang sebelah. Bukan apa-apa cuman dikumpulin aja biar akur. hehehe.
ini masih lanjutan postingan yang sebelumnya (
Jalan Berliku Menuju Makassar).  Semoga kalian malas membaca.🙂

 

TAMPARAN yang cukup memerah kembali kurasakan. Hikmahku benar-benar diambang kehancuran. Among rosone awake dewe, itu yang sekarang kurasa lepas kendali. Baru saja kemarin tamparan demi tamparan kuterima, tapi belum juga membekas dan memberi hikmah. Lupa, khilaf, dan lupa lagi.

Tiupan angin sejuk dari wali santri pada pertemuan kemarin membuat diameter kepalaku bertambah beberapa centimeter. Di sana ikut tertiup juga dengan harapan-harapan untuk mendapatkan medali dan bahkan sekedar pengakuan diri atas capaian yang sudah kuperoleh dengan anak-anak. Aku tidak sadar keihlasan mulai tergoyah sedikit-demi sedikit.

Sebuah balon harapan kembali tertiup. Kemarin diinformasikan akan dipamitkan Pak Bupati untuk anak-anak yang akan berangkat ke Makassar. Akupun merasa senang. Senang akan bertemu dengan Bapak Bupati. Tokoh yang akhir-akhir ini mampu membuat aku terkesiap karena kecerdasan dan kepandaiannya. Diam-diam aku merasa bangga. Ada perhatian dari yang berwenang. Meskipun tidak berharap dikasih uang transport atau materi lain. Dengan waktu yang diluangkan untuk mau menemui kami, itu sudah cukup mengobati. Jadwal pun juga sudah disampaikan. Bahwa hari ini akan bertemu dengan Bapak Bupati.

Tapi sebenarnya aku sedikit ada keresahan dengan agenda ini. Dengan bertemu pejabat dinas, dan bupati, takut nantinya anak-anak dibebani ataupun terbebani “pulang” harus bawa medali. Tapi, anak-anak sudah aku persiapkan jauh-jauh hari, bahwa motivasi belajar biologi adalah menuntut ilmu, bukan semata kemenangan atau bahkan sekedar medali.

Aku siap bertemu dengan Bapak Bupati. Anak-anak juga sudah siap. Dengan harapan pengakuan dan terselip kebanggaan diri. .

Tapi , ternyata Allah memang sangat sayang dengan aku. Ketika aku sudah mulai melupakan Kemahakuasaannya, tamparan keras kurasakan lagi. Protokoler Bupati menunda pertemuan sampai saat yang belum bisa diatur jadwalnya. Ustad Roni sepertinya membaca kekecewaanku, dengan mendekatiku, dan mengatakan ” Tidak apa-apa ya Ustad?” Aku merasa bahwa aku sangatlah lemah, mudah sekali terlupa. Tapi barangkali itu yang ingin senantiasa Allah ingatkan kepadaku. Inilah cara Dia. Aku tidak berhak mencampurinya hanya berkewajiban melaksanakannya.

***

Pagi hari berikutnya, Ustad Roni menelepon “Nanti siang jam 10.30 kita menghadap Pak Bupati, tolong anak-anak di hubungi”
Aku tidak mau senang lagi, atau aku tidak mau kecewa lagi. Bukankah sebenarnya itu kabar menyenangkan? Sudahlah. Aku semakin sadar. bahwa Dia Maha Mengatur Segala Sesuatu. Apalagi hanya urusan pertemuan dengan Bupati. Inna Allah ala kulli syaiin qadir.

***

Tadi pagi tiket pesawat PP Surabaya-Makassar sudah di tangan. Seakan dibalik tembok belakang lemari penuh piala itu Makasar bersembunyi. Tapi sekali lagi, apa yang akan terjadi, aku tidak berani lagi mendahului, apalagi dari sebelah kiri.

Shobirin Saerodji
Agustus 2008

Jalan Berliku Menuju Makassar (2008)

Ini repost tulisan Saya tahun 2008 yang saya post di blog sebelah. Barusan inget kalau punya blog tersebut. Dulu memang tidak Saya post di sini karena berbagai pertimbangan, salah satunya karena sungkan. Berhubung sekarang sudah tidak sungkan (hehehe) maka saya beranikan diri post di sini. Meskipun puuuuanjang akan tetapi saya suka tulisan ini.
Semoga tidak dibaca. Hehehe.

SEPERTINYA aku memang dipaksa untuk menjadi orang yang pesimistis. Tuhan tidak akan membiarkan aku sok mengatur, sok kuasa, dan sok “kun” yang kemudian “fa yakun”. Tidak ada alasan yang akan membuat aku menjadi orang optimistis. Menjadi orang yang selalu yakin, terlena dengan kemampuan semu diri. Terlalu percaya diri dengan kemampuan prediksi dan kesombongan penghitungan masa depan. Tuhan tidak akan membiarkan aku demikian. Allah Maha Mengatur Segala Sesuatu dan Allah Maha Mengetahui segala kebutuhan hamba-hambanya.

Surat undangan dari Science center ITS aku terima tadi pagi. Sedangkan isinya sudah aku terima beberapa hari yang lalu melalui email dari Dosen ITS juga dari SMS teman guru se-pelatihan tahun kemarin. Aku pun segera mempersiapkan diri untuk menyeleksi beberapa anak binaanku untuk berangkat test ke rayon Lamongan. Aku tidak ingin kejadian tahunlalu terulang, aku sangat malu. Bagaimana tidak muridku biologi tidak lolos seleksi, sedangkan aku gurunya bisa lolos. Di sisi lain memang aku berhasil. Tapi di sisi lainnya hal itu bisa diartikan bahwa aku masih belum bisa mengajar dengan baik. Aku masih belum bisa mentransfer pengetahuanku kepada anak didikku. Dan tugas yang lebih menyakitkan adalah harus membimbing murid dari sekolah lain yang lolos seleksi untuk aku antarkan menjadi juara di kabupatenku. Aku malu kepada lembagaku, aku malu kepada pimpinanku-kepala sekolah. Aku tidak ingin itu terjadi lagi. Sudah kusiapkan selama satu semester melalui wadah pengembangan diri Science Club yang lebih intensif dan fokus di biologi.

Aku sendiri juga secara mental sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi test. Hanya persiapan mental saja, walaupun secara materi aku juga masih harus banyak belajar sebenarnya. Tapi tidak ada waktu untuk membaca-baca materi lebih banyak karena tugas di pondok dan di sekolah benar-benar membuat aku tidak bisa membagi waktu. Sebenarnya menjadi beban menanggung malu juga jika nanti anak-anakku lolos seleksi sementara gurunya tidak lolos seleksi. Wah, bisa malu juga. Tapi itu lebih baik bagiku, aku lebih siap menerima takdir itu dari pada seperti kejadian tahun lalu.

***

Petang setelah sholat magrib,

“ini Pak Basuki, ada surat permohonan pendelegasian dari Science Center ITS. Di sini di jelaskan kuota anak maksimal 5 per mata pelajaran, kita mengirimkan berapa Pak?”

“ya nJenengan sama Pak Wahab sudah punya jago berapa?”

“sudah ada 5 Pak”

“tapi kalau mengirimkan 5 per-mata pelajaran berarti nanti 15 anak, “Kijang”nya tidak muat untuk 15 anak Pak, dan biaya nya nanti juga cukup banyak”

“ya ndak apa-apa Bus kan juga banyak Bojonegoro – Lamongan, naik us juga bisa kan?”

“oh iya Pak, bisa”.

“trus ini untuk gurunya juga ada Pak testnya, guru yang tahun kemarin lolos masih diperbolehkan ikut lagi”

“lha menurut Pak Birin kira-kira masih perlu ikut apa tidak, kan tahun kemarin sudah, apa materinya kira-kira menurut hemat Pak Birin masih sangat diperlukan?”

Aku terdiam. suara anak-anak kelas 9 mengaji di dalam musholla menggangguku berpikir. aku masih terdiam tidak menjawab.

“ya nanti ganti Pak Yono yang belum pernah ikut, Pak Birin dan Pak Wahab kan sudah pernah ikut, biar gantian yang merasakan pengalaman, kalau Pak Birin sama Pak Wahab kan sudah mempunyai pengalaman banyak di bidang pembinaan olimpiade ini”

“nggih, Pak”

Anak-anak kelas 9 sudah selesai mengaji di musholla. mereka kemudian gemruduk berlarian mengambil piring untuk rebutan antrian makan malam.

Aku terdiam lagi, dan berpikir. Kemudian kecewa.

***

Jamaah isya’ hanya tersusun tiga shof itu menandakan bahwa yang berjamaah hanya kelas 9, sedangkan kelas 7 dan 8 berjamaah di masjid An nur untuk mengikuti pengajian rutin ba’dal magrib sampai isya’, dilanjutkan jamaah di sana. Tiga shof itu juga mengingatkan bahwa hari ini adalah hari rabu, dimana setiap rabu malam ada agenda rutin rapat koordinasi minggguan untuk semua ustad. Biasanya dilaksanakan di teras mushola, lesehan, dan nyantai.

Keputusan untuk tidak memberangkatkan aku dan Pak Wahab, kuterima dengan lapang dada. Karena memang, aku sudah pernah mengikuti pembinaan yang sama tahun kemarin. Dan kenapa aku lapang dada, karena Pak Wahab, sebagai senior yang menjadi rujukan, juga sepertinya tidak akan berangkat tes, karena konsekuensi yang akan diterima jika lolos test tidak mungkin akan bisa dia lakukan. Hal itu disebabkan karena beliau tinggal menghitung hari untuk menyambut kehadiran putra pertamanya. Sedangkan jika lolos test ini artinya siap meninggalkan keluarga dan sekolah selama seminggu sepanjang 6 bulan ke depan. Namun hal itu tidak diungkapkan kepadaku. Karena tidak ingin menyurutkan semangat bersama untuk membuat target peningkatan kesuksesan tahun ini dari bidang sains. Namun hal itu sepertinya tidak berhasil. Aku sudah terlanjur patah arang. Sedangkan pertimbangan Pak Basuki sebagai kepala sekolah, biarlah bergantian yang berangkat, yaitu Pak Yono sebagai guru matematika yang tahun kemarin belum berhasil lolos seleksi, sedangkan aku dan Pak Wahab sudah mengikuti tahun kemarin. Masuk akal.

Beberapa teman pelatihan tahun lalu sudah menghubungiku dengan mengucapkan selamat bertemu lagi di ITS tahun ini untuk yang kedua. Dengan tersenyum kecut aku menjawab bahwa kepala sekolah ku tidak mengijinkan aku dan Pak Wahab untuk berangkat. Sederhana saja yang ku utarakan kepada mereka, “kepala sekolah kami belajar dari pengalaman tahun kemarin, ketika ditinggal Pak Wahab, sekolah menjadi kalang kabut karena beliau itu waka kurikulum. Lha kalau tahun ini yang ikut tiga orang lolos semua sementara guru di sini cuma 12 orang habislah nanti sekolahan ini”.

Aku sudah terbiasa dengan hal demikian. Setelah itu akan hilang menguap karena suhu luar tubuhku lebih tinggi, sedangkan tubuhku terbiasa relatif dingin. Aku sudah menikmati keputusan bahwa aku tidak berangkat test seleksi dengan nikmat dan enjoy.

Rapat sudah dimulai, Ustad Roni sudah membuka dengan basmalah, dan buku presensi sudah beredar siap untuk ditanda tangani.

Ketika rapat,

“jadi nanti kita memberangkatkan 15 anak. Yang 10 berangkat naik “Kijang” dengan Pak Insan dan Pak Yono, sedangkan yang 5 naik bus dengan Pak Birin. Lha nanti Pak Insan dan Pak Birin terus menuju Surabaya belanja komputer, dan anak-anak nanti biar pulang dengan Pak Yono naik Bus. Nggih Ngoten pak Yono ya, berani kan meng-angon 15 anak?”

nggih Pak, insyaallah sanggup” sendiko dawuh dengan manggut-manggut.

Sebenarnya aku yang mengatur semua rencana itu dengan Pak Insan. Dan menyampaikannya kepada Pak Roni, kemudian Pak Roni sebagai Wakasek menyampaikannya kepada Pak Basuki.

“begini Pak Basuki, saya tahun ini mempunyai target besar untuk olimpiade” Pak Wahab menyela.

“Tahun ini kami mempunyai target yang besar untuk olimpiade” Pak Wahab meralat .

“Saya kira, tahun kemarin itu kami masih belum cukup untuk meyerap ilmu dari ITS, maka kesempatan yang baik tahun ini kami tidak ingin melepaskannya. Ini juga salah satu alasan mengapa saya berani melepaskan kelas 9 untuk intensif dengan mencari pengajar dari luar dan saya fokus di pengembangan diri fisika. Karena kami punya target besar untuk tahun ini” jelas Pak Wahab

“oh, kalau begitu yang berangkat test Pak Yono dan Pak Wahab, jadi Pak Yono biar ada teman untuk membawa anak 15 naik bus”.

“Pak Birin juga harus berangkat Pak Basuki!” Pak wahab menegaskan.

“oh begitu, lha nanti Pak Insan dengan siapa belanja ke Surabayanya?”

“eh… kalau masalah itu nanti saya sendiripun juga tidak apa-apa” jawab Pak Insan mendukung

“kalau begitu terserahlah, jadi gurunya Pak Wahab, Pak Yono dan Pak Birin bersama 15 murid kita. Wong gratis saja, ya kan, mengapa tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya”.

Dalam hitungan menit, pesimis ku mendapatkan counter attack dari perubahan kebijakan kepala sekolah yang akhirnya mengijinkan aku berangkat mengikuti test seleksi. Dan akhirnya keinginanku sejalan dengan takdir yang terlaku. Aku berangkat sesuai rencana terakhir.

***

Setelah test, seperti biasa aku tidak berani berharap banyak. Karena aku tahu tidak ada persiapan materi. Bahkan persiapan mentalpun sudah koyak karena keputusan pertama kepala sekolah yang tidak menyetujui keberangkatan ku. Aku hanya berharap anak-anak ada yang nyantol barang satu sukur-sukur bisa ke lima-limanya. Karena tahun kemarin aku yang lolos, sementara anakku tidak lolos. Kalaupun tahun ini tidak lolos aku tidak akan menyesal, dan mungkin itu akan lebih baik bagi sekolah. Aku sudah rela.

Setelah beberapa minggu, halaman situs Fisika ITS aku download dan alhamdulillah, Allah masih memaksaku untuk jatuh mengakui KemahakuasaanNya untuk mengatur segala sesuatu. Dua orang muridku bidang biologi lolos, dan 2 dari Fisika sementara dari matematika 1 anak. Total 5 anak. Benar-benar luar biasa. Tahun lalu hanya 1 anak. Sekarang 5 anak. Dan namaku juga tercantum untuk menjadi guru pendamping bidang biologi, untuk kali ke dua. Satu-satunya dari sekolahku. Alhamdulillah.

Setelah beberapa hari surat dari ITS menambah kegembiraan lagi dengan memasukkan nama Apriliawan sebagai peserta yang lolos dari bidang biologi. Jadi bertambah satu orang lagi siswa yang lolos. Dan biologi 3 orang. Aku tidak berani berspekulasi komentar alasan kenapa Pak Wahab dan Pak Yono tidak berusaha untuk lolos.

***

Akhirnya akupun berani memasang keinginan, bahwa tahun ini harus menjadi meningkat daripada tahun kemarin. Kalau tahun kemarin aku sudah berhasil mengantar Assayid menjadi peserta OSP. Tahun ini harus berhasil mengantar anak-anak menjadi peserta OSN. Atau kalaupun hanya peserta OSP yang lolos tidak hanya satu seperti tahun kemarin.

***

Dari hasil perkembangan anak-anakku selama di ITS aku tidak melihat hal yang signifikan untuk mendukung targetku. Malahan aku merasa kalah dengan anak didik Bu Nurul dan Pak Joko, juga anak anak dari surabaya. Anak-anakku masih berada di bawah. Wawan paling puncak hanya di peringkat 14.

Apa mau dikata, malah ketika seleksi ke tahap II Humam Ari terpaksa gugur dari persaingan eliminasi ke tahap 2. Aku sedih. Dan tidak tega untuk menyampaikannya.

Sementara Ryan dan Wawan masih bertengger di antara peringkat 10 sampai 15. jauh di bawah anak-anak 5 besar. Yah, aku enjoy kan dan aku nikmati keadaan.

***

Ketika OSK tiba, targetku, minimal 2 wakil bojonegoro adalah anak-anak ku, yaitu Wawan dan Ryan. Aku tidak berani memasang harga tinggi. Karena tahu sampai dimana kemampuan mereka.

Kepesimisanku ternyata dijawab dengan keluarbiasaan. Ketiga muridku lolos, dan ryan dan wawan berhasil di peringkat 38 besar. Bahkan wawan di 10 besar se jawa timur. Tentunya ini adalah jawaban, dan pemaksaan kepadaku agar aku semakin menyadari bahwa aku tidak boleh sombong, sok menentukan sesuatu. Merecoki prerogratif Allah Swt. Alhamduliilah, tamparan-Mu aku rasakan.

***

OSP menjelang, bolehlah berharap aku akan berangkat mendampingi anak-anak ke Malang. Karena tahun ini tidak dilaksanakan di Surabaya. Undangan panggilan ke dinas bersama anak-anak, beserta peserta dari sekolah lain aku anggap sebagai agenda konsolidasi dan penentuan guru pendamping yang akan diberangkatkan dinas ke Malang. Dan aku merasa akulah yang akan di tunjuk, karena siswaku yang lolos sebanyak 7 orang. Sedangkan sekolah lain paling banyak 5 dan bahkan ada yang 1.

Ternyata, dugaan meleset. Tida ada satupun dari guru pendamping yang ditunjuk menjadi pendamping. Orang dinas sendiri yang mengantarkan. Aku kecewa. Dan kecewanya lagi, sekolah lain guru-gurunya dibiayai sekolah untuk tatap mendampingi anak-anaknya, sedangkan aku, tidak mendapat tanggapan.

Aku baru sadar, ternyata untuk kesekian kalinya aku ditampar dengan keras bahwa aku tidak pantas ikut meyakinkan diri meng-kunfayakun-kan semua keinginan hatiku. Allah Maha Mengingatkan. Aku sang manusia mahalul khata’ wa nisyan.

Aku menikmati ketidakberangkatanku dengan enjoy dan rela. Aku berusaha menyadari sesadar-sadarnya. Tujuan dari keinginanku mendampingi ke Malang adalah agar anak-anakku bisa berhasil lolos ke nasional. Aku menyempitkan jalan kesuksesan ke nasional dengan seakan akan jalan ke nasional hanya akan bisa teraih jika aku mendampingi mereka. Aku membatasi kehendak Allah dengan kehendak ku. Sedangkan Allah mempunyai KehendakNya sendiri untuk mengantarkan takdir dari tetes ke tetes embun yang menetes dari ujung daun rumput teki di pagi hari. Dan kehendakku ternyata tetap dibawah kendali kehendakNya. Plak!!! . tamparan untuk kesekian kalinya. Astagfirullahaladzim.

***

Aku sedang mengucek pakaianku. Tiba tiba kakakku menyusulku di sumur dengan membawa HP yang sedang berdering. Aku lihat di layar LCD 2 inchi “Pak Aunur ITS calling. Bagaikan malaikat pembagi kebahagiaan, Pak Au mengabarkan bahwa Wawan dan Ryan berhasil lolos ke Nasional. Ke Makassar. Sujud syukurku kupersembahkan kepada Allah Swt. Tidak ada yang bisa aku ucapkan selain alhamdulillah.

Kebahagiaan menyelimuti hatiku. Dan ternyata Allah memang mempunyai jalan lain untuk menetapkan takdirnya, tidak harus sesuai dengan kemauanku untuk bisa membahagiakan aku.

***

Pujian, ucapan terima kasih dan sanjungan datang dari teman SC, teman guru, kepala sekolah dan orang tua murid. Juga beberapa dari teman ngeblog. Tiba-tiba aku berani minta doa kepada ibuku,

” Mak, doakan aku agar nanti bisa mendampingi anak-anak ke Makassar”

“muridku lolos ke tingkat nasional”

“doakan nggih”

“ya” jawab ibuku.

Aku sebenarnya tidak berani mengharap banyak kesempatan untuk bisa berangkat ke makasar. Tetapi kabar dari teman-teman SC yang katanya mau diberangkatkan sekolah dan orang tua masing-masing membuat keinginanku muncul lagi. Aku sudah berusaha melawannya dengan sering-sering mengucapkan

“saya tak fokus di latihan praktikum anak-anak, kalaupun sekolah mau memberangkatkan, aku tidak mau itu inisiatif dari saya. Cuman kalau boleh saya kasih tahu sekolah-sekolah lain memberangkatkan guru-gurunya untuk mendampingi anak-anak. Bahkan Yimi yang hanya satu anak yang lolos itu pun memberangkatkan gurunya.”

Ucapanku yang penuh nuansa politis dan samar, mengagitasi untuk mengajak orang lain memperjuangkan kepentingan ku. Ucapan yang berlepotan bau kepentingan pribadi yang disamarkan dengan kerendahan diri yang dibuat-buat.

Dan aka menuai ucapanku sendiri sebagai bumerang. Harapan kecil yang terpupuk itupun akhirnya membuaiku dengan kesemuan. Apalagi dipupuk oleh persuasi wali santri yang katanya menghendaki saya juga berangkat bersama anak-anak mereka, semakin meniup balon harapan sehingga semakin membesar dan melambung.

Sementara aku lupa lagi bahwa aku telah bermain dengan kehendak dan harapan yang tidak aku sadari semakin membesar dan melambung karena tiupan ucapan dan pernyatannku sendiri.

Aku yang tidak kunjung mengerti tentang pelajaran tawakkal dan kepasarahan.

Allah sekali lagi menampar dengan memberikan kabar dari YIMI bahwa mereka menganggarkan 10 juta untuk berangkat ke Makassar. Aku shock. Aku tidak berkomentar. Sedangkan aku tahu sekolah tidak akan mau mengeluarkan budget sebesar itu hanya untuk saya mengantarkan anak lomba saja. Dan akupun juga merasa itu adalah pemborosan. Akhirnya balon harapanku pun mengempis. Dan bahkan mengempis lekat, ketika kepala sekolah mengatakan “kan sudah otomatis Pak birin yang berangkat?”. dikira otomatis diknas menunjukku.

aku menjawab “tidak Pak, yang mengantar nanti orang dinas”

“oh, tapi kan anak-anak sudah di tanggung Diknas kan, jadi bukan biaya sekolah lagi. Biasanya itu ada surat tugas untuk guru mendampingi, masak guru pendampingnya tidak di berangkatkan”

Ucapan itu meletuskan harapan ku dan akupun kembali ke kesadaran ucapku yang dulu, bahwa aku harus percaya bahwa Allah mempunyai jalan tersendiri yang sangat mungkin berbeda dengan keinginanku yang serba terbatas kemampuan nalarnya.

Beberapa kali saya ngomong dengan melas, kepada siapa saja yang menanyakan, dengan ucapan “saya tidak ikut kok pak, bu, hanya anak-anak saja yang berangkat, yang mendampingi orang Diknas”

Dengan mengucapkan seperti itu aku merasa puas, karena kebanyakan mereka kemudian mencerca, memaki dinas yang tidak memberikan apresiasi bagi guru yang telah membawa “nama” kabupaten ke nasional.

Balonku sudah terlanjur pecah meletus dan aku buang.

Tiba-tiba suatu malam, Pak basuki dan Gus Huda memanggil aku. Bersama Pak Wahab, kami berempat mengawali diskusi dengan persiapan praktikum anak-anak. Aku mengatakan bahwa kita masih membutuhkan mikroskop dengan perbesaran yang lebih besar. Akhirnya sama pak bas disarankan pinjam ke SMA 2. dan aku disuruh bikin surat.

Tanpa ekspresi Gus Huda bertanya “lha Pak Birin juga ikut berangkat?”
saya bilang “tidak”

Kemudian Pak Basuki menjelaskan kepada Gus Huda kalo orang dinas yang mengantar.

“apa pondok tidak sanggup memberangkatkan?”

“sangat bisa” jawab Pak Basuki.

Malam itu awal terbukanya lagi jalan menuju makassar. Tapi aku tidak berani mempunyai harapan yang macam-macam.

Aku menikmati meletusnya harapan. tapi aku juga takut, tamparan apa lagi yang akan aku terima?

La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.

shobirin saerodji
Agustus 2008

Soal Latihan Pembinaan OSN Biologi SMP 2014

Paket soal #5 ini saya kumpulkan dari berbagai sumber buku ataupun internet. Jadi bukan murni saya yang membuat.  Monggo, silahkan diunduh untuk latihan harian.

contoh soal :

5. Membran dari sel darah merah dapat ditembus
oleh air, oksigen, karbon dioksida dan glukosa.
Sedangkan substansi lainnya tidak diijinkan
menembusnya. Sifat membrane seperti ini
disebut ….
A. perforasi.
B. semi-permeable.
C. non-conductive.
D. permeable.

6. Seekor invertebrate ditemukan dalam sebuah
akuarium air tawar. Hewan tersebut memiliki
ciri-ciri : perkembangan embrionalnya berasal
dari tiga lapisan perkembangan tubuh, dan
seluruh tubuhnya diselubungi lapisan kutikula.
Berdasarkan ciri-ciri di atas, hewan tersebut
satu filum dengan … .
A. hydra.
B. sea stars.
C. sponges.
D. crustaceans.

Download Soal Latihan OSN 2014 Paket#5 lengkap

Pengumuman OSN SMP (Seleksi Provinsi) tahun 2011

Hasil seleksi peserta OSN tingkat propinsi tahun 2011 telah diumumkan. Alhamdulillah SMP  Plus Ar-rahmat melanjutkankan tradisinya untuk berpartisipasi menjadi Peserta OSN X 2011 di Manado. Dua siswa SMP Plus Ar-Rahmat itu adalah:

1. Muhammad Adi Mulia, bidang Biologi, dan

2. Mochammad Bagas Setya Rahman, bidang IPS.

Selamat buat Adi Mulia dan Bagas Setya, semoga perjuangan di Manado membawa berkah untuk pondok Ar-Rahmat tercinta.

Berikut link download pengumuman OSN X Manado, 2011.

1. Bidang Matematika

2. Bidang IPS

3. Bidang Fisika

4. Bidang Biologi

Selamat buat para siswa dan sekolah yang berhasil lolos. Semoga Manado bersahabat dengan kita di tahun 2011 ini.(choby)

Pengumuman OSN 2011 (Seleksi Kabupaten)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. Yang Maha Menguasai. Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya pengumuman seleksi peserta OSN tingakt kabupaten tahun 2011 telah terbit.

Seperti tahun lalu, SMP Plus Ar-rahmat berhasil merajai seleksi OSN tingkat kabupaten Bojonegoro. Empat siswa Ar-rahmat yang didelegasikan berhasil lolos menuju seleksi tingkat propinsi. Mereka adalah :

1. M. Fajri Salam bidang Matematika (Lolos Grade 38 besar propinsi)

2. A. Fajar Muh. Nor Rozaqi bidang Fisika (Lolos Grade 38 besar propinsi)

3. M. Adi Mulia bidang Biologi (Lolos Grade 38 besar propinsi)

4. M. Bagas Setya Rahman bidang IPS (Lolos Grade 38 besar propinsi)

dengan keberhasilan ini semakin mengukuhkan tradisi tahunan SMP Plus Ar-rahmat untuk terus berusaha mengukir prestasi di bidang OSN.  Sejak awal-awal tahun berdirinya SMP Plus Ar-rahmat, prestasi OSN sudah mulai diukir. Dan sampai saat ini sudah beberapa kali berhasil meloloskan siswanya sampai tingkat Nasional. Sampai saat ini terhitung 3 Medali sudah diraih, yaitu 1 medali perak dan 1 medali perunggu untuk bidang biologi.

Semoga tahun ini Ar-rahmat memperoleh hasil lebih baik dan dengan itu dapat menambah ukiran prestasi lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Modern Ar-rahmat, Bojonegoro ini. Viva Ar-Rahmat!. (choby)

____________________________________

Berikut ini Link download hasil Seleksi OSN tingkat Kabupaten Propinsi Jawa timur tahun 2011 yang bersumber dari Website : Kegiatan SATKER PPM SMP JATIM

1. Bidang Matematika

2. Bidang Fisika

3. Bidang Biologi

4. Bidang IPS

Latihan Soal OSN – 1

OSN- Propinsi 2008

I. Soal Pilihan Ganda

  1. Proses perubahan gas hidrogen, amonia, metan, dan uap air menjadi asam amino merupakan teori evolusi kimia untuk menjelaskan bagaimana asal usul kehidupan. Teori tersebut disampaikan oleh … .
a. Fransisco Redi
b. Harold Urey
c. Lazzaro Spalanzani
d. Louis Pasteur

Jawaban : B

Pembahasan

Bernama lengkap Harold Clayton Urey. Urey adalah Guru dari Stanley Miller. Dalam bukunya The Planets: Their Origin and Development (1952) yang berisi hasil-hasil penelitiannya. Urey berspekulasi bahwa asal-usul atmosfir bumi terdiri atas amonia, metana dan hidrogen. Hal ini kemudian ditunjukkan oleh muridnya, Stanley L.Miller, bahwa jika campuran tersebut dipaparkan ke radiasi ultraviolet dan air, akan menghasilkan asam amino, yaitu rantai pembangun yang akan membentuk kehidupan. Walaupun demikian ilmuwan di masa kini lebih mempercayai bahwa atmosfir bumi pada awalnya terdiri dari karbon dioksida dan uap air.

sumber wikipedia

gambar rangkaian eksperimen yang dilakukan Stanley Miller

sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Harold_Urey

OSN 2007

2. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti sel, kerajaan makhluk hidup yang termasuk ke dalam golongan prokariot adalah

a. Fungi
b. Monera 
c. Plantae
d. Protista

Jawab : B.

Pembahasan :

Dalam sistem 5 Kingdom, hanya kingdom Monera yang masih bersifat Prokariot. pada 4 kingdom lainnya semua sudah Eukariot alias : punya membran inti sel.

OSN 2007

4.Organel sel yang tidak berperan dalam proses pembentukan enzim hidrolitik pada lisosom  adalah

a. badan Golgi
b. inti
c. mitokondria
d. retikulum endoplasma

Jawab : C

Pembahasan :

Bahan utama enzim adalah protein. Maka sintesis enzim identik dengan sintesis protein.

Inti Sel : sebagai penyedia DNA yang akan bertranskripsi menjadi DNA Messenger, sebagai kode asam amino (protein) yg akan dibentuk.

Retikulum Endoplasma : adalah organel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein karena pada RE (kasar) terdapat organel ribosom.

Badan Golgi : sebagai organ sekresi sel, berperan sebagai tempat pembentukan dan pensekresi vesikel (lisosom adalah salah satu bentuk vesikel).

Ruang Lingkup / Silabus Materi OSN BIOLOGI SMP

Bagi para calon peserta Olimpiade Sains Nasional, berikut ini saya postingkan Ruang lingkup / Silabus materi OSN Biologi SMP. Berdasarkan pengamatan saya, silabus OSN hampir tidak ada perubahan setiap tahunnya. Oleh karena itu silabus ini bisa dipakai tahun kapan saja, sampai nanti ada perubahan silabus.

berikut linknya : Ruang Lingkup Materi OSN Bidang Biologi SMP.

Semoga Bermanfaat.


]} Qolbu Berbisik

qbfot


Sebelum semuanya berlalu ...

Semua yang ada di sini kebanyakan hanya pikiran-pikiran yang ada di otakku, kemudian aku tuangkan. Jadi mungkin banyak yang kurang berkenan dengan pengetahuan, perasaan atau keinginan anda mohon dipermaklumkan.

slide-1_3.jpg
image source : http://www.gusdur.net/

Selamat Jalan Gus Dur

Beribu terima kasih terucap untukmu
Engkau pergi setelah meninggalkan keteladanan hidup yang agung

Tak mudah kami mencatat,
Karena engkau telah menempuh jalan kebangsaan yang panjang
Karena engkau tak pernah henti menyalakan lentera kemanusiaan

Jasadmu boleh sakit dan pergi, tapi ruh dan semangatmu terus hidup bersama kami

Hiduplah dalam damai di kampung kedamaian

Selamat jalan Gus Dur...

Puisi oleh: Kang Yoto-Kang Harto (Bupati-Wabub Bojonegoro) disadur dari Radar Bojonegoro, Jumat 1 Januari 2010).

Coba-coba cari uang online!

}}Polling

]} Tulisanku Semuanya

]} Tamuku

  • 185,221 Pengunjung

Flickr Photos

DSC04759

DSC04736

DSC04725

Di Bantimurung

DSC04720

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: